Kiat Sukses Sir Alex Ferguson

Sir Alex Ferguson

 

Jika anda mengikuti perkembangan sepak bola dunia, sosok Alex Ferguson pasti sudah tidak awam lagi. Selama 26 musim, beliau adalah manager Manchester United yang telah mempersembahkan 13 piala Liga Inggris dan 25 piala-piala lain, termasuk diantaranya 2 Piala Champions League (tahun 1999 dan 2008).

Sir Alex Ferguson

Kehebatan beliau teruji ketika rival-rival telah digelontorkan uang ratusan milyar poundsterling dari juragan minyak Timur Tengah dan Rusia. Manchester United tetap saja bercokol di puncak klasemen Liga Inggris. Harvard Business Review baru-baru ini merilis artikel mengenai Kiat Sukses Sir Alex Ferguson yang bertajuk ‘Ferguson’s Formula‘.

 

Mari kita simak rahasia sukses beliau!

1. Mulailah dari Fondasinya

Sir Alex percaya bahwa beliau tidak hanya membangun sebuah tim sepak bola, tetapi membangun klub sepak bola. Oleh karena itu, beliau sangat mementingkan pengembangan bibit-bibit masa depan Manchester United. Hal ini terbukti di sekitar tahun 90an dan 2000 dimana pemain-pemain seperti David Beckham, Ryan Giggs, dan Scholes dihasilkan dari sekolah sepakbola Manchester United!

2. Berani membongkar tim

Berapa banyak manager yang berani menjual pemain terbaiknya di masa keemasaannya? Mungkin hampir tidak ada. Tetapi Ferguson tidak takut menjual pemain-pemain seperti David Beckham, Van Nistelrooj, dan Cristiano Ronaldo yang notabene merupakan ujung tombak tim.

Hal ini bukan bermaksud untuk membongkar keharmonisan tim, tetapi lebih kearah kontribusi pemain-pemain tersebut 3 tahun yang akan datang. Forward-thinking inilah yang menyebabkan Sir Alex Ferguson mampu bersaing dengan tim-tim karbitan yang mulai marak di Liga Inggris.

3. Pasang Standar Tinggi – dan pastikan semua mengikutinya!

Ferguson menjunjung tinggi sifat pantang menyerah dan selalu berusaha melakukan yang terbaik, bahkan hal ini ditekankan melebihi skill teknis yang diajarkannya. Beliau selalu mencari pemain yang merupakan ‘Bad Losers‘ dan pekerja keras. Sifat ini menjalar ke hampir semua pemain yang berada di bawah naungan beliau. Mereka tidak akan terima jika ada pemain lain yang tidak berjuang sekuat tenaga (tidak peduli mereka adalah pemain yang paling terkenal).

4. Jangan Pernah Kehilangan Kontrol

Hampir semua pemain sepak bola Liga Utama Inggris adalah milyarder. Manager harus memastikan bahwa dia tidak dikontrol oleh pemain atau bahkan berani menjual pemain yang mempunyai aura negatif terhadap kepentingan tim. Ferguson berani memecat / menjual kapten tim Roy Keane dan Ruud Van Nistelrooj ketika mereka mulai tidak kooperatif. Hal ini berguna untuk mencegah berkembangnya issue yang lebih besar.

Sir Alex Ferguson

5. Sampaikan Pesan sesuai dengan momen-nya

Sir Alex Ferguson mungkin sangat terkenal dengan ‘Hairdryer treatment‘ nya yang konon membuat pemain sangat takut mendengarnya. Tetapi di sisi lain, beliau juga tidak akan segan memberikan ucapan selamat kepada pemain yang telah berjuang sekuat tenaga. Bahkan beliau sering berbicara dari hati ke hati kepada pemain yang tidak masuk tim inti.

Hal terpenting adalah kita harus mengatakannya pada saat itu juga. Jika ada pemain yang berbuat salah, beliau akan memberikan ‘uneg-uneg’-nya saat itu saja, tetapi tidak akan berkepanjangan.

6. Siap Menang

Anda tentu masih ingat di tahun 1999, Manchester United tertinggal 0 – 1 sampai menit ke 90. Tetapi apa yang terjadi kemudian? di 3 menit ‘Added Time‘, United berhasil memasukkan 2 gol ke jala Bayern Munich.

Ferguson memang terkenal sebagai gambler – tukang mengambil resiko – karena menurut beliau, jika ada pergantian taktik, Manchester United masih mungkin bisa memenangkan pertandingan. Jika masih tetap kalah? Ya Nasib…

7. Observasi

Sir Alex bukan merupakan manager yang micro-manage tim nya, beliau mendelegasikan tugas sehari-hari kepelatihan ke asisten-asistennya. Ini bukan berarti beliau kongkow-kongkow dan ngopi, tetapi beliau mengobservasi kondisi tim nya. Dengan cara ini, beliau bisa mengetahui kondisi psikis pemain-pemainnya: apakah dia lagi down? punya masalah pribadi? kecapean?

8. Tidak pernah berhenti beradaptasi

Mungkin Manchester Unitead tidak (belum) dibacking oleh juragan minyak Timur Tengah atau Rusia, tetapi kemampuan beliau untuk beradaptasi tidak kalah dengan pelatih klub-klub tersebut. Tetapi kalau masalah fasilitas, MU tidak kalah! Mereka punya fasilitas training terbaik di Eropa yang dilengkapi dengan medical facility dan bahkan menyediakan ruangan Vitamin D buat pemainnya karena di Manchester sangat jarang terkena sinar matahari.

Alex-Ferguson-1803070

Pertanian dan Makanan Manusia Miskin

Bahan pangan Bamboeroentjing.com

Kalau Saja Negara2 Maju yang hanya 1/6 dari penduduk dunia tidak angkuh dengan memberikan “Makanan Manusia Miskin” kepada binatang ternaknya.

Negara2 Maju memiliki 60% dari seluruh bahan makanan di Dunia, tapi mereka memakai 2/3 jumlah tersebut untuk memberi makan binatang ternaknya. Tak terhitung entah itu dalam bentuk Kedelai, Ampas Bungkil atau Tepung Ikan. Yang berakibat pada kemungkinan kelaparan pada Dunia Ketiga.

Di lain pihak, Negara2 Distributor, pada tahun 2012 memiliki 400-an juta ton daging sapi. Yang artinya dari tujuh miliar penduduk dunia, mendapatkan 70-an kg per kepala, atau keperluan untuk hampir setahun (semua angka dalam hitungan kasar). Jumlah yang menurun dari tahun 1974, dimana Negara2 tersebut memiliki 130 juta ton daging sapi, atau 500-an kg untuk setiap manusia, atau keperluan untuk lima tahun.

Kita dapat melipatgandakan contoh2. Satu Kilogram Kedelai yang merupakan “Makanan Manusia Miskin”, memberikan protein kepada seorang anak manusia sebanyak tiga kilogram daging sapi, atau sepuluh liter Susu, atau 60 butir telur. Tetapi dari seluruh hasil Kedelai Dunia hanya 3% dipergunakan untuk makanan manusia. Selebihnya digunakan untuk memberi makan hewan ternak dan membuat benang sintetik.

Sekarang marilah kita melihat teknik teknologi barat dalam pertanian dan pengaruhnya kepada Dunia Ketiga. Jumlah pupuk yang dihasilkan oleh sebuah pabrik di Bangladesh, yang berharga 140 juta dollar, dan menggunakan Petrol yang sangat banyak serta menggunakan 1.000 tenaga kerja. Jumlah pupuk tersebut dapat dihasilkan oleh 26.000 desa, dengan alat2 yang menggunakan bahan methane. Dengan cara tersebut, bukan hanya menghasilkan pupuk, tetapi bahan bakar dan penerangan tanpa petrol. Disamping itu juga akan memberikan pekerjaan kepada lebih dari 100.000 jiwa, dan biaya yang dikeluarkan bukan 140 juta dollar tetapi hanya separuhnya. Ini hanya contoh pembandingan teknologi dengan angka kasar. Siapa yang paling beruntung ?

Prioritas lain dari pertanian adalah irigasi. Kita ambil contoh sistem irigasi pertanian amerika, yang menggunakan 905 liter bensin untuk setiap satu hektar tanah (baik untuk perabukan tanah, pemberantasan hama, dan pengairan). Inikah yang akan kita tiru ? meskipun sudah, namun tidak merata. Bandingkan dengan inovasi yang lain, yaitu memperbaiki saluran air bawah tanah dan membuat “Aquaduct”(yang tentu saja tidak umum bagi sistem pertanian kita, dimana jika sawah2 Mojokerto kekeringan air, padahal pasokan air masih melimpah di Malang). Dan sekali lagi, tanpa petrol.

Susu, Kopi dan Teh, adalah problem yang lain dalam industri pertanian. Petani harusnya dapat mengepak kopi dan/atau teh dan/atau susu di tempat untuk diekspor. Tetapi yang terjadi adalah, mereka menyerahkan hasilnya kepada perusahaan multinasional seperti Nestle, sementara Kopi dan Teh yang bagus dimonopoli oleh sebuah “kartel” perusahaan negara untuk dijual ke Negara Maju, sementara yang jelek dijual kepada manusia miskin.

 

Bahan pangan Bamboeroentjing.com

 

*Tulisan ini Meracau dan Out of Date (pertama kutulis pada 2003, yang diadopsi dari tulisan Rudolf Strahm – “Mengapa Mereka Itu Terlalu Miskin ?”), Serta tidak membahas kelimpungan dan kebijakan tentang Kedelai dan Pertanian pada sebuah Negara yang katanya Subur dan Makmur*

Waspada, Informasi Anda Berharga

INDOSAT:Pelanggan Yth menurut UU ITE 08/2013 mohon mendaftarkan ulang sesuai data KTP anda, agar nomor ini tetap aktif. Ketik: NamaLgkp#Tgl Lahir#Pekerjaan#Kota

Itu SMS yang saya dapat dari nomor +62857xxxx8838.

Saya langsung curiga kalau ini adalah penipuan, karena pengirim memakai nomor GSM tapi mengaku dari Indosat, dan karena Undang Undang Nomor 8 Tahun 2013 itu bukan tentang ITE melainkan tentang Pembentukan Kabupaten Kolaka Timur (eswete gede gede :p ). Sekitar setengah jam yang lalu juga ada telepon yang mengaku dari PT xxx mau konfirmasi data pribadi karena saya memakai kartu kredit, waktu saya tanya kartu kredit apa, si mbak di telfon bilang “kartu semua bank Pak”, eswete gede gede lagi :p.

Persamaannya, kedua duanya sama sama tidak meminta uang atau memberi iming iming hadiah, mereka hanya meminta informasi pribadi. Saya hanya berbagi dan mengingatkan untuk berhati hati, lebih baik waspada daripada menyesal. Meskipun bukan uang, tapi data pribadi anda bisa jadi uang, apalagi kalau sampai digunakan untuk menipu atas nama anda. Selalu waspada dan pastikan situasi terlebih dahuku sebelum memberikan data pribadi.

 

Internet concept

Ga tau ya – emang tradisinya begitu tuh

Kenapa ya? Sudah Tradisi

Sedikit renungan siang tentang ’emang sudah tradisi’ bahasa Jawanya: Yo Wes ngono kuwi…

Ada satu grup ilmuwan yang bereksperimen dengan lima ekor monyet:

1. Kelima monyet tersebut ditempatkan di sebuah kandang. Di tengah kandang tersebut ada sebuah tangga. Di atas tangga tersebut, terdapat beberapa buah pisang.

2. Setiap ada money yang naik tangga tersebut, para ilmuwan menyiram monyet lain dengan air dingin.

3. Setelah beberapa saat, setiap ada monyet yang hendak naik, monyet yang lain menghajar monyet tersebut.

4. Setelah beberapa waktu, tidak ada lagi monyet yang berani naik ke atas tangga tersebut, meskipun hadiah diatas tangga sangat menggiurkan.

5. Para ilmuwan tersebut kemudian menukar satu monyet dengan yang baru. Tentu saja, monyet yang baru ini langsung berinisiatif naik ke atas tangga. Apa yang terjadi? yang lain langsung menghajarnya.

Setelah beberapa kali di hajar, monyet baru ini sadar bahwa dia tidak seharusnya naik ke atas tangga, meskipun dia tidak tahu alasannya.

6. Para ilmuwan kemudian menukar satu lagi monyet dengan yang baru, dan hal yang sama terjadi. Bahkan monyet yang tidak tahu menahu tersebut ikut menghajar monyet yang baru. Hal ini berulang hingga semua monyet sudah ditukar dengan yang baru.

7. Pada akhirnya, di kandang tersebut terdapat lima ekor monyet yang tidak pernah disiram air dingin, tetapi tetap menghajar setiap monyet yang hendak mencoba naik tangga.

 

Jika kita bisa bertanya kepada mereka: Kenapa anda memukuli monyet-monyet itu?

Mungkin mereka akan menjawab: ‘Ga tau ya – emang tradisinya begitu tuh’

Ga tau ya - emang tradisinya begitu tuh

Sumber: Stephenson, G. R. (1967). Cultural acquisition of a specific learned response among rhesus monkeys. In: Starek, D., Schneider, R., and Kuhn, H. J. (eds.), Progress in Primatology, Stuttgart: Fischer, pp. 279-288.

 

Slip Biru, Modifikasi Kendaraan, Bekibolang, dll yang salah Kaprah

Saya pernah membaca sebuah topik menarik di suatu forum yang cukup terkenal di Indonesia. Topik tersebut membagi tips untuk menghindari tilang. Wow… melihat judulnya saja saya sudah geleng-geleng, bukannya menghindari tilang ya cukup dengan tidak melanggar aturan ya?. Tidak mau berburuk sangka, saya coba lanjutkan membaca isi thread tersebut. Ternyata banyak sekali tips yang disarankan untuk menggertak polisi saat ditilang, mulai dari menggertak menanyakan aturan, mengaku ngaku sebagai mahasiswa fakultas hukum/pengacara (jadi ingat kasus “anak kapolri” 😛 ), berdebat tanpa ujung mengenai definisi “siang hari” (untuk yang tidak menyalakan lampu motor siang hari), sampai ngotot minta slip Biru. Dalam hati saya geli juga membacanya, saya tidak mungkir bahwa dalam kenyataannya hal hal ini mungkin memang efektif untuk menggertak oknum polisi yang memang tidak berniat menilang melainkan hanya ingin mencari “uang damai”. Tapi kalau seandainya, kebetulan polisi yang dihadapi justru polisi yang lurus (seperti bapak ini misalnya) dan mengerti aturan, hehe bisa berabe akibatnya, bisa bisa jadi seperti kasus si “anak kapolri” yang menerobos jalur Trans J 😛 . Pernyataan saya bukan tanpa alasan, tapi sebelum kita lanjutkan, ada baiknya coba diunduh dulu UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Peraturan Pemerintah No 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan. Sudah? Nah dari aturan segitu banyak, tidak ada salahnya coba anda simak beberapa catatan saya ini, siapa tahu berguna saat anda beruntung bertemu polisi yang lurus 😀 .

1. Slip Biru
Tidak hanya di forum, di media sosial pun banyak yang menshare secara berantai untuk ngotot minta slip biru saat ditilang. Jargon yang dibawa biasanya adalah dua kemungkinan, yang pertama adalah uang masuk negara dan yang kedua adalah kemungkinan oknum polisi yang mencari uang damai urung menilang. Saya tidak mau komentar untuk yang kedua, tapi ada hal yang harus diluruskan untuk masalah pertama.

Baik slip Biru maupun slip Merah, uang denda yang anda bayar sama sama masuk ke negara. Hanya bedanya (ini dengan asumsi kalau slip biru memang masih ada dan berlaku) kalau slip merah anda harus ikut sidang, kalau slip biru anda bisa membayar melalui bank (kalau tidak salah BRI). Enak biru dong, kan gak perlu ikut sidang? Nanti dulu, coba anda lihat pasal 267 yang menyatakan bahwa denda yang harus anda bayar apabila tidak ikut sidang adalah denda maksimal. Kemudian lihat jumlah denda maksimal yang harus anda bayar di beberapa pasal setelahnya (mulai pasal 273) tentang “Ketentuan Pidana”. Kesimpulannya adalah anda menyetor dana maksimal di awal dan tetap harus meluangkan waktu untuk nantinya mengambil uang kembalian dari denda tilang anda setelah sidang.

Silahkan anda putuskan sendiri, kalau saya mending minta slip merah, karena denda yang didapat belum tentu maksimal dan saya cukup datang ke sidang yang prosesnya juga tidak lama (belum ditambah sejumlah “hiburan” di dalamnya). Tapi kalau anda tidak keberatan menyetor sejumlah cukup banyak di awal, ya tidak masalah sih minta slip biru, siapa tahu juga polisinya urung menilang anda.

2. Belok Kiri Boleh Langsung
Alias Bekibolang, selama ini kita sudah terbiasa dengan belok kiri tanpa memperhatikan lampu lalu lintas kecuali ada tulisan yang menyatakan “belok kiri mengikuti lampu”. Dengan berlakunya UU 22 Tahun 2009 ini, yang terjadi adalah sebaliknya. Kalau tidak ada petunjuk “belok kiri boleh langsung”, berarti by default belok kiri harus mengikuti lampu. Tidak percaya? Silahkan baca pasal 112 (terutama ayat 3) . Jadi kalau ada orang alay yang mengklakson tiada henti saat anda berhenti di jalur kiri yang tidak ada petunjuk bekibolang, eluslah dada anda sambil mendoakan dia dapat pencerahan, atau kalau anda bernyali, beritahu saja beliau kalau zaman sudah berubah :p .

3. Kelengkapan Kendaraan
Nah ini yang menarik, tidak jarang kita jumpai kendaraaan yang melakukan modifikasi pada sejumlah kelengkapannya seperti lampu, knalpot, klakson, dll. Andalan mereka saat ditilang adalah selalu berdebat kusir mengenai parameter, misalnya batasan keributan untuk knalpot, batasan terang untuk lampu, dan pembicaraan konyol lainnya. Seperti sudah saya tekankan di awal, mungkin taktik seperti itu bisa membuat anda lolos dari jerat tilang kalau polisi yang menghentikan anda memang oknum yang tidak bermaksud menilang melainkan mencari “uang damai”. Tapi kalau polisi yang menghentikan anda memang berniat menilang, anda berdoa saja denda anda tidak diperberat karena ngeyel tanpa tahu aturan :P. Silahkan buka Peraturan Pemerintah No 55 Tahun 2012, disana sudah tercantum dengan jelas spesifikasi teknis untuk hampir seluruh bagian kendaraan termasuk lampu, knalpot, dan klakson. Sudut sorot lampu, daya terang, decibel maksimal knalpot dan klakson, dan kelengkapan lainnya. Dan sebagai orang yang berpendidikan, anda pasti tahu bahwa parameter-parameter tersebut bisa diukur.

Sebetulnya masih banyak catatan atau hikmah yang bisa diambil, tapi yang umum dan sering terjadi ya tiga diatas. Semoga kita bisa lebih bijak dalam berkendara sehingga bisa lolos dari tilang tanpa perlu melakukan tipuan tipuan murahan apalagi sampai mengaku anak Kapolri :P. Dan sekali lagi saya tegaskan bahwa yang saya catat diatas mungkin memang jarang terjadi, tapi anda kan tidak pernah tahu kapan anda akan bertemu dengan polisi yang “lurus”. Saya masih yakin kalau ada dan bahkan masih banyak Polisi di Indonesia yang lurus, hanya mungkin jarang diekspos saja oleh media 😀