Pray for…

Beberapa tahun terakhir, hashtag #PrayFor menjadi semacam ‘trend’ di social media ketika terjadi sebuah peristiwa besar yang mengerikan. Saya tidak ingat secara pasti kapan hashtag ini mulai digunakan, seingat saya #PrayForJapan adalah salah satu yang muncul duluan. Pada saat itu, kita semua berdo’a atas bencana Tsunami yang melanda kota di Jepang yang juga berimbas pada bahaya reaktor nuklir disana. Seluruh dunia berdo’a untuk mereka…

Dunia Internet mulai mengikuti trend ini dan berlomba-lomba untuk memunculkan berbagai macam ide untuk hashtag ‘Pray For’, termasuk Paris, MH370, Syria, Turkey. Ada juga hashtag yang lumayan aneh, seperti Pray for Kanye bahkan ada yang Pray for penjahat yang sudah di vonis!

Apa yang sebenarnya anda ‘pray for’?

Pray for...

Karena setiap orang mempunyai kepentingan pribadi dimana mereka lebih perhatian dengan pray yang satu dibandingkan dengan pray yang lain, kita mulai mempertanyakan kenapa kok bisa beda? Bukankah kita harus adil terhadap sama?… apalagi jika yang mereka tidak pray lebih besar skalanya dibandingkan dengan yang mereka perhatikan (contohnya Pray for Ankara dibandingkan dengan Paris). Mereka kemudian mulai beradu argumen bahkan sampai ribut di media sosial mengenai ini.

Akhir-akhir ini, pertanyaan macam “Kenapa kok kamu peduli sama yang itu tapi ngga yang ini?” biasa dilontarkan dan kemudian jika jawabannya tidak memuaskan, mereka dengan entengnya mengecap orang lain sebagai hypocrite (atau bahasa kerennya munak).

Kalau menurut saya, hal ini terkait dengan dimana mereka pernah berada… Jauh lebih banyak orang yang pernah berpergian ke New York, London dan Pari jika dibandingkan dengan Ankara…

Sebagai contoh: Sewaktu World Trade Centre di’tabrak’ dua pesawat, saya merasakan derita yang lebih mendalam dibandingkan ketika melihat ledakan di London atau Charlie di Paris. Kenapa? Karena saya pernah berada di lantai 100 gedung tersebut tahun sebelumnya. Saya bisa merasakan bagaimana mengerikannya jika anda terjebak disana tanpa ada jalan keluarnya!

Contoh kedua: Tahun 2015 di Negara Amerika Serikat terdapat lebih banyak kejadian penembakan ‘mass shooting’ dibandingkan jumlah hari dalam setahun… Kasarannya hampir tiap hari ada penembakan seperti itu. Jika Presiden Obama hanya menghadiri beberapa acara mengheningkan cipta saja, apakah itu berarti dia tidak peduli dengan yang lainnya?

Contoh lain disekitar kita yang lebih relevan: Rakyat Indonesia akhir-akhir ini senang sekali ngobrolin tentang pilkada di Jakarta yang baru akan berlangsung tahun depan. Bahkan orang-orang yang tidak mempunyai hak pilih di Jakarta pun ikut komentar masalah kandidat pilihan mereka. Mari kita bandingkan dengan sebuah kota kecil di Jawa Timir yang bernama Madiun. Buat saya pribadi, kalau ada kejadian yang lumayan besar di Madiun, mungkin saya akan ikuti dengan lebih seksama. Kenapa? Karena kota Madiun merupakan salah satu kota yang paling penting buat saya (dibandingkan dengan Ankara atau Paris sekalipun!). Mungkin hanya ada 0.001% penduduk dunia ini yang tahu tentang kota ini. Apakah orang yang komentar tentang pilkada Jakarta akan berkomentar mengenai pilkada Madiun? … kan sama-sama pilkada? dan sama-sama ga punya hak pilih di daerah itu?

‘Media besar’ – Pray for mereka?

‘Media besar’ seringkali menjadi kambing hitam di kasus ini. Banyak orang mencibir ‘media besar’ tersebut karena mereka hanya mendedikasikan jam tayang ‘eksklusif’ hanya untuk segelintir momen-momen penting. Mungkin banyak yang ngga tahu bahwa ‘media besar’ itu juga dijalankan oleh manusia yang punya ikatan batinnya masing-masing. Jadi, jika mereka berbasis di Amerika Serikat, apakah mereka menjadi munafik jika lebih mementingkan untuk menayangkan proses pemilihan presiden Amerika Serikat dibanding kejadian di seberang lautan?

Mungkin ada diantara mereka yang peduli dengan kejadian yang jauh dari tempat mereka bekerja karena mereka pernah tinggal di tempat itu atau mereka punya keluarga yang tinggal disana… tetapi, berita yang mereka tulis pada akhirnya disetir juga oleh keinginan masyarakat umum… termasuk anda… untuk mendapatkan berita yang relevan di daerah tempat mereka beroperasi. Jadi, jika semakin banyak orang yang ingin membaca berita tersebut, mereka tentu akan mendapatkannya!

Realitas yang lumayan menyedihkan tentang apa yang kita doakan

Dari contoh-contoh diatas, apakah itu berarti saya tidak peka terhadap kejadian di belahan dunia lain? Sayangnya, mungkin iya (kecuali anda politisi yang suka peduli terhadap semuanya!)… Kenapa? Karena saya tidak mempunyai ikatan batin yang kuat terhadap mereka… dan kalau dilihat, dunia ini adalah tempat yang SANGAT BESAR jika anda ingin merasakan kesedihan, anda bisa memilih untuk bersedih hati hampir setiap detik dengan membaca berita-berita tersebut.

Pada akhirnya, saya tetap mendoakan keselamatan orang-orang yang tertimpa musibah-musibah yang terjadi di dunia ini dan mengutuk orang yang melakukan perbuatan yang mengerikan itu! Saya juga berdoa supaya semua pihak juga berintrospeksi supaya kejadian yang lebih parah dapat dicegah di kemudian hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *