5 Fakta Calon Presiden Republik Indonesia 2014

Capres 2014

Untuk Capres 2014 ini, saya sebelumnya berencana memberikan ulasan capres satu per satu. Tetapi, baru upload visi dan misi saja, teman2 yang doyan kampanye hitam langsung berkomentar ‘kok begini, kok begitu, kok yang satu duluan’

Jadi, saya ubah formatnya sedikit menjadi bentuk tabulasi dan di sederhanakan menjadi 5 Fakta Calon Presiden Republik Indonesia 2014, gosip-gosip miring, dan rekomendasi dari saya mengenai kriteria memilih.

 

Siapa yang harus saya pilih?

Mungkin itulah yang ada dibenak anda dalam pemilihan umum calon presiden Republik Indonesia 2014. Saya tidak akan mengarahkan anda untuk memilih salah satu calon tersebut. Tetapi, saya bisa memberikan rekomendasi apa saja yang harus anda perhatikan dalam menentukan pilihan tersebut:

1. Karakter dasar. Konsensus umum menyebutkan bahwa Prabowo memiliki trait militeristik dari latar belakang militernya, sementara Jokowi ber-image sebagai ‘orang baru’ yang mungkin tidak akan terpengaruh oleh ‘orang-orang lama’. Didalam menilai karakter ini, teman saya mempunyai sudut pandang yang menarik: Orang bilang Prabowo otoriter, saya akan bilang Tegas dan Patriot sejati ..Orang bilang Prabowo akan suka nembak orang, saya akan bilang bahwa pemimpin hebat itu yg tegas pada penjahat dan sayang pada rakyat.

2. Fokus kerja. Hal ini mungkin yang agak susah untuk dimengerti karena setiap individu mempunyai agenda sendiri-sendiri. Sebagai contoh, saya pribadi menginginkan calon presiden yang lebih mengutamakan perbaikan di bidang Kesehatan dan Pendidikan masyarakat. Jadi saya akan mencari tahu dari kedua calon ini manakah yang akan memperhatikan nasib guru dan tenaga medis lebih dari calon yang lain.

3. Subsidi BBM. Jokowi mengatakan akan menghapus subsidi BBM dalam jangka waktu empat tahun, sedangkan prabowo menjanjikan pengurangan subsidi BBM.

4. Bagaimana dengan klaim tidak korupsi? Keduanya mungkin secara individual tidak (/belum/tidak ketahuan) korupsi, tetapi aturan pemilu mengharuskan masing-masing calon untuk diusung oleh partai politik. Jika dilihat dari dukungannya, kedua calon presiden Republik Indonesia 2014 ini didukung oleh partai politik yang anggotanya pernah terlibat korupsi. Kalau kita boleh flashback sedikit ke sebuah partai yang mengatakan tidak pada korupsi? Kenyataannya…

5. 1 Desa 1 M / 1.4 M? Keduanya pernah menjanjikan  bahwa setiap desa di Indonesia akan diberi dana 1 milyar rupiah atau lebih yang katanya untuk kemajuan desa. Untuk yang ini saya kurang yakin kalo dapat berjalan dengan sempuran (lihat penjelasan tentang korupsi diatas). Memang tidak bisa dipungkiri bahwa pembangunan di Indonesia sangat tidak merata, dan desa-desa di Indonesia membutuhkan dana tersebut. Tetapi, bagaimanakah eksekusinya? Jangan sampai ini jadi ladang korupsi baru…

Jika anda ingin membaca cara memilih yang lebih panjang lebar, silahkan anda membaca tulisan Ahmad Firdaus ini tentang kriteria memilih berdasarkan Integritas, Niat, Kemampuan, dan Hasil.

5 Fakta Calon Presiden Republik Indonesia 2014 Calon Presiden Republik Indonesia 2014

Pemenang Pemilu 2014

Pemenang Pemilu 2014

Seminggu yang lalu (tanggal 9 Mei 2014), Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah merilis hasil resmi pemilu 2014 yang bertajuk “partai politik peserta pemilu yang memenuhi dan tidak memenuhi ambang batas perolehan suara sah secara nasional dalam pemilihan umum anggota Dewan Perwakilan Rakyat tahun 2104“. Untuk tahun 2014 ini, prosentase untuk memenuhi ambang batas perolehan suara adalah 3.5%.

 

Pemenang Pemilu 2014

 

Nomer Partai Partai Politik Jumlah perolehan suara sah Prosentase suara sah Quick count
1 Partai NasDem 8.402.812 6.72% 6,90%
2 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 11.298.957 9,04% 9,20%
3 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 8.480.204 6,79% 6,90%
4 PDI Perjuangan (PDIP) 23.681.471 18,95% 18,90%
5 Partai Golongan Karya (Golkar) 18.432.312 14,75% 14,30%
6 Partai Gerindra 14.760.371 11,81% 11,80%
7 Partai Demokrat 12.728.913 10,19% 9,70%
8 Partai Amanat Nasional (PAN) 9.481.621 7,59% 7,50%
9 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 8.157.488 6,53% 6,70
10 Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) 6.579.498 5,26% 5,40%
14 Partai Bulan Bintang (PBB) 1.825.750 1,46% 1,60%
15 Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) 1.143.094 0,91% 1,1%

Dari hasil ini, dua partai (PBB dan PKPI) dinyatakan tidak lolos untuk menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat untuk periode mendatang.

Jika anda ingin mengetahui lebih lanjut partai pemenang pemilu 2014 di setiap daerah, anda bisa mengunduhnya dari link ini.

 

Apakah yang akan terjadi selanjutnya?

Pemilihan pasangan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia tentunya! Pendaftaran Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden RI akan dibuka pada tanggal 18 – 20 Mei 2014.

Untuk mengajukan pasangan calon presiden dan wakil presiden, partai politik dan/atau gabungan partai politik wajib memenuhi syarat minimal dari KPU sebagai berikut:

1. Perolehan kursi sebanyak 20% dari jumlah kursi di DPR pada pemilu anggota DPR 2014
2. Perolehan suara sah 25% dari jumlah suara sah nasional dalam pemilu anggota DPR 2014.

Siapa saja calon presidennya? Kami akan mengulas lebih lanjut setelah para calon presiden mendaftarkan diri ke KPU.

Pemenang Pemilu 2014

Golput menang Pemilu | Hasil Pemilu 2014

Golput

Pemilu Legislatif di Indonesia telah dilaksanakan serentak pada tanggal 9 April 2014. Menurut beberapa portal yang melaksanakan Quick Count, hasilnya kira-kira sebagai berikut:

1. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP): 18,90 persen
2. Partai Golongan Karya (Golkar): 14,30 persen
3. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra): 11,80 persen
4. Partai Demokrat: 9,70 persen
5. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB): 9,20 persen
6. Partai Amanat Nasional (PAN): 7,50 persen
7. Partai Nasional Demokrat (NasDem): 6,90 persen
8. Partai Keadilan Sejahtera (PKS): 6,90 persen
9. Partai Persatuan Pembangunan (PPP): 6,70 persen
10. Partai Hanura: 5,40 persen
11. (Tidak memenuhi electoral threshold) Partai Bulan Bintang (PBB): 1,60 persen
12. (Tidak memenuhi electoral threshold) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI): 1,10 persen

Kali ini saya tidak akan membahas masalah parpol mana yang akan mengajukan calon presiden di pilpres mendatang. Sebagai informasi, partai (atau gabungan partai) hanya bisa mengajukan capres jika memperoleh 20% kursi di DPR atau 25% jumlah suara Nasional.

Saya lebih tertarik membahas mengenai klaim dari beberapa pihak (diantaranya disini atau disini) bahwa ‘pemenang’ pemilu kali ini, dengan jumlah suara ‘terbanyak’ adalah Golput, alias Golongan Putih, alias kelompok pemilih yang berniat untuk tidak memilih.

Golput Menang Pemilu 2014

Jumlah golput dalam pemilu kali ini diperkirakan mencapai 28,7 persen (Sebagai perbandingan jumlah golput di Amerika Serikat juga mencapai angka 30%). Bagi orang awam, angka ini tentu saja lebih besar dari partai politik yang menduduki peringkat teratas dalam pemilu 2014 ini. Dengan jumlah ini, apakah berarti Golput menang Pemilu? Saya rasa tidak. Secara kolektif, memang terlihat bahwa 30% masyarakat Indonesia seperti ‘memilih’ partai golput dalam pemilu kali ini.

Tetapi kalau misalnya kita bertanya kepada orang yang golput: Siapakah yang anda rasa cocok menduduki kursi pimpinan di Indonesia?

Mungkin anda akan menjumpai ratusan atau jutaan nama yang berbeda. Mungkin anda juga akan menemui jawaban seperti: ‘sistem negara yang ga beres’, atau ‘saya disuruh milih buah, padahal saya tidak ingin/alergi makan buah’. Intinya adalah ketidakpuasan terhadap sistem negara Indonesia, tetapi tidak punya kemampuan untuk memberikan solusinya. Mereka menyalurkan aspirasi ini dengan tidak memilih calon-calon pemimpin di pemilu kali ini.

Kalau golput yang karena masalah ‘teknis’ seperti nama tidak terdaftar, atau lokasi yang tidak memungkinkan mungkin ini adalah PR bagi pemimpin bangsa kita di lima tahun ke depan. Tetapi untuk yang meng-klaim bahwa Golput menang Pemilu 2014, mungkin mulai saat ini anda bisa memikirkan bagaimana solusi untuk negara ini, sehingga lima tahun lagi anda bisa mencalonkan diri sebagai pemimpin bangsa yang bisa memperbaiki defisiensi negara kita.

Golput

Janji Politik – Caleg Bersih, Caleg Syariah

bersih2014.net

Janji Politik di Pemilu 9 April 2014

Semakin kita mendekati hari h pemilu di Indonesia, tanggal 9 April 2014, tentunya suhu politik di Indonesia hampir mendekati titik didih. Caleg tanpa hentinya menebarkan janji politik apa yang akan mereka lakukan JIKA mereka terpilih menjadi anggota dewan yang (katanya) terhormat.

Ratusan, bahkan mungkin ribuan, situs bernuansa pemilu bermunculan bagaikan jamur yang tumbuh subur. Belum lagi iklan di media cetak, televisi, di jalan-jalan, yang konon menyedot dana tak kurang dari 16 Triliun rupiah!

Organisasi-organisasi masyarakat dan politik juga tidak henti-hentinya menyebarkan (yang kemudian di-copas oleh media ‘mainstream’) artikel-artikel yang menyerukan rakyat untuk memilih caleg jawara mereka.

Ada dua artikel yang menurut saya menarik untuk dibahas kali ini: Caleg Bersih dan Caleg Syariah.

Caleg Bersih

Daftar caleg bersih 2014 ini konon katanya dirilis oleh beberapa lembaga ternama di Indonesia, yaitu KontraS, ICW, PSHK, YLVHI, WALHI, TII dan KPA. Mereka berargumen bahwa dari sekitar 6,607 orang caleg di Indonesia, hanya ada 60 yang ‘bersih’. Jadi kalau dilihat jumlah anggota dewan (560), akan hanya ada 10.71% orang yang bersih (dengan asumsi bahwa 60 orang tersebut semua terpilih).

Caleg Syariah

Di sisi lain, Gozian merilis daftar yang menarik. Mereka menyebutkan bahwa (sementara ini) hanya ada 19 orang caleg yang Syariah (atau setara dengan 3.39%).

Kesimpulan dari Janji Politik untuk Pemilu 9 April 2014

Jika anda mencermati daftar caleg bersih dan caleg syariah diatas, anda akan menemui kesimpulan bahwa, caleg bersih tidak syariah, dan caleg syariah tidak bersih. Menarik bukan? Padahal, kedua parameter ini menurut sebagian besar rakyat Indonesia (klaim sepihak yang kami rasa anda juga akan setuju) sangat penting sekali dipunyai oleh Caleg dalam Pemilu kali ini.

Sebagai penutup, kami menemui situs yang ditulis di tahun 2009 mengenai janji SBY-Boediono jika memenangi pemilu tahun itu. Sudahkah mereka memenuhi janji itu?

Pemilu itu memang bagai memilih kucing dalam karung dan memilih yang terbaik dari orang-orang yang tentunya mempunyai kelemahan masing-masing (Superman pun lemah terhadap Kryptonite!). Semoga Indonesia dapat lebih baik dengan caleg pilihan anda di Pemilu 9 April kali ini.

 

bersih 2014
(Sumber gambar: bersih2014.net)

Khan Lebih Enak Kalo Golput…

Golput

Ten Things I Love About Golput

  • Toh juga hasil akhirnya sama saja
  • Daripada pusing harus milih Kungfu Panda, Captain America (Pemilu Indo ato Amrik sih?), temannya David Beckham, temannya Osama dan Obama, ngakunya bapaknya siapa gitu, pensiunan petinju.
  • Satu dari 250 juta orang itu = cuma 0.0000004% -> Ga ngepek bro!
  • Daripada nanti saya salah pilih.
  • Toh mereka cuma tiduran saja di sana, atau lebih sering bolos malahan!
  • Ga ada untungnya buat saya (paling banter dapet kaos – Itupun empat tahun sekali!)
  • Ga pernah saya melihat anggota yang benar-benar berjuang untuk rakyat (yang buat parpol sih banyak!)
  • Dah hopeless deh… karena saya milih beberapa kali juga yang dulunya bagus ternyata korupsi juga
  • Nunggu Satria Piningit aja deh, yang dapat mengentaskan kita dari SEMUA permasalahan negeri ini.
  • Rasanya Indonesia bakal menang Piala Dunia Sepakbola sebelum masalah korupsi ini terselesaikan

Khan lebih enak kalo golput…

Tetapi jika anda mempunyai pandangan lain untuk tidak Golput, silahkan dibaca Cara Memilih Caleg di Pemilu kali ini.