Pengusaha, Pegawai dan Hutang

Pengusaha, Pegawai dan Hutang

*baca fatihah*

*berharap semoga tulisan yang ditulis dengan hati yang halus dan logika yang tidak tumpul, kenanya ke orang lain juga sama*

 

Pengusaha, Pegawai dan Hutang

 

Latar Belakang

Akhir-akhir ini banyak beredar tulisan di media sosial perihal pengusaha-pengusaha yang sukses berusaha tanpa hutang satu sen pun. Yang kemudian biasanya diakhiri dengan ‘tantangan’ supaya kita tidak mudahnya tergiur berhutang.

Memang tujuannya baik, tapi ada baiknya kita telaah lebih lanjut perihal hutang ini dari pengalaman pribadi seorang Djon Snow (bukan nama sebenarnya dan bukan nama karakter Game Of Thrones).

 

Dasar Teori

Dalam logika spiritual yang kita anut, kita percaya bahwa Tuhan tidak menciptakan semua dalam kaidah yang “sama”. Benar-benar sama secara harfiah. Ya kan? Itu lah kenapa orang-orang seperti kita tidak dengan mudah menghakimi orang lain atas kenyataan yang mereka terima/lakukan. Termasuk, keyakinan bahwa Tuhan tidak menciptakan semua orang jadi pengusaha, ataupun jadi pegawai/pekerja. Menghakimi bahwa pengusaha lebih mulia daripada pekerja, sama artinya menghakimi takdir Tuhan. Kenapa? Karena jika semua orang jadi pengusaha, dan usahanya menjadi besar, mereka pasti akan butuh pegawai-pegawai untuk membantunya. Di sisi yang lain, orang-orang dengan keterampilan yang tinggi tapi tidak memiliki modal yang cukup untuk menjadi pengusaha, butuh orang-orang yang bisa mengkapitalisasi idenya menjadi sesuatu yang ada harganya, menjadi lapangan kerja buat para pegawai. Simbiosis inilah yang menjaga keseimbangan alam, perputaran  ekonomi. Walau di sisi yang lain, akibat konflik yang terus menerus terjadi secara politik dan sosial, munculah ide kelas pemilik modal (kapitalis) dan kelas pekerja (sosialis). Tapi itu pembahasan kita yang lain.

Berikutnya, coba lihat iklan property deh. Semua property harganya selalu naik tiap Senin (ok, kau bisa bilang ini hanya marketing tricks, tapi itulah faktanya), sedangkan gaji pegawai “hanya” naik setahun sekali, itupun harus ditunjang banyak faktor: revenue perusahaan, belanja modal untuk tahun berjalan, bla bla bla. Jika beruntung, maka gaji bisa naik diatas nilai inflasi, jika tidak ya siap-siap gaji hanya tergerus oleh inflasi saja. Di sisi lain, rumah selain menjadi tempat tinggal, juga bisa menjadi aset investasi terbesar yang dimiliki. Kenapa? Karena luas daratan tidak bertambah, bro! Dan pilihan tanah akan semakin terbatas. Jadi kalau pegawai mau punya rumah tapi belinya cash, tidak pakai hutang, teori matematikanya begini: buat target beli rumah berapa tahun lagi dengan harga berapa juta. Setelah itu hitung berapa tiap bulan harus disisihkan. Setalah beberapa tahun itu, berdoalah semoga saat tiba waktunya masih ada rumah yang dijual sesuai tabungan yang dimiliki. Kalau sudah tidak ada, ya tabung lagi. Berdoa lagi. Semoga masih ada umur dan belum keburu punya tanggungan-tanggungan lain yang lebih besar.

Berikutnya, punya hutang non-konsumtif berbeda dengan hutang konsumtif. Gampangannya begini, kalau hutang konsumtif tidak ada bekasnya, jadi begitu tidak mampu bayar maka tidak ada aset pengganti untuk membayarnya. Mungkin itu yg masuk ke dalam golongan gharim. Sedangkan hutang non-konsumtif berbeda. Ada aset yg menjadi jaminannya. Jadi kalau debitur tidak mampu bayar, aset bisa dijual untuk melunasi hutangnya (bahkan masih ada sisanya). Jadi ya dia tidak termasuk gharim, kan tidak punya hutang lagi.

 

Based on True Story

Marilah kita kembali ke kisah nyata seorang Djon Snow. Hampir satu dekade yang lalu dia hijrah ke Jakarta, modalnya Cuma selembar tiket kereta dan uang 300rb saja. Beruntung punya banyak teman yang baik hati dan mau menampung, kasih kasur, kasih makan, dan lain-lain untuk sementara waktu hingga si Djon bisa dapat gajinya yang pertama, yg “hanya” beberapa juta saja saat itu, dan menghidupi dirinya sendiri. Si Djon tidak punya orang tua yang kaya raya. Saat hijrah ke Jakarta, bekal dari kedua orang tuanya hanya restu dan doa siang-malam yang tidak pernah putus. Mikirin beli rumah di Jakarta? Boro-boro! Selain menghidupi dirinya sendiri, si Djon mash harus menghidupi orang tuanya di dusun sana. Beli rumah adalah pilihan nomor sekian ratus setelah bertahan hidup dan menghidupi kedua orang tuanya.

Singkat cerita, si Djon menikah. Habis itu butuh rumah buat keluarganya. Total penghasilan si Djon dan istrinya saat itu hanya sekitar 15juta. Total pengeluaran rutin tiap bulan sekitar 10 juta, sisa sekitar 5 juta. Harga rumah di saat itu sudah 300 jutaan. Pakai matematika sederhana saja, jika harga rumah naik sekitar 20% per tahun, maka dengan tabungan 5 juta per bulan (dan asumsi bisa naik 15% per tahun), baru bisa beli rumah sekitar 10 atau 11 tahun berikutnya. Silakan dicoba pakai excel.

Si Djon tidak “sesabar” itu menunggu, belum lagi lokasi yang diinginkan juga semakin menipis stock lahannya. Akhirnya dipakailah opsi KPR. Dengan cicilan yang kurang lebih sama dengan tabungan yg dimampu per bulan, bisa dapat rumah. Dan atas kuasa Illahi, tidak sampai 5 tahun si Djon bisa melunasi hutang KPR nya. Kenapa? Gaji Djon dan istrinya meningkat sejalan dengan peningkatan karir mereka, ditambah bonus dari perusahaan, ditambah lagi si Djon dan istrinya tidak tertarik untuk punya hutang konsumtif, bahkan mobil pun dari kantor si Djon saja saat itu (jadi tidak perlu keluar uang untuk membeli).

Setelah rumah pertama selesai, dengan gaji total si Djon dan istrinya yg sudah berkali-kali lipat dari saat mereka pertama kali membeli rumah, mereka berpikir untuk investasi buat anak-anaknya. Instrumennya banyak, mereka punya reksadana saham, logam mulia, saham di perusahaan teman-temannya, tapi tetap yang paling sexy adalah landed house. Harga tanah akan selalu naik, karena luas daratan tidak bertambah. Jadi digunakanlah kembali opsi KPR untuk rumah kedua. Selang itu berjalan, si istri juga tertarik dengan apartment, jadi diambil pula dengan opsi KPA. Mereka menganut asas hanya boleh berhutang untuk hal non-konsumtif, dan rasio cicilan total semua hutang tersebut tidak boleh lebih dari 35% dari total penghasilan mereka. Ini juga ada penjelasannya, tapi lain waktu saja.

Si Djon melakukan itu bukan untuk “wowkeren”, apanya yg wowkeren? Menjamin keamanan finansial untuk keluarga itu bagian dari syariat Islam juga kok. Cara mendapatkannya juga nggak kemaruk. Nggak pakai uang korupsi. Nggak pakai nilep kanan-kiri. Nggak ngoyo pula. Ya setidaknya itu menurut si Djon.

 

Kesimpulan

Dengan tanpa mengurangi rasa keyakinan bahwa Tuhan telah menetapkan rizqi untuk semua makhluk-Nya, manusia tetap harus berupaya sekuat tenaga, sekeras mungkin, semenderita mungkin untuk memenuhi semua kewajibannya sebagai manusia, apapun peranan yang dibebankan kepadanya. Karena hal itulah yang nanti akan dia pertanggujawabkan kepada Tuhannya kelak. Menghakimi orang lain yang memilih pilihan yang berbeda dalam hidup ini, tentu selain tidak bijak juga mengingkari kenyataan bahwa memang Tuhan menciptakan semua itu dengan keseimbangan. Semua manusia ada jalannya. Dan semua jalan, ada manusianya.

 

Pengusaha, Pegawai dan Hutang

Apa Itu Kanker Serviks

Apa itu Kanker Serviks?

Apa itu kanker?

Seperti halnya makhluk hidup, sel sebagai bagian dari makhluk hidup juga memiliki fungsi reproduksi. Sel, bereproduksi dengan cara membelah diri, melalui suatu proses yang dikenal dengan proses mitosis. Dimana sel yang dihasillkan sama persis dengan sel induknya. Normalnya, setelah melalui suatu proses mitosis maka sel akan beristirahat terlebih dahulu untuk melakukan fungsinya sebelum mengalami fase reproduksi lagi. Sel juga dapat mengalami penuaan kemudian mati dan digantikan dengan sel yang baru.

Tetapi karena ada gangguan pada proses pembelahan sel, sehingga sel terus menerus mengalami pembelahan tanpa istirahat sama sekali. Sehingga, sel-sel hasil pembelahan ini bergerombol membesar dan mendesak sel atau jaringan disekitarnya, sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada sel atau jaringan tersebut. Nah, sel-sel yang pembelahannya berlebih-lebihan ini lah yang disebut dengan sel kanker. Sedangkan gerombolan sel-sel berlebihan yang membentuk massa tersebut, yang normalnya tidak terdapat di dalam tubuh kita, disebut dengan tumor. Gangguan pada proses pembelahan sel ini dapat disebabkan oleh berbagai sebab, antara lain virus, bakteri, zat-zat yang bersifat karsinogen, dan sinar UV.

Sel-sel ini juga tidak mengalami penuaan dan kematian. Akibatnya sel-sel ini terus menumpuk sehingga mengganggu sel-sel lain yang ada disekitarnya. Jika dibiarkan terus menerus maka gangguan tidak sekedar pada sel tetangga, tetapi juga dapat mengganggu jaringan dan organ di tempat yang jauh. Penyakit yang timbul akibat gangguan yang disebabkan oleh sel-sel kanker inilah yang disebut dengan penyakit kanker.

Apa itu serviks?

Serviks adalah bagian dari sistem reproduksi wanita. Serviks terletak di dalam pelvis, merupakan bagian ujung bawah Rahim yang menyempit dan menghubungkan Rahim dengan vagina. Oleh karena itu, serviks disebut juga sebagai leher Rahim.

Pada saat menstruasi , darah akan mengalir dari rahim ke vagina melalui serviks. Selain itu, serviks juga menghasilkan lendir (mukus). Pada saat terjadi hubungan seksual, lendir ini berfungsi untuk membantu sperma bergerak dari vagina melalui serviks menuju rahim. Selama kehamilan, serviks akan tertutup rapat untuk menjaga supaya janin tetap berada di dalam rahim. Serviks baru akan terbuka saat janin akan dilahirkan, supaya janin dapat keluar dari rahim melalui serviks menuju vagina dan dunia luar.

Apa itu Kanker Serviks?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa karena berbagai sebab, dapat terjadi gangguan pembelahan sel, sehingga sel terus menerus mengalami pembelahan, tidak menua, dan tidak mati, sehingga terjadi penumpukan sel-sel. Demikian juga pada daerah serviks, dapat terjadi penumpukan sel-sel yang diawali dari sel-sel yang ada di permukaan serviks. Penumpukan sel-sel ini dapat jinak (bukan penyakit kanker) atau ganas (penyakit kanker). Penumpukan sel-sel yang tidak diinginkan oleh tubuh ini apabila jinak dapat berbentuk polip, kista, atau semacam kutil di daerah genetalia. Sedangkan apabila ganas, maka kemudian akan menjadi penyakit kanker. Perbedaan klasifikasi jinak dan ganas ini terletak pada tingkat agresifitas dari tumpukan sel-sel yang membelah berlebihan ini. Disebut jinak apabila sel-sel yang tumbuh berlebihan ini bersifak local/setempat di daerah dimana dia berasal dan tidak menginvasi jaringan disekitarnya, dan kehadirannya seringkali tidak mengancam nyawa. Sedangkan disebut ganas apabila sel-sel tersebut mampu menginvasi jaringan dan organ disekitarnya atau bahkan dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh kita, dan dapat menyebabkan ancaman terhadap nywa apabila tidak segera diketahui keberadaannya.

Jadi jelas ya, bahwa kanker serviks itu adalah sel-sel (yang seringkali) permukaan serviks yang mengalami pertumbuhan ugal-ugalan, membentuk segerombolan sel yang tidak diinginkan, dimana gerombolan sel-sel ini mampu menginvasi jaringan disekitarnya, dan dapat menyebar ke bagian lain tubuh kita melalui pembuluh getah bening dan pembuluh darah. Pada umumnya, penyebaran sel kanker dari kanker serviks ini dapat mencapat paru-paru, hati (liver), atau tulang. Proses penyebaran sel-sel kanker ini disebut dengan metastasis.

Kenapa sih sel-sel kanker yang menyebar ini bisa berbahaya? Karena sel-sel kanker yang menyebar ke mana-mana ini kemudian dapat menempel pada jaringan lain dan kemudian tumbuh di jaringan tersebut lalu membentuk gerombolan baru yang dapat menyebabkan gangguan atau kerusakan pada jaringan tersebut.

Apa saja fakor resiko yang dapat menjadi penyebab kanker serviks?

Sampai saat ini, melalui berbagai penelitian dan pengumpulan data, ada beberapa faktor resiko yang dapat menyebabkan terjadinya kanker serviks.

  1. Human papillomavirus (HPV)

HPV adalah jenis DNA virus yang berasal dari keluarga Papillomavirus yang memiliki kemampuan untuk menginfeksi manusia. HPV memiliki sekitar 170 strain atau tipe (Ghittoni dkk, 2015) yang dinamai dengan angka (Bzhalava dkk, 2013; Chaturvedi dkk, 2010). Tidak semua HPV karsinogenik. Sampai saat ini beberapa tipe yang diketahui karsinogenik adalah type 16, 18, 31, 33, 35, 39, 45, 51, 52, 56, 58, 59, 68, 73, dan 82 (Muñoz dkk, 2003). Pada manusia terutama tipe 16 dan 18 adalah penyebab 75% kejadian kanker serviks, dan tipe 31 dan 45 adalah penybab 10% kejadian kanker serviks di seluruh dunia (Dillman dkk, 2009).

Berdasarkan data dari Center for Disease Control and prevention (CDC), setiap tahun terdapat 33.000 kasus kanker baru di area dimana HPV sering ditemukan. Dan 26.800 atau sekitar 81,2% dari kanker tersebut disebabkan oleh HPV. Sedangkan berdasarkan Robbins Basic Pathology edisi 8 dan Holland-Frei cancer medicine. Edisi 8, 90% kasus kanker serviks disebabkan oleh HPV.

Bagaimana kita bisa terinfeksi HPV? Infeksi HPV bisa didapatkan melalui hubungan seksual baik melalui vagina, anal, maupun oral dengan orang yang memiliki virus tersebut. Tetapi pada umumnya lebih sering melaui hubungan seksual melalui vagina maupun anal. Karena tidak setiap infeksi HPV menimbulkan gejala, maka sulit diketahui apakah seseorang memiliki HPV atau tidak. Oleh karena itu orang yang berhubungan seksual secara aktif dapat terkena infeksi HPV ini.

  1. Merokok

Perokok aktif maupun perokok pasif beresiko tinggi terkena berbagai jenis kanker karena banyaknya kandungan zat zat karsinogenik yang terdapat pada rokok dan asap rokok, termasuk terkena kanker serviks.

  1. Kontrasepsi oral

Penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan resiko terjadinya kanker serviks. Wanita yang menggunakan kontrasepsi oral selama 5-9 tahun beresiko 3x lipat terkena kanker invasive, dan yang menggunakannya lebih dari 10 tahun beresiko 4x lipat dibandingkan dengan yang tidak menggunakan kontrasepsi oral atau yang menggunakan kontrasepsi oral kurang dari 5 tahun (Bethesda, MD: National Cancer Institute, 2015)

  1. Kehamilan berulangkali

Kehamilan berulangkali juga dikaitkan dengan peningkatan resiko terjadinya kanker serviks. Pada wanita-wanita yang terinfeksi HPV, mereka yang hamil penuh (selama Sembilan bulan sampai melahirkan)1-2x beresiko 2-3x lipat lebih tinggi terkena kaner serviks, dan yang hamil penuh 7 kali atau lebih 4x lipat beresiko lebih besar terkena kanker serviks dibandingkan dengan yang tidak pernah hamil.

  1. Berganti-ganti pasangan seksual

Berganti-ganti pasangan dapat meningkatkan resiko kanker serviks dikaitkan dengan penularan HPV. Semakin banyak pasangan seksual maka resiko terjadinya penularan HPV meningkat, sehingga meningkatkan resiko terjadinya kanker serviks.

  1. Immunocompromised

Yang dimaksud dengan immunocompromised adalah kondisi dimana seorang individu mengalami penurunan fungsi sistem imun atau daya tahan tubuh, yang dapat diakibatkan oleh karena infeksi HIV atau penyakit metabolik seperti Diabetes Mellitus (kencing manis), misalnya. Karena seperti yang kita ketahui, bahwa eradikasi atau eliminasi virus dari dalam tubuh kita membutuhkan sistem imun yang kuat. Ketidakmampuan tubuh kita memberantas tuntas HPV yang masuk ke dalam tubuh kita akibat lemahnya daya tahan tubuh, akan menyebabkan terjadinya infeksi kronis HPV dan meningkatkan resiko terjadinya kanker serviks.

Bagaimana gejala-gejala kanker serviks?

Ada beberapa gejala yang dapat muncul pada wanita, dan sering dikaitkan dengan kanker serviks. Oleh karena itu apabila muncul gejala-gejala berikut, alangkah baiknya jika segera memeriksakan diri ke dokter, sehingga dapat diketahui apakah gejala tersebut terkait dengan kanker serviks atau dengan gangguan lainnya. Gejala-gejala tersebut antara lain :

  • Perdarahan vagina yang tidak normal. Disebut tidak normal karena perdarahan terjdi di luar dari masa menstruasi, setelah menopause, atau setelah berhubungan seksual.
  • Muncul nyeri selama berhubungan seksual.
  • Keputihan yang tidak normal. Keputihan biasa terjadi pada saat sebelum ataupun sesudah menstruasi, berwarna putih atau bening dan tidak berbau busuk. Jika keputihan kemudian menjadi berbau busuk, berwarna kuning keruh atau kehijauan atau kemerah-merahan, berbuih, dll, maka itu disebut dengan keputihan yang tidak normal.
  • Ada perubahan siklus menstruasi yang tidak diketahui penyebabnya.
  • Ada penurunan berat badan meskipun porsi asupan tetap. Hal ini terjadi karena proses pembelahan sel membutuhkan banyak energi, dan pada penyakit kanker terjadi aktivitas pembelahan sel yang tidak terkendali, sehingga membutuhkan leih banyak lagi energi. Hal ini menyebabkan terjdinya pembongkaran deposit gula/lemak dalam tubuh kita untuk memenuhi kebutuhan energi tersebut. Gejala ini juga berlaku pada penyakit kanker lainnya.
  • Anemia atau kekurangan sel darah merah akibat perdarahan yang terjadi terus menerus.
  • Nyeri terus menerus pada daerah pangul, kaki, atau pinggang yang tidak diketahui penyebabnya
  • Jika kanker sudah meluas, dapat terjadi pembuntuan ginjal dan ureter (atau saluran kencing bagian atas) sehingga terjadi gangguan buang air kecil. Seberapa berat gangguan yang muncul tergantung pada seberapa besar pembuntuan atau kerusakan ginjal atau ureter yang terjadi.
  • Ketika kanker semakin progresif dan meluas dapat terjadi kebocoran saluran kencing dan saluran buang air besar ke dalam vagina, sehingga air kencing maupun feses ke dalam vagina.

Bagaimana cara mencegah timbulnya kanker serviks?

Beberapa hal berikut dapat membantu mencegah kita dari terkena kanker serviks, yaitu:

  1. Menghindari faktor resiko

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, terdapat beberapa faktor resiko terjadinya kanker serviks, sehingga untuk menurunkan resiko terkena kanker serviks maka faktor resiko tersebut sebaiknya dihindari. Yaitu dengan tidak merokok, tidak berganti-ganti pasangan hubungan seksual, menggunakan kondom saat berhubungan seksual, menjaga kesehatan dengan berolahraga dan asupan yang cukup gizi, mengatur kehamilan, dan tidak menggunakan kontrasepsi oral jangka panjang.

  1. Melakukan skrining berkala

Lakukan tes pap atau pap smear secara berkala untuk mendeteksi dini adanya tanda-tanda abnormalitas pada serviks. Mengenai jadwal pap smear tergantung pada usia dan resiko terjadinya kanker serviks. Lebih baik jadwal ini dikonsultasikan dengan dokter anda.

  1. Vaksin HPV

Salah satu cara mencegah terjadinya infeksi HPV adalah dengan vaksinasi. Ada dua macam vaksin HPV yaitu Gardasil dan Cervarix yang secara klinis mampu menurunkan resiko kanker serviks (93%) dan perineum (62%) (Medeiros dkk, 2009). Efektivitas kedua vaksin tersebut antara 92%-100% untuk melawan HPV 16 dan 18 selama 8 tahun (Bethesda, 2015).

Karena vaksin ini sifatnya mencegah dan melawan infeksi HPV, maka vaksin ini akan efektif jika diberikan sebelum terjadi infeksi HPV, yaitu pada wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual, yang berusia 9-26 tahun.

Kenapa demikian? Karena wanita yang sudah pernah melalukan hubungan seksual meskipun hanya dengan satu orang saja, telah beresiko terinfeksi HPV meskipun belum taua tidak menunjukkan gejala. Jika seseorang telah terinfeksi HPV maka pemberian vaksin HPV akan kurang bermanfaat atau bahkan tidak ada gunanya sama sekali.

  1. Nutrisi

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Myung dkk pada tahun 2011, beberapa jenis nutrisi seperti vitamin A, B12, C, E, dan beta-karoten dikaitkan dengan penurunan resiko kejadian kanker serviks.

Apa kanker serviks bisa disembuhkan?

Secara umum, seperti halnya dengan penyakit kanker lainnya, kesembuhan total sulit dijanjikan. Terutama karena pada umumnya individu dengan penyakit kanker baru memeriksakan diri dan terdeteksi menderita kanker setelah kanker sudah pada tahap lanjut. Akan tetapi, jika kanker dapat dideteksi sejak dini atau masih pada tahap awal, maka kanker tersebut dapat “diobati” dan dicegah supaya tidak menjadi semakin ganas atau dihentikan pertumbuhannya. Berikut ini beberapa terapi yang saat ini masih dijadikan modalitas utama terapi kanker serviks. Mengenai terapi yang mana yang akan digunakan, tergantung pada stadium atau tahap kanker itu sendiri.

  1. Operasi

Bisa dilakukan histerektomi, yaitu mengambil seluruh bagian rahim termasuk serviks dan sebagian vagina, dan menghilangkan kelenjar getah bening di daerah pelvis dengan atau tanpa menghilangkan ovarium dan saluran telur (tuba falopii)

  1. Kemoterapi
  2. Radioterapi

Biasanya pada kanker stadium lanjut, modalitas terapi yang digunakan tidak hanya satu jenis saja (operasi/kemoterapi/radioterapi saja),tetapi bisa kombinasi antara operasi-kemoterapi, operasi-radioterapi, tergantung pada kondisi klinis dan hasil dari pemeriksaan penunjang yang dilakukan.

Apa itu Kanker Serviks?

Daftar Pustaka

Bethesda MD.PDQ® Cervical Cancer Prevention. National Institutes of Health, National Cancer Institute. July 2015.

Bzhalava D, Guan P, Franceschi S, Dillner J, Clifford  G. A systematic review of the prevalence of mucosal and cutaneous human papillomavirus types. Virology. 2013.  445 (1–2): 224–31. doi:10.1016/j.virol.2013.07.015PMID 23928291.

Center for Disease Control and prevention . Cervical Cancer Screening Guidelines for Average-Risk Women (PDF). www.cdc.gov

Center for Disease Control and prevention. www.cdc.gov/cancer/cervical

Center for Disease Control and prevention. www.cdc.gov/hpv/whatishpv.html

Cervical Cancer Treatment (PDQ®). NCI. 2014-03-14.

Chaturvedi A, Maura LG. Human Papillomavirus and Head and Neck Cancer. In Andrew F Olshan. Epidemiology, Pathogenesis, and Prevention of Head and Neck Cancer 1st ed. New York: Springer. March 4, 2010. ISBN 978-1-4419-1471-2.

Defining Cancer. National Cancer Institute. 10 June 2014.

Dillman, edited by Robert K. Oldham, Robert O. Principles of cancer biotherapy 5th ed. Dordrecht: Springer. p. 149. ISBN 9789048122899.

Ghittoni R, Accardi R, Chiocca S,Tommasino, M. Role of human papillomaviruses in carcinogenesis. Ecancermedicalscience. 2015. 9 (526),doi:10.3332/ecancer.2015.526PMC 4431404PMID 25987895

Kufe and Donald. Holland-Frei cancer medicine 8th ed. New York: McGraw-Hill Medical. 2009.p. 1299. ISBN 9781607950141.

Kumar V, Abbas AK, Fausto N, Mitchell RN. Robbins Basic Pathology 8th. Saunders Elsevier. 2007.pp. 718–721. ISBN 978-1-4160-2973-1.

Medeiros LR, Rosa DD, da Rosa MI, Bozzetti MC, Zanini RR. Efficacy of Human Papillomavirus Vaccines. International Journal of Gynecological Cancer.2009. 19 (7):1166–76.doi:10.1111/IGC.0b013e3181a3d100PMID 19823051.

Muñoz N, Bosch FX, De Sanjosé S, Herrero R, Castellsagué X, Shah  KV, Snijders PJ, Meijer CJ. International Agency for Research on Cancer Multicenter Cervical Cancer Study Group. Epidemiologic classification of human papillomavirus types associated with cervical cancer. The New England Journal of Medicine. 2003. 348 (6): 518–27, doi:10.1056/NEJMoa021641PMID 12571259.

Myung SK, Ju W, Kim SC, Kim H. Vitamin or antioxidant intake (or serum level) and risk of cervical neoplasm: A meta-analysis. 2011. BJOG 118 (11):1285–91. doi:10.1111/j.1471-0528.2011.03032.xPMID 21749626.

National Cancer Institute. Human Papillomavirus (HPV) Vaccines: Q & A”. Fact Sheets: Risk Factors and Possible Causes. National Cancer Institute (NCI) . 2009.

Stöppler MC. Cervical cancer facts on symptoms, stages, and treatment. http://www.medicinenet.com/cervical_cancer/article.htm#cervical_cancer_fact.

Tarney, CM; Han, J.Postcoital bleeding: a review on etiology, diagnosis, and management. Obstetrics and gynecology international . 2014: 192087. PMID 25045355.

World Cancer Report 2014. World Health Organization. 2014. pp. Chapter 5.12. ISBN 9283204298.

 

 

 

 

Cara Mengetahui Berita Hoax atau Bohong

Cara Mengetahui Berita Hoax

Baru-baru ini saya berdiskusi dengan seorang teman yang sangat yakin bahwa berita yang beliau share di facebook sangat benar dan bukan hoax. Judul dari berita itu juga sangat bombastis:

BAHAYA Makanan Anak Kinder Joy Ternyata Penyebab Kanker!

Tentu saja sebagai orang yang awam di dunia makanan dan kesehatan, beliau dengan mudahnya ditakuti oleh artikel tersebut. Kemudian, mulailah membagikan link tersebut ke semua orang yang beliau peduli.

Yang menjadi masalah adalah jika kemudian orang-orang yang dibagi berita tersebut percaya langsung dengan isi beritanya karena yang membagi berita adalah orang kepercayaannya. Jadi hal yang semula hoax malah diyakini sebagai berita yang benar dan valid.

Bagaimana Cara Mengetahui Berita Hoax atau Bohong?

Ada beberapa tips yang bisa saya bagi ke anda mengenai cara untuk mengetahui bahwa suatu berita itu mengandung kebenaran atau hanya bohong semata:

1. Cari di Google: [Nama Berita] hoax

Saat ini, (hampir) tidak ada berita yang tidak dapat dicari di Google. Cara pertama ini juga sangat cepat dan mudah untuk dilakukan semua orang.

Jadi, sama seperti anda mencari informasi tentang berita hoax, anda juga bisa mencari di Google tentang kebenaran informasi tersebut. Untuk contoh diatas, anda bisa menuliskan kata kunci di Google: Kinder Joy Kanker Hoax. Google kemudian akan melaporkan situs-situs yang menuliskan berita tersebut (kalau ada).

Salah satu contoh situs yang melaporkan bahwa berita Kinder Joy dapat mengakibatkan kanker itu hoax adalah situs Hoax or Fact. Situs ini menjelaskan dengan lumayan detil bahwa berita Kinder Joy tersebut adalah hoax. Situs ini juga lumayan banyak melaporkan berita-berita hoax lainnya.

Tetapi permasalahan mendasar disini adalah bahwa berita yang anda dapatkan mungkin sama-sama kurang ‘scientific’ dan dapat dibantah juga.

2. Tanya ke orang yang lebih ahli

Untuk cara yang kedua ini memang memakan waktu yang jauh lebih lama karena anda harus mencari orang yang ahli di bidang teknologi pangan dan/atau kesehatan. Mereka juga harus mengetahui secara lengkap bahan-bahan yang dianggap mengandung kanker di dalam Kinder Joy. Pada akhirnya, mereka bisa memberikan informasi kepada anda resiko-resiko yang anda bisa dapatkan dalam mengkonsumsi Kinder Joy tersebut. Mungkin anda tidak akan mendapatkan resiko kanker, tapi resiko-resiko lain, seperti obesitas, dll.

3. Anda melakukan riset sendiri

Cara yang terakhir ini mungkin hanya bisa dilakukan jika anda adalah ahli di bidang tersebut. Dalam contoh Kinder Joy ini mungkin anda bisa melakukan riset jika anda adalah seorang ilmuwan di bidang teknologi pangan yang bisa memisahkan unsur-unsur kimia yang terkandung di dalam makanan tersebut.

 

Semoga tips-tips diatas dapat membantu anda untuk menyaring berita dan dapat membedakan antara berita hoax dan berita yang benar dan valid.

Cara Mengetahui Berita Hoax

Cara Mengetahui Berita Hoax

Memahami Ramadhan, Bulan Suci Umat Islam

Ramadhan dan Idul Fitri

Umat Islam di seluruh dunia telah mempersiapkan diri dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Mulai dari bangun sebelum matahari terbit untuk makan sahur, sampai dengan menunggu waktu berbuka puasa saat mata hari terbenam, mengapa umat Islam berpuasa? dan apakah itu Ramadhan?

Apakah itu Ramadhan?

Umat Islam – yang berjumlah sekitar 1,6 milyar orang di dunia ini – percaya bahwa Ramadhan adalah bulan yang paling suci dalam setahun, ketika Al-Qur’an (kitab suci agama Islam) diturunkan ke Nabi Muhammad SAW.

Ramadhan merupakan bulan kesembilan di dalam kalender Islam, yang biasa disebut hijriyah atau hijri, dan dihitung berdasarkan perputaran bulan. Kalender Hijriyah dimulai sejak tahun 622 saat Nabi Muhammad SAW berhijrah dari Mekkah ke Madinah.

Kapan Ramadhan dimulai?

Ramadhan di mulai ketika bulan baru telah dapat dilihat, atau biasa disebut hilal. Untuk tahun 2015, hal ini terjadi pada hari Rabu 17 Juni 2015, yang berarti umat Islam akan mulai berpuasa pada hari Kamis 18 Juni 2015.

Bulan Ramadhan, atau bulan puasa, ini akan berakhir sekitar hari Jumat 17 Juli 2015 atau Sabtu 18 Juli. Hal ini dikarenakan tanggalan bulan bisa bervariasi antara 29 atau 30 hari dalam sebulan.

Karena Ramadhan dimulai sekitar 11 hari lebih awal setiap tahunnya, kadang-kadang bulan Ramadhan jatuh di musim dingin dimana puasanya lumayan pendek, atau di musim panas dimana puasanya lumayan panjang. Untuk umat Islam yang berada di daerah tropis, waktu berpuasa nya selalu tetap sepanjang tahun.

Mengapa orang Muslim berpuasa?

Di bulan Ramadhan ini, orang muslim tidak makan atau minum diantara waktu matahari terbit dan terbenam. Hal ini dikarenakan puasa merupakan salah satu dari Lima Rukun Islam. Rukun Islam yang lain adalah mengucapkan kalimat Syahadat, Sholat lima waktu, Zakat dan Haji.

Puasa di bulan Ramadhan hukumnya adalah waji bagi umat Islam. Hal ini tercantum di dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”

Anda juga dapat mendengarkannya dalam Audio berikut:

Berpuasa, atau disebut صوم dalam bahasa Arab, dapat diartikan sebagai ‘menahan diri’ – dan tidak hanya menahan diri dari makan, minum, atau sex, tetapi juga menahan diri untuk tidak merokok, membicarakan kejelekan orang lain, atau menggunakan bahasa yang kasar (atau biasa disebut umpatan).

Berpuasa tidak berarti bahwa seorang muslim akan mengurangi kegiatan rutin mereka sehari-hari. Justru kebalikannya, mereka dianjurkan untuk tetap hidup normal dalam bekerja dan kegiatan sehari-hari. Disinilah ujian sebenarnya terhadap kesabaran dan ketahanan mereka. Umat Islam percaya bahwa puasa tidak hanya ritual fisik, tetapi juga merupakan waktu dimana mereka berefleksi dan me-recharge kebutuhan spiritual.

Ketika berpuasa, umat Islam percaya bahwa keinginan dapat dikontrol dan dapat merasakan nasib masyarakat yang kurang mampu. Di dalam bulan Ramadhan ini, orang-orang muslim biasa mengundang tetangga dan teman untuk berbuka puasa bersama dan melakukan ibadah Sholat Tarawih.

Pada akhirnya mereka berharap dapat meningkatkan kesabaran, mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan sifat dermawan terhadap sesama.

Siapa saja yang diwajibkan untuk berpuasa?

Setiap laki-laki dan perempuan muslim yang sudah cukup umur dan sehat wajib menjalankan ibadah puasa menurut ajaran Islam.

Siapa saja yang dapat pengecualian untuk tidak berpuasa?

Anak-anak, orang yang sakit atau mempunyai penyakit kejiwaan, orang lanjut usia, orang yang sedang berpergian. Wanita yang datang bulan, hamil, baru melahirkan, atau menyusui tidak diperbolehkan untuk berpuasa.

Umat Islam yang dapat pengecualian dalam berpuasa Ramadhan wajib menggantikan puasa tersebut di kemudian hari. Tetapi jika orang tersebut tidak mampu berpuasa sama sekali – terutama untuk lanjut usia atau alasan medis – maka mereka wajib mengganti puasa tersebut dengan memberi makan orang lain yang membutuhkan untuk setiap hari mereka tidak berpuasa.

 Apakah puasa itu sehat?

Umat Islam tidak berpuasa secara terus-menerus dalam sebulan: mereka makan sebelum matahari terbit dan berbuka puasa pada waktu matahari terbenam setiap harinya.

Ilmuwan Inggris menemukan bahwa berpuasa jangka pendek – jika dapat dikontrol dengan baik – mempunyai beberapa manfaat bagi kesehatan, dan juga berpotensi untuk membantu mengatasi kegemukan.

National Health Services (NHS) dari Inggris juga telah mengeluarkan panduan kesehatan dalam berpuasa termasuk pentingnya hidrasi dan proporsi karbohidrat, lemat dan protein yang tepat. Jangan mudah tergiur juga dengan terlalu banyak makan sewaktu berbuka terutama makanan yang berminyak, karena malah dapat menambah berat badan.

Pada waktu berpuasa, tubuh memakai glukosa dalam darah dan kemudian mulai membakar lemak, yang dapat mengakibatkan penurunan berat badan. Jadi dengan berpuasa dalam waktu beberapa minggu, tubuh akan mulai menggunakan protein sebagai energi.

Setelah beberapa hari berpuasa, jumlah endorfin (hormon yang berhubungan dengan mood) akan meningkat dan mengakibatkan seseorang untuk lebih alert dan meningkatkan kesehatan mental, menurut situs NHS.

Tradisi di Bulan Ramadhan

Umat Islam mempunyai tradisi di bulan Ramadhan yang berbeda-beda di segala penjuru dunia dan tergantung kultur mereka. Beberapa tradisi Islami yang dapat ditemukan:

  • Makan dan minum ketika Sahur, sesaat sebelum matahari terbit
  • Tidak menunda berbuka puasa, saat matahari terbenam, atau disebut iftar
  • Berbuka puasa hanya dengan beberapa buah kurma atau dengan seteguk air putih
  • Mencari malam Lailatul Qadr yang dipercaya lebih baik dari 1000 bulan.

 

Bagaimana Umat Islam berpuasa ditempat yang disinari matahari sepanjang hari?

Pertanyaan yang menarik! Di bagian utara Finlandia, matahari tidak terbenam selama 60 hari atau di Alaska matahari masih terlihat selepas tengah malam.

Ulama lokal mengatakan bahwa diperbolehkan untuk mengikuti jadwal matahari terbit dan terbenam dari negara lain. Islamic Centre di Norwegia Utara mengeluarkan fatwa (hukum yang dikeluarkan oleh ahli di bidang hukum Islam) yang memperbolehkan umat Islam lokal untuk memilih mengikuti jadwal puasa di Mekkah jika lama berpuasa di Norwegia lebih dari 20 jam.

The Assembly of Muslim Jurists of America juga mengeluarkan peraturan yang hampir mirip yaitu memperbolehkan umat Islam yang hidup di daerah Alaska Utara untuk menggunakan jadwal puasa di bagian lain negara Amerika dimana orang dapat membedakan antara siang dan malam.

Dimanakah tempat berpuasa terlama di dunia?

Di Reykjavik, Islandia, waktu berpuasa sekitar 21 jam dan 57 menit dan mereka mulai berpuasa jam 2.03 pagi sampai dengan tengah malam.

Dimanakah tempat berpuasa tersingkat di dunia?

Di Sydney, Australia, waktu berpuasa sekitar 11 jam dan 24 menit dan mereka mulai berpuasa jam 5.29 pagi sampai dengan 4.54 sore.

Apa yang terjadi di akhir bulan Ramadhan?

Umat Islam di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri atau biasa disebut ‘lebaran’ di Indonesia. Idul Fitri memperingati berakhirnya bulan Ramadhan. Menurut tradisi, umat Islam biasanya mengucapkan salam Eid Mubarak (atau Selamat Hari Raya Idul Fitri di Indonesia) kepada satu sama lain. Idul Fitri jatuh pada hari pertama di bulan Shawwal dimana diharamkan bagi umat Islam untuk berpuasa pada hari itu.

Tradisi Islami lain untuk merayakan Idul Fitri adalah dengan makan makanan manis di pagi hari dan beramal sebelum melaksanakan Sholat Idul Fitri. Banyak umat Islam yang juga merayakannya dengan memberikan hadiah, memakai baju yang baru dan bersih, dan mengunjungi sanak saudara.

Ramadhan dan Idul Fitri
Suasana Sholat Idul Fitri

Artikel ini diterjemahkan dari tulisan Aisha Gani dari The Guardian

Jadi Dokter Umum di Australia

Dokter Umum di Australia

Dokter Umum (atau biasa disebut sebagai General Practitioner) di Australia sangat berbeda dengan dokter umum yang berada di Indonesia.

Menjadi Dokter Umum di Indonesia

Kalau di Indonesia lumayan mudah untuk jadi dokter umum. Anda cukup lulus jenjang pendidikan dokter (masuknya bisa dengan cara bayar ataupun ikut ujian) selama 5,5 tahun. Kemudian, ngurus surat ijin praktek. Beres!

Jadi Dokter Umum di Australia

Kalau di Australia, pemerintah Australia menjelaskan dengan bagus struktur pendidikan untuk menjadi dokter umum. Hal ini bisa dilihat dari situs Job Guide berikut ini.

Intinya adalah, anda harus mendapatkan nilai yang sangat bagus di tahun ke 12 (SMA Kelas 3). Bidang yang disorot adalah Inggris, Matematika, Biologi, Kimia dan Fisika. Di beberapa Universitas seperti UNSW, nilai (yang biasa disebut ATAR) rata-rata mahasiswa yang ke terima adalah 99.60 dari 99.95.  Yang punya nilai ATAR dibawah 96.00, otomatis langsung ditolak aplikasinya.

Setelah itu mereka juga diwajibkan untuk mengikuti tes UMAT (Undergraduate Medicine and Health Sciences Admission Test). Calon mahasiswa yang diperbolehkan untuk ikut tahap berikutnya harus mendapatkan nilai minimal 150.

Tahap interview untuk UNSW diikuti oleh hanya sekitar 500 calon mahasiswa. Kemudian yang diterima sebagai mahasiswa hanya sekitar 135 orang.

Setelah lulus mereka tidak bisa langsung bekerja sebagai dokter umum. Mereka masih harus mengambil satu tahun internship di teaching hospital untuk bisa dapat surat ijin bekerja sebagai tenaga medis dari Medical Board of Australia. Mereka juga harus lulus Working with Children Check, National Police Check dan riwayat imunisasi. Dalam tahap ini, mereka hanya bisa bekerja di Rumah Sakit.

Untuk menjadi dokter umum yang buka praktek sendiri, mereka masih harus melanjutkan studi spesialisasi di bawah naungan Royal Australian College of General Practitioners. Anda harus menjadi fellow di institusi tersebut yang berarti tiga tahun training sebagai general practitioner dan harus lulus ujian di akhir periode tersebut. Tahun lalu, calon dokter umum yang lulus ujian tersebut hanya 44.6%.

Dokter Umum Indonesia yang mau melamar menjadi Dokter Umum di Australia

Menurut Medical Board of Australia, hanya ada 35 Universitas di Indonesia yang diakui pendidikan Kedokterannya. Untuk menjadi dokter umum harus mengikuti dua buah ujian persamaan yaitu AMC CAT MCQ Examination dan AMC Clinical Examination. Setelah itu anda harus mendapatkan pekerjaan di Rumah Sakit dan bekerja selama 12 bulan di Rumah Sakit tersebut. Anda akan mendapatkan General Registration dari Medical Board of Australia. Tetapi dengan registrasi ini, anda masih belum boleh praktek sendiri.

Sama seperti lulusan Australia, anda masih harus mengikuti proses dari Royal Australian College of General Practitioners.

Dokter Umum di Australia