Ga tau ya – emang tradisinya begitu tuh

Kenapa ya? Sudah Tradisi

Sedikit renungan siang tentang ’emang sudah tradisi’ bahasa Jawanya: Yo Wes ngono kuwi…

Ada satu grup ilmuwan yang bereksperimen dengan lima ekor monyet:

1. Kelima monyet tersebut ditempatkan di sebuah kandang. Di tengah kandang tersebut ada sebuah tangga. Di atas tangga tersebut, terdapat beberapa buah pisang.

2. Setiap ada money yang naik tangga tersebut, para ilmuwan menyiram monyet lain dengan air dingin.

3. Setelah beberapa saat, setiap ada monyet yang hendak naik, monyet yang lain menghajar monyet tersebut.

4. Setelah beberapa waktu, tidak ada lagi monyet yang berani naik ke atas tangga tersebut, meskipun hadiah diatas tangga sangat menggiurkan.

5. Para ilmuwan tersebut kemudian menukar satu monyet dengan yang baru. Tentu saja, monyet yang baru ini langsung berinisiatif naik ke atas tangga. Apa yang terjadi? yang lain langsung menghajarnya.

Setelah beberapa kali di hajar, monyet baru ini sadar bahwa dia tidak seharusnya naik ke atas tangga, meskipun dia tidak tahu alasannya.

6. Para ilmuwan kemudian menukar satu lagi monyet dengan yang baru, dan hal yang sama terjadi. Bahkan monyet yang tidak tahu menahu tersebut ikut menghajar monyet yang baru. Hal ini berulang hingga semua monyet sudah ditukar dengan yang baru.

7. Pada akhirnya, di kandang tersebut terdapat lima ekor monyet yang tidak pernah disiram air dingin, tetapi tetap menghajar setiap monyet yang hendak mencoba naik tangga.

 

Jika kita bisa bertanya kepada mereka: Kenapa anda memukuli monyet-monyet itu?

Mungkin mereka akan menjawab: ‘Ga tau ya – emang tradisinya begitu tuh’

Ga tau ya - emang tradisinya begitu tuh

Sumber: Stephenson, G. R. (1967). Cultural acquisition of a specific learned response among rhesus monkeys. In: Starek, D., Schneider, R., and Kuhn, H. J. (eds.), Progress in Primatology, Stuttgart: Fischer, pp. 279-288.