Pemerintah mata duitan? Coba cek dulu aturan pajak yang bener!

Pemerintah mata duitan

Akhir-akhir ini di dunia maya sedang diributkan mengenai seseorang yang membeli tas dan kemudian dikenakan pajak puluhan juta rupiah oleh petugas bea dan cukai.

Sebenarnya ini pemerintah mata duitan atau kita yang tidak mengerti aturan pajak?

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6/PMK.010/2017, pemerintah mengatur 10.826 jenis barang dengan tarif bea masuk yang beragam mulai 0% sampai lebih dari 30 persen.

Sebenarnya semua sudah tertuang di Peraturan Menteri Keuangan Nomor 188/PMK.04/2010. Bagi anda yang ingin tahu peraturan lengkapnya kayak gimana, silahkan download PMK 188 di link ini.

Tapi ga mungkin kan kita baca itu semua! Untuk lebih gampangnya, kami bikin list yang lebih mudah dimengerti berikut ini:

Apa saja yang TIDAK kena pajak?

  1. Barang yang dibawa ke luar negeri dan kemudian dimasukkan kembali ke dalam negeri (Pasal 7 ayat 1). Pasal ini buat yang berpergian keluar negeri
  2. Barang pribadi yang akan digunakan selama berada di Indonesia dan akan dibawa kembali pada saat meninggalkan daerah (Pasal 7 ayat 2). Pasal ini buat yang mudik atau liburan ke Indonesia
  3. Barang pribadi sampai dengan batas nilai tertentu (US$250 per penumpang atau US$1,000 per keluarga) (Pasal 7 ayat 3) Untuk awak pesawat nilai tersebut hanya US$50. (Pasal 10 ayat 1)
  4. Diluar point ketiga, barang berikut ini juga bebas bea masuk dan cukai untuk SETIAP penumpang dewasa:
    • 200 batang sigaret
    • 25 batang cerutu
    • 100 gram tembakau
    • 1 liter alcohol (Pasal 9 ayat 1)
  5. Untuk awak pesawat bebas bea masuk dan cukai dibatasi hanya sebanyak:
    • 40 batang sigaret, 10 batang cerutu, 40 gram tembakau. 350ml alcohol (Pasal 11 ayat 1)

Apa saja yang kena pajak?

  1. Barang pribadi dengan nilai diatas US$250 per orang atau US$1,000 per keluarga. (Pasal 8 ayat 1)
  2. Uang melebihi Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah)
  3. Barang dagangan, barang impor, barang kiriman
    • Barang dagangan adalah barang yang menurut jenis, sifat dan jumlahnya tidak wajar untuk keperluan pribadi, diimpor untuk diperjualbelikan, barang contoh, barang baku atau bahan penolong industry dan/atau barang yang digunakan untuk tujuan selain pemakaian pribadi
    • Barang kiriman adalah barang impor yang dikirim oleh pengirim terentu di luar negeri kepada penerima tertentu di dalam negeri

Apa saja yang dilarang masuk?

  1. Barang bebas bea masuk dan cukai diatas jumlah yang diperbolehkan (contoh: alkohol lebih dari 1 liter)
  2. Barang larangan dan barang yang dibatasi untuk impor

Beberapa masukan:

  • Kalau memang anda kena pajak, jangan lupa untuk minta bukti pembayaran kepada pejabat bea dan cukai.
  • Saat keberangkatan, kita bisa meminta pejabat bea dan cukai untuk mengidentifikasi barang pribadi untuk mempermudah identifikasi barang saat masuk kembali ke daerah.

Pemerintah mata duitan

Perpanjangan Paspor Indonesia di Sydney

Perpanjangan Paspor Indonesia

Lima tahun yang lalu saya menulis tentang cara pembuatan paspor di Sydney untuk paspor Indonesia dan Australia di blog gratisan (blogger). Untuk artikel kali ini, saya akan membagi menjadi tiga bagian:
– Perpanjangan Paspor Indonesia
– Mengurus paspor Indonesia untuk anak (tautan menyusul)
– Mengurus paspor Australia untuk anak (tautan menyusul)

Di bagian pertama ini, saya akan menuliskan langkah-langkah yang saya tempuh untuk perpanjangan paspor Indonesia di Sydney. (kenapa Sydney? Karena saya tinggal di Sydney.) Mengurus paspor untuk dewasa relatif lebih mudah persyaratannya dibandingkan dengan mengurus paspor untuk anak.

Berikut langkah-langkah yang saya tempuh dalam pengurusan perpanjangan paspor Indonesia di Sydney:

1. Search di mbah Google dengan kata kunci berikut: perpanjangan paspor Indonesia di Sydney

Hasil search menyebutkan dua situs yang lumayan valid:

2-Kemlu

2. Dari situs Kemlu, saya menemukan tautan yang menjelaskan lumayan lengkap cara pengurusan perpanjangan paspor Indonesia – Silahkan dibaca sendiri dengan seksama.

3-Perpanjangan-Paspor-Biasa-Habis-Masa-Berlaku

Hal penting yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut:

  • Formulir permohonan paspor harus diisi dengan lengkap beserta persyaratan-persyaratannya yang lumayan banyak
  • Biaya permohonan A$ 40
  • Prosesnya (katanya) memakan waktu 4 hari kerja.
  • Jam pelayanan… ini yang penting!! … Pengajuan hanya bisa dilakukan dari jam 9.15am – 12.15pm dan pengambilan hanya bisa dilakukan dari jam 2.15pm – 3.30pm

4-formulir-perpanjangan
3. Mengisi formulir perpanjangan paspor dan melampirkan dokumen pelengkap

Ada 2 halaman formulir yang perlu diisi yang kebanyakan hanya data-data standar formulir. Dokumen pelengkap yang diperlukan adalah:

  • Paspor asli RI yang lama
  • Fotokopi akte kelahiran / ijazah / surat nikah / surat baptis berbahasa Indonesia. Jika berbahasa asing, harus diterjemahkan/legalisasi ke dalam Bahasa Indonesia.
  • Fotokopi bukti ijin tinggal / visa
  • Fotokopi SIM / bank statement / rekening listrik / air / telepon / gas
  • Pasfoto 3 x 4 sebanyak 2 lembar (foto 3 bulan terakhir)

5-syarat
4. Jika anda berada di wilayah NSW, anda harus datang sendiri untuk menyerahkan berkas ke KJRI Sydney di 236 – 238 Maroubra Road, Maroubra 2035.

Pengajuan hanya bisa dilakukan dari jam 9.15am – 12.15 pm.

5. Tunggu 4 hari, atau tanggal yang ditentukan ketika anda menyerahkan berkas, dan datang lagi ke KJRI Sydney antara jam 2.15pm – 3.30 pm untuk mengambil paspor baru anda.

Saya datang ke KJRI jam 2.45pm. Di situ sudah ada 2 orang yang menunggu dan tidak ada orang yang melayani di loket. Sampai 3.15pm, ga ada yang melayani di loket sampai ada satu bule yang complain: Katanya jam pengambilan hanya 2.15 – 3.30, tapi kok sampai jam 3.15 masi ga ada yang ngelayani juga?

Perpanjangan Paspor Indonesia

Perpanjangan Paspor Indonesia

Kesimpulan: Dibandingkan dengan 5 tahun yang lalu, proses perpanjangan paspor Indonesia di Sydney sudah jauh lebih lumayan. Situs Konsulat Jenderal sudah terpusat dan dipegang oleh Kementrian Luar Negeri (5 tahun lalu masi pake .org.au). Informasi yang tersaji di situs tersebut juga sudah jauh lebih lengkap. Yang tidak berubah hanya jam pengajuan dan jam pengambilan yang lumayan memberatkan (ditambah dengan ketidaksiapan petugas di loket pada jam tersebut).

SWOT, AKO, dan RPO

Dulu, waktu kuliah, karena agak kurang kerjaan saya pernah ikut acara yang pesertanya dari bermacam-macam jurusan. Acara itu terus terang sangat panjang dan membosankan. Tapi ada seorang senior cantik yang memberikan kesan lebih dengan paduan jilbab, kacamata, dan dasinya yang bermotif ceria, dia berasal dari jurusan yang sama dengan rektor kampus saya sekarang. Materi inti alias ujung-ujungnya rangkaian acara itu adalah AKO alias Analisis Kondisi Organisasi dan RPO atau Rencana Pengembangan Organisasi. Dan bicara tentang keduanya tidak akan lepas dari yang namanya analisis SWOT (bukan SWT seperti di game game itu :p).

Analisis SWOT (Strenght atau kekuatan, Weakness atau kelemahan, Opportunity atau kesempatan/peluang, Threat atau ancaman). Ibarat olahraga, analisis SWOT ini adalah peregangan atau pemanasan yang membuka jalan ke sekian banyak gerakan inti, salah satunya adalah RPO. Tanpanya hidup terasa hampa kita akan sangat rentan terhadap cedera karena gerakan inti tidak dilakukan dengan persiapan yang cukup. SWOT memang merupakan salah satu pendekatan yang cukup diminati dalam berbagai analisis karena metode dan alur pikirnya yang mudah dipahami. Meskipun begitu perlu diingat bahwa dia bukanlah satu-satunya pilihan karena tentunya juga ada kelemahannya.

Kekuatan adalah faktor yang bisa menjadi nilai lebih dari dalam organisasi, sementara kelemahan adalah kebalikannya. Sebagai contoh, dalam sebuah tim sepakbola, usia pemain yang rata-rata muda bisa dipandang sebagai sebuah kelebihan, namun di saat yang sama bisa menjadi kelemahan. Hal seperti ini tidak boleh terjadi, karena itu kedalaman analisis harus ditingkatkan. Setelah melakukan analisis, baru didapatkan bahwa usia muda tersebut bisa sebetulnya masih bisa diperdalam. Memiliki kelebihan stamina dan kekuatan fisik dapat diletakkan sebagai kekuatan, dan minimnya pengalaman dapat dikategorikan sebagai kelemahan.

Peluang adalah sebuah kekuatan atau nilai lebih dari luar organisasi, sementara ancaman adalah kebalikannya. Jangan keliru meletakkan sebuah kelemahan sebagai ancaman dan sebaliknya, ini juga berlaku pada kekuatan dan peluang. Contoh, rencana penggusuran stadion adalah ancaman karena datang dari luar, namun kondisi pemain yang tidak betah dengan stadion adalah kelemahan karena berasal dari dalam tim. Pun halnya dengan peluang, banyak rookie berbakat untuk direkrut adalah peluang, sedangkan motivasi tim yang tinggi karena sering menang adalah kekuatan.

Dalam melakukan analisis SWOT, sebaiknya dilakukan melalui dua tahap, tahap hipotesa dan sinkronisasi data. Pertama kali melakukan, cobalah bebaskan pikiran sejenak dari segala data data yang ada, berpikirlah dengan idealis layaknya orang yang memutuskan nasib organisasi. Setelah proses ini selesai, baru komparasikan dengan data yang tersedia. Apabila ada analisis yang tidak didukung dengan data, harus diputuskan apakah perlu mencari data atau abaikan/batalkan faktor tersebut dari keseluruhan analisis.

Yang ruwet adalah justru ketika data yang tersedia bertentangan dengan analisis yang dilakukan. Misalnya, dari data yang ada, rata-rata mahasiswa yang mengikuti OSPEK nilai IPK-nya meningkat sementara kita yakin bahwa OSPEK ini adalah kegiatan yang tidak bermanfaat. Kalau sudah begini, kejernihan pikiran dan kesehatan nalar perlu digunakan. Ditelaah kembali melalui dialektika dan curah gagasan, apakah data ini yang perlu diperbarui, data ini memang salah, cara kita membaca datanya salah, atau memang analisis kita yang keliru? Analisis memang sebaiknya didukung data, tapi data juga bukanlah suatu kebenaran mutlak yang harus disembah :D.

Setelah Analisis SWOT selesai, hasilnya dapat diolah dengan sejumlah metode sehingga kemudian akan menjadi sebuah kesimpulan tentang kondisi organisasi kita. Dari hasil AKO tersebut kemudian dapat disusun RPO. Tahap demi tahap dan langkah demi langkah dikembangkan untuk memaksimalkan kekuatan, mengatasi kelemahan, menyambut peluang, dan menghadapi ancaman. Yang paling penting, RPO ini harus segera dibahas untuk diputuskan akan digunakan atau tidak, jangan hanya menjadi penghias lemari arsip dan lambang gengsi semata :D.

Pencegahan dan Pertolongan Pertama Pada DBD

DBD

Demam Berdarah Dengue atau yang lebih keren disebut DBD memang sedang mengintai siapa saja, terutama di musim hujan ini. Oleh karena itu, saya tidak bosan mengingatkan untuk kita sekalian menjaga kesehatan diri dan lingkungan agar sebisa mungkin terhindar dari DBD.

Cara mencegah penularan DBD sebenarnya cukup murah dan sederhana. Prinsipnya adalah jangan sampai kita membiarkan perkembangbiakan nyamuk yang menjadi perantara penularan virus dengue (penyebab DBD).
 

Caranya?

Gampang, biasanya disebut dengan 3M (Menguras, Menutup, Mengubur)

 

  • Kuras bak mandi sering-sering… supaya kalau ada jentik nyamuk yang nebeng disitu, tidak bisa tumbuh dan berkembang menjadi nyamuk.
  • Tutup semua tempat yang jadi penampungan air.. genthong kek.. gelas kek… apa aja, asal dia menampung air, lebih baik ditutup. Kenapa? biar nyamuk ngga bertelur disitu…
  • Kubur barang-barang tak terpakai yang mungkin bisa menjadi tempat air tergenang.. seperti kaleng bekas atau wadah air mineral bekas yang tak terpakai. Kenapa? supaya air ngga nampung disitu, trus bisa dijadiin tempat bertelur dan berkembang biak jentik nyamuk..

 

Kurang?

Tambahin nih..

  • Bereskan baju-baju yang bergelantungan di luar lemari.
  • Kalau perlu, pakai anti nyamuk saat beraktifitas
  • Kalau perlu, pakai obat nyamuk dan kelambu saat tidur.
  • Kerja bareng tetangga kiri kanan bersihin goot dan sauran air

 
Intinya sih Gaes… JAGALAH KEBERSIHAN!
 

Gimana sih gejala DBD?????

 
Secara umum, gejalanya hampir sulit dibedakan dengan gejala penyakit infeksi lainnya… tetapi di musim penghujan ini, jika anda atau anak anda atau keluarga atau sodara bin tetangga yang mengalami:

  • Panas mendadak tinggi >38,5 C. ini diukurnya pake termometer ya gaes… bukan sama tempelan telapak tangan di jidat. Jadi ngga ada salahnya investasi beli termometer… murah meriah.
  • Sakit kepala yang menjadi jadi
  • Seluruh badan terasa sakit semua bin remuk redam
  • Ada gangguan saluran pencernaan, misalnya mual-mual tanpa sebab, atau muntah…
  • Ada tanda-tanda terjadi perdarahan. Misalnya bintik-bintik merah di kulit yang kalo diteken dikit sama benda bening kayak gelas/kaca/penggaris plastik ngga ilang, atau mimisan
  • Tetangga kiri kanan ada yang kena DBD

 
Boleh kita curiga bahwa kita sedang terkena DBD. Ngga usah panik dulu… bisa dilakukan langkah-langkah berikut:

  1. Atasi gejala yang timbul.

Maksudnya, obati gejala-gejala yang dianggap sangat mengganggu, misalnya panas, nyeri badan dan mual muntahnya.. Saran saya, berinvestasilah pada Paracetamol, Antasida, dan Difenhidramin dirumah… murah meriah dan sangat bermanfaat.. Kalau merek dagangnya ya macam-macam… silahkan dicari sendiri.

  1. Beri cairan yang cukup

Minum cairan yang cukup, terutama yang mengandung elektrolit… mau pakai oralit ya boleh, mau pakai minuman elektrolit semacam air kelapa, atau minuman komersial lainnya ya boleh… yang jelas jangan sampai tubuh kekurangan cairan. Ingat, dehidrasi bisa meningkatkan suhu tubuh juga.. plus bikin lemes gaes..
Minum jus jambu boleh????

Boleh aja. Tapi tidak terbatas pada jus jambu ya gaes.. multivitamin pada buah penting buat kita.. jadi disarankan pada kondisi seperti ini konsumsi jus segala buah… buah apa aja boleh.

  1. Tingkatkan daya tahan tubuh

Beri cairan yang cukup, dan sebisa mungkin meski mual atau muntah usahakan nutrisi tetap masuk meski sedikit sedikit tapi sering. perhatikan juga kandungan gizinya. gizi yang cukup akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Boleh diutamakan makanan yang mengandung protein tinggi.
Masih kurang puas? boleh aja ditambah dengan suplemen vitamin atau imunobooster atau imunoregulator misalnya sorry sebut merek Stimuno atau Imboos Force…atau multivitamin lainnya.

  1. Awasi dan Waspadai

Maksudnya, kalo perlu bikin catatan kapan mulai panas, jam berapa saja panasnya muncul, gejala apa saja yang muncul, dan jam berapa saja minum obat.

Sangat disarankan untuk melakukan cek laboratorium terhadap trombosit darah pada hari pertama panas. Kemudian pada hari selanjutnya juga (serial)… baik dilakukan tiap hari atau 2 hari sekali untuk melihat apakah ada tren penurunan trombosit selama terjadi panas.

Perlu diingat pola panas pada DBD. Dan ingatlah bahwa pada hari ke 4/5 adalah masa kritis… jika pada hari ke tiga suhu tubuh mulai menurun disertai dengan badan menjadi lebih lemes, ngga usah banyak pikir, bawa segera ke RS.

Semoga bermanfaat
 
DBD

Perencanaan Indikator SMART

SMART

Dulu, waktu kuliah, pernah ada senior cantik yang mengajarkan materi tentang penetapan tolok ukur keberhasilan, kalau mengikuti tren kekinian istilahnya indikator. Satu-satunya yang nyantol di kepala selain senyum manis sang senior adalah jargon SMART. Ternyata sampai masuk hutan belantara dunia kerja, SMART ini tetap digunakan. Hampir semua sektor pekerjaan yang sadar pentingnya memiliki sebuah tujuan hidup akan berkutat dengan SMART ini, baik secara formal maupun kultural.

Secara awam, SMART (dibaca seperti ngomong pandai dalam bahasa inggris) adalah akronim dari Specific, Measurable, Attainable/Achievable, Relevant, Time Bound. Konon sekarang ada tambahan Continuously improve sehingga menjadi SMART-C. Tapi biarlah, kita abaikan sementara C di belakang, pembahasan mengenai SMART saja sudah cukup menarik.

SMART

S adalah specific, alias spesifik alias jelas. Misal bagi seorang direktur tim sepakbola, penting untuk menetapkan sebuah indikator yang jelas. “Mencetak tim yang menguasai dunia akhirat” tentu bukan sebuah indikator yang spesifik. Yang spesifik misalnya adalah “mencetak tim sepakbola yang bisa terbang“.

Lanjut ke M, measurable, alias dapat diukur. “Tim sepakbola yang bisa terbang” tentunya akan sulit diukur mengingat “bisa terbang” belum terlalu menjelaskan cara mengukurnya. Agar indikator ini tergolong bisa diukur, ada dua cara yang bisa diambil. Yang pertama adalah mencari indikator lain seperti “mencetak tim yang bisa juara liga tarkam”. Yang kedua adalah menetapkan ukuran ukuran untuk “bisa terbang” seperti “bisa terbang adalah bisa bertahan melayang di udara tanpa alat bantu minimal 1 menit”.

Mulai menarik ketika membahas A, attainablealias bisa dicapai. Apakah “mencetak tim sepakbola yang bisa terbang” ini adalah sesuatu yang masuk akal untuk dicapai? Apakah manusia bisa terbang tanpa alat bantu? Bagaimana caranya? Kalau sekedar jawaban umum untuk pertanyaan itu tidak bisa dijawab, maka sebaiknya lupakan indikator itu :D. Karena tidak bisa dicapai, maka indikator “mencetak tim yang bisa terbang” diganti dengan “Mencetak tim yang bisa menyelam dalam air“, indikator yang sama sama specific, measurable, namun juga attainable.

Berikutnya R adalah relevant alias relevan. Okelah indikator “mencetak tim sepakbola yang bisa menyelam” itu spesifik, bisa diukur, dan bisa dicapai, namun apakah indikator itu relevan? Apakah penting bagi sebuah tim sepakbola untuk bisa menyelam? Apakah sebanding hasilnya bagi tim dibanding usaha dan biaya yang dikeluarkan? Jika tidak, maka saatnya indikator “mencetak tim yang bisa juara liga tarkam” tampil ke depan.

Terakhir T yaitu time bound alias bisa dijabarkan dalam fungsi waktu atau terikat waktu. Pertanyaan seperti “kapan kita bisa juara liga tarkam?” “apa saja yang harus kita lakukan? Bisakah dibuat time schedule-nya?” harus bisa dijawab. Kalau ternyata tim anda adalah tim yang bahkan pemainnya belum genap 11 orang, mungkin sudah saatnya melihat indikator lain yang lebih mudah.

Sederhana kan? Menyusun indikator SMART itu mudah. Teorinya sih begitu, tapi di lapangan ternyata hal ini sulit sekali dilakukan. Kesalahan yang paling umum adalah keliru menerjemahkan bagianAttainable dan kurang memperhatikan time bound. Dua hal ini terkadang tidak diperhatikan sebanyak tiga temannya yang lain :D. Selain itu, salah membaca data juga bisa berakibat fatal.

Perlu menggunakan akal sehat dan logika yang baik untuk bisa menentukan apakah sebuah indikator benar-benar secara logis bisa dicapai ataukah hanya khayalan berbumbu teori. Di sinilah letak pentingnya pengetahuan dan pengalaman di lapangan. Jika tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman, tidak masalah selama ada itikad baik untuk mau berusaha mengetahui dan belajar.

Time bound memang gampang-gampang susah, gampang menyusunnya, susah menepatinya :p. Selain target waktu pencapaian indikator, perlu juga diperhatikan timing dari penentuan indikator itu sendiri. Seperti contoh tim sepakbola di atas, kalau indikator “juara liga tarkam” setelah melalui pembahasan alot dengan anggota tim baru bisa ditetapkan setelah liga tarkam berakhir atau H-7 dari dimulainya kompetisi, ya sudah terlambat 😀

Data memegang peranan yang sangat penting. Di zaman secanggih ini, berbagai teori dan alat untuk memperoleh data sudah bertebaran, memperoleh data bukan lagi hal yang sulit. Yang membedakan orang berakal sehat dan tidak adalah dari caranya membaca data dan kemudian menyimpulkannya. Orang yang berpikiran pendek, ketika disajikan data sensus (bukan sampling) bahwa karyawan yang berangkat naik angkot bisa menghasilkan lebih banyak produk dari yang naik motor, akan langsung menyimpulkan bahwa naik angkot bisa memacu produktivitas :D.

Karena itu, alih-alih mengoleksi data sebanyak mungkin yang membutuhkan effort luar biasa, penting sekali bagi manusia menggunakan akal sehatnya untuk memilih mana data yang benar-benar penting serta relevan dan mana data yang meskipun berguna, tapi tidak sebanding dengan usaha mengumpulkannya.

SMART