Tanah Kita

Dalam hening kuhembuskan nafasku
yang tinggal satu-satu
karena telah kutumpahkan semua rasaku
di dinding-dinding kelam sejarah masa lalu

Kuingat bagaimana tanah ini
kita gali setiap hari
tanpa pernah sekalipun dimengerti
hanya tuk dikeruk sekehendak hati

Adakah rasa untuk tetap bersama itu ada?
ketika kita saling angkat senjata
saling menista antara kita
kemudian tertawa sebagai putra durhaka?

Yang jelas tanah ini masih tanah kita
masih setia menaungi kita
walaupun kita lupakannya
walaupun kita telah lupa siapa sejati kita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.