Through the Grapevine

Saya ingin menulis topik yang mungkin sudah agak lawas, tapi (menurut saya) tetap menarik untuk dipertimbangkan. Apalagi di jaman pemilihan umum partai dan presiden tahun 2014 ini, dimana berita datang dari segala arah dari sumber yang (mungkin) sudah tidak dapat dipertanggungjawabkan lagi kebenarannya.

 

Arti kata through the grapevine

Jika diterjemahkan secara harfiah – lewat kebun anggur – mungkin agak aneh, karena itu merupakan idiom bahasa Inggris. Menurut the free dictionary, through the grapevine dapat diartikan: to hear news from someone who heard that news from someone else.

Saya mencoba berdiskusi dengan teman-teman di facebook dan mendapatkan beberapa kata yang kurang lebih sama artinya: gosip, rumor, kabar angin, dari mulut ke mulut, dengar-dengar, kasak-kusuk, konon, dan kabar burung.

 

Contoh through the grapevine

Contoh termudah dari through the grapevine adalah permainan bisik berantai. Website ekapgsd menjabarkan tata cara permainan ini sebagai berikut:

“Permainan ini dilakukan dengan cara, setiap siswa harus membisikkan suatu kata (untuk kelas rendah) atau kalimat atau cerita (untuk kelas tinggi) kepada pemain berikutnya. Terus berurut sampai pemain terakhir. Pemain yang terakhir harus mengatakan isi kata atau kalimat/ cerita yang dibisikkan. Permainan ini dapat dilombakan dengan cara berkelompok.”

Mungkin jika ada kesalahpahaman diantara siswa pertama dan terakhir, imbasnya hanyalah kekalahan tim mereka dari tim lain.

Tetapi di dunia nyata, hal tersebut akan berakibat yang mungkin agak fatal. Apalagi jika hal itu menyangkut ideologi, ras dan agama.

Saya ambil contoh menarik tentang berita ‘Polisi Inggris Larang Wanita Berjilbab Keluar Sendirian‘, tentu saja hal ini teramat sangat menarik untuk tidak diperdebatkan oleh orang-orang yang sudah berantipati dengan yang namanya ‘budaya barat’, ‘remason’, ‘wahyudi’, atau apapun. Padahal, berita tersebut sudah merupakan potongan dari berita yang dimuat oleh salah satu akun yang dibuat di blogspot.

Kebetulan saya dapat menemukan artikel asal berita ini dari Daily Mail yang menyebutkan bahwa masyarakat dihimbau untuk tidak keluar sendirian karena baru saja ada mahasiswa Arab yang ditusuk 16 kali ‘karena memakai jilbab’. Jika kita telaah lebih lanjut isinya ada statemen ‘… leading police to believe she may have been targeted for religious reasons’ dan ‘police have warned residents to be aware of their surroundings and not to go out alone in isolated places’.

Dua statemen tersebut diterjemahkan dan di singkat ke dalam bahasa Indonesia menjadi ‘Polisi saat ini meyakini, jika kejadian ini ada hubungannya dengan jilbab yang dikenakan’ dan ditambahkan dengan judul yang bombastis tersebut dengan diberi unsur keagamaan.

Bisa anda bayangkan iterasi berikutnya jika ada orang seperti penulis komen dibawah ini akan menceritakan berita tersebut ke lingkungannya?

‘di negara barat muslim di ancam keberadaan identitas nya,di indonesia khusus nya ibu kota jkt malah di jadiin pemimpin dr kaum mereka,si ahok jd ngelunjak tuh mau ngilangin kolom agama di ktp,mau di bawa kmn negara muslim terbesar di dunia ini?mau mau saja di pimpin oleh orang2 yg non muslim,yg muslim bnyak yg lebih berprestasi dan berakidah jgn di liat yg buruk mulu,apa kata dunia klo indonesia 30 thn kemudian presiden nya bernama kwiek chong liong atau martinus?pikir klo milih pemimpin jgn cuma di nilai dia tegas dan memajukan bangsa tp dg menggadaikan identitas kita berpuluh2 kemudian,mereka ini sedang investasi kawan,jgn sampai ntar anak cucu kita di larang berjilbab dg alasan mengganggu dan bisa menimbulkan diskriminasi,jangan sampai’

Through the grapevine or Chinese Whispers

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *