Kita yang konsumsi kelapa sawit juga lho

example

Eh..

Eh….

Kalian semua tentu sudah tahu donx apa itu kelapa sawit?

Tapi apakah kalian sudah tahu apa saja produk akhir dari kelapa sawit?

Ini diantaranya:

margarine, mentega, Vanaspati (Vegetable ghee), Ice creams, Bakery Fats,  Instans Noodle, Sabun, Detergent, Cocoa Butter Extender, Chocolate dan Coatings, Specialty Fats, Dry Soap Mixes, Sugar Confectionary, Biskuit Cream Fats, Filled Milk, Lubrication, Textiles Oils dan Bio Diesel, Shortening, Cocoa Butter Substitute, Specialty Fats, Ice Cream, Coffee Whitener/Cream, Sugar Confectionary, Biscuit Cream Fats, Filled Mild, Imitation Cream, Sabun dan Detergent, Shampoo, Kosmetik, Lotion dan cream kulit, pomade, Methyl Esters, Plastic, Textile Processing, Metal Processing, Lubricants, Emulsifiers, Detergent, Glicerine, Cosmetic, Explosives, Pharmaceutical Products dan Food, Protective Coatings, dempul, dan banyak lagi lainnya..

Products

Dengan produksi hingga 31 juta ton di tahun 2014, tentu tidak akan kesulitan bagi Indonesia untuk mengexport sebesar 20 juta ton ke seluruh penjuru dunia. Lalu setelah diexport minyak sawitnya, diolah di negara-negara di dunia itu menjadi kosmetik, cokelat, eskrim, dan lainnya yg biasanya kita konsumsi sehari-hari itu.

Dari wikipedia nih, kelapa sawit ato minyak kelapa sawit yang diproses akan menghasilkan asam palmitat. Asam palmitat banyak dimanfaatkan dalam bidang kosmetika dan pewarnaan. Dari segi gizi, asam palmitat merupakan sumber kalori penting namun memiliki daya antioksidasi yang rendah. Namun secara alami minyak sawit murni berwarna kemerahan karena kandungan karotena yang tinggi, termasuk alfa-karotena, beta-karotena, dan likopen, nutrisi yang sama yang memberikan warna merah pada tomat, wortel, dan buah dan sayur lainnya.

minyak merah

Minyak sawit murni mengandung setidaknya 10 jenis karotena, bersama dengan tokoferol dan tokotrienol (anggota famili Vitamin E), fitosterol, dan gikolipid. Pada sebuah penelitian yang dilakukan peada hewan pada tahun 2007, para peneliti dari Afrika Selatan memberikan minyak sawit merah pada tikus dan menemukan bahwa terjadi pengurangan aktivitas fosforilasi pada jantung tikus yang sebelumnya telah diberikan makanan berkolesterol tinggi.

Pada tahun 1990an, minyak sawit murni telah dikemas dan diperjualbelikan sebagai minyak goreng dan menjadi bahan campuran mayones dan minyak salad. Antioksidan pada minyak sawit murni seperti tokotrienol dan karoten memiliki manfaat bagi kesehatan. Sebuah studi pada tahun 2009 menguji laju emisi dari akrolein, sebuah senyawa berbahaya dan tidak berbau yang dihasilkan dari pemecahan gliserol pada proses penggorengan kentang. Minyak yang diuji diantaranya minyak sawit murni, minyak zaitun, dan minyak bunga matahari. Emisi akrolein tertinggi ada pada minyak bunga matahari dibandingkan minyak sawit dan minyak zaitun. WHO menetapkan batas konsumsi akrolein bagi manusia sebesar 7.5 miligram per hari per kilogram berat badan. Akrolein ada pada berbagai makanan yang digoreng dengan minyak seperti pada kentang goreng, meski kadarnya hanya beberapa mikrogram.

Sebuah studi menyimpulkan bahwa risiko kesehatan akibat akrolein pada makanan tidak terlalu berarti dikarenakan kadarnya yang terlalu sedikit. Seperti semua minyak nabati, minyak sawit tidak mengandung kolesterol meski konsumsi lemak jenuh diketahui menyebabkan peningkatan kolesterol lipoprotein densitas rendah dan lipoprotein densitas tinggi akibat metabolisme asam lemak dalam tubuh.

Berbagai makanan terproses mengandung minyak sawit sebagai bahan bakunya, walaupun minyak sawit bukanlah pengganti yang baik bagi lemak trans. Ketika pemrosesan, sebagian minyak sawit mengalami oksidasi, dan minyak sawit yang teroksidasi ini terkait dengan berbagai risiko kesehatan yang diakibatkan oleh konsumsi minyak sawit terproses.

Minyak sawit terdiri atas asam lemak yang teresterifikasi dengan gliserol seperti halnya semua jenis lemak. Namun tidak seperti semua jenis lemak, minyak sawit mengandung lemak jenuh dalam persentase yang tinggi. Asam oleat tak jenuh tunggal dan tokotrienol, salah satu bagian dari famili Vitamin E, juga terdapat pada minyak sawit murni.

Berdasarkan data WHO, konsumsi asam palmitat meningkatkan risiko timbulnya penyakit kardiovaskular seperti halnya risiko yang diakibatkan oleh lemak trans.

asam lemak

Setelah penggilingan, minyak sawit umumnya dimurnikan sebelum diolah menjadi berbagai produk. Pemurnian ini digunakan sebagai bahan baku berbagai produk seperti sabun, deterjen, dan produk lainnya. Senyawa turunan dari asam palmitat dicampurkan dengan senyawa golongan nafta untuk memproduksi napalm, bahan peledak yang digunakan di Perang Dunia II. Juga bisa menghasilkan asam lemak dengan gliserin sebagai produk sampingan.

Minyak sawit dapat juga digunakan untuk memproduksi biodiesel lho. Biodiesel minyak sawit seringkali dikombinasikan dengan bahan bakar lain untuk mendapatkan campuran bahan bakar. Biodiesel dari minyak sawit memenuhi standar biodiesel yang ditetapkan oleh Uni Eropa. Fasilitas pengolahan minyak sawit menjadi biodiesel yang terbesar berada di Singapura, yang dioperasikan perusahaan asal Finlandia, Neste Oil.

Limbah organik yang dihasilkan dari pemrosesan kelapa sawit, termasuk cangkang kelapa sawit dan tandan buah sawit, dapat digunakan untuk menghasilkan energi. Bahan bakar ini dapat ditekan menjadi briket maupun pellet bahan bakar. Minyak goreng yang telah selesai digunakan sebagai bahan baku proses penggorengan juga dapat diproses menjadi metil ester sebagai biodiesel.

Penggunaan minyak sawit pada produksi biodiesel telah memicu kekhawatiran persaingan penggunaan minyak sawit untuk makanan sehingga menyebabkan malnutrisi di negara miskin dan berkembang. Berdasarkan data dari tahun 2008 mempublikasikan laporan bahwa minyak sawit dapat digunakan sebagai bahan pangan sekaligus bahan bakar secara berkelanjutan. Produksi biodiesel dari minyak sawit tidak mengancam ketahanan pangan. Peningkatan permintaan terhadap biodiesel dapat meningkatkan perintaan minyak sawit pada masa depan, sehingga membutuhkan perluasan perkebunan kelapa sawit.

Maraknya perkebunan sawit telah mengundang kekhawatiran aktivis lingkungan karena besarnya penghancuran hutan untuk melakukan pertanian monokultur kelapa sawit. Perkebunan sawit ini telah menyebabkan hilangnya habitat orang utan di Indonesia, yang merupakan spesies yang terancam punah. Pada tahun 2004, Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dibentuk untuk mengarahkan kekhawatiran tersebut. Malaysia sejak 1992 telah membatasi ekspansi perkebunan sawit di wilayahnya dengan menerapkan peraturan batas minimum lahan negara sebagai hutan.

Ohya, kelapa sawit ada punya banyak nama lho dalam bahan baku makanan. So, kalo nemu kata seperti dibawah ini, berarti jelas pakai kelapa sawit yaaaa…

nama lain

Jadi, sekarang kalian sudah tahu kan bahwa kelapa sawit itu berguna sekali dalam kehidupan kita? Apa jadinya bila kelapa sawit tidak bisa diproduksi lagi, hayo? Apa jadinya pula bila tidak ada cukup tanah lagi untuk menanam kelapa sawit, hayo?

 

contekan:

https://id.wikipedia.org/wiki/Kelapa_sawit
https://id.wikipedia.org/wiki/Minyak_sawit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *