Pejuang Mimpi

Bangun di keheningan pagi yang sepi
menemukan lagi jejakan arti yang sunyi
menunggu kebangkitan negeri
yang telah lama tertidur seakan mati

Dalam ketiadaan rasa aku berjalan
menyaksi seribu satu aroma kemunafikan
kebohongan yang seakan tiada berakhiran
pengkhianatan dan penistaan terhadap Tuhan

Bagaimana tidak demikian
mengaku beriman padahal mengeruk keuntungan
mengaku prihatin tapi menghamburkan anggaran
mengaku sebangsa tapi tak peduli akan kelaparan

Adakah di sana jiwa-jiwa suci
yang masih berteriak dalam berontaknya hati
menjaga sebuah janji untuk negeri
walau mereka jadi pejuang untuk mimpi-mimpi?

Kemudian aku bertanya
kemudian kita semua pun bertanya
adakah kita adalah salah satu dari mereka
yang masih menjadi pejuang mimpi suci negeri?

(sesak di pagi Shubuh…)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.