Pejuang Mimpi

Bangun di keheningan pagi yang sepi
menemukan lagi jejakan arti yang sunyi
menunggu kebangkitan negeri
yang telah lama tertidur seakan mati

Dalam ketiadaan rasa aku berjalan
menyaksi seribu satu aroma kemunafikan
kebohongan yang seakan tiada berakhiran
pengkhianatan dan penistaan terhadap Tuhan

Bagaimana tidak demikian
mengaku beriman padahal mengeruk keuntungan
mengaku prihatin tapi menghamburkan anggaran
mengaku sebangsa tapi tak peduli akan kelaparan

Adakah di sana jiwa-jiwa suci
yang masih berteriak dalam berontaknya hati
menjaga sebuah janji untuk negeri
walau mereka jadi pejuang untuk mimpi-mimpi?

Kemudian aku bertanya
kemudian kita semua pun bertanya
adakah kita adalah salah satu dari mereka
yang masih menjadi pejuang mimpi suci negeri?

(sesak di pagi Shubuh…)

Dekodifikasi Materi

Adakah kita masih mempertanyakan
sejati arti dari materi yang kita pertuhankan
dalam kelunya saksian
akan kehilangan yang tak pernah tergantikan?

Kekuasaan, kebiadaban dan kerakusan
sifat manusia yang harusnya kita kendalikan
sekali lagi menampakkan taring kematian
dan membantai arti dari sebuah kepercayaan

Adakah yang masih bisa kita percaya?
ketika langit tak lagi berwarna jingga
ditingkah lakon pencabutan nyawa
hingga hanya warna merah darah tersisa?

Luruh pun tak cukup tuk gambarkan hati
yang sedemikian hingga terjerumus dalam materi
seribu satu alasan tuk menangkan keinginan diri
yang mungkin esok tak akan lagi berarti

 

Dekodifikasi Materi

Mimpi Untuk Negeri

Aku bermimpi di sebuah pagi
di lingkupan kehangatan mentari
kelak negeri ini akan menjadi jaya
karna karya-karya kita sebagai penerus bangsa

Aku kemudian berjanji
akan kucurahkan semua energi
tuk wujudkan janji-janji yang dulu pernah kuucap
yang dulu telah sangat kuat menancap

Satu bangsa, satu tanah air, satu bahasa
yang mengikat kita dalam satu jiwa
yang menuntun langkah-langkah pasti kita
yang akhirnya sejahterakan kita dalam sebuah keluarga

Sekarang adalah saat tuk ambil langkah pertama
tuk tunjukkan kepedulian dan kebanggan kita
satukan tekad tuk wujudkan mimpi untuk negeri ini
tak ada kata berhenti tuk nyala api yang takkan pernah mati

Tanah Kita

Dalam hening kuhembuskan nafasku
yang tinggal satu-satu
karena telah kutumpahkan semua rasaku
di dinding-dinding kelam sejarah masa lalu

Kuingat bagaimana tanah ini
kita gali setiap hari
tanpa pernah sekalipun dimengerti
hanya tuk dikeruk sekehendak hati

Adakah rasa untuk tetap bersama itu ada?
ketika kita saling angkat senjata
saling menista antara kita
kemudian tertawa sebagai putra durhaka?

Yang jelas tanah ini masih tanah kita
masih setia menaungi kita
walaupun kita lupakannya
walaupun kita telah lupa siapa sejati kita