Mimpi Untuk Negeri

Aku bermimpi di sebuah pagi
di lingkupan kehangatan mentari
kelak negeri ini akan menjadi jaya
karna karya-karya kita sebagai penerus bangsa

Aku kemudian berjanji
akan kucurahkan semua energi
tuk wujudkan janji-janji yang dulu pernah kuucap
yang dulu telah sangat kuat menancap

Satu bangsa, satu tanah air, satu bahasa
yang mengikat kita dalam satu jiwa
yang menuntun langkah-langkah pasti kita
yang akhirnya sejahterakan kita dalam sebuah keluarga

Sekarang adalah saat tuk ambil langkah pertama
tuk tunjukkan kepedulian dan kebanggan kita
satukan tekad tuk wujudkan mimpi untuk negeri ini
tak ada kata berhenti tuk nyala api yang takkan pernah mati

Pertanian dan Makanan Manusia Miskin

Bahan pangan Bamboeroentjing.com

Kalau Saja Negara2 Maju yang hanya 1/6 dari penduduk dunia tidak angkuh dengan memberikan “Makanan Manusia Miskin” kepada binatang ternaknya.

Negara2 Maju memiliki 60% dari seluruh bahan makanan di Dunia, tapi mereka memakai 2/3 jumlah tersebut untuk memberi makan binatang ternaknya. Tak terhitung entah itu dalam bentuk Kedelai, Ampas Bungkil atau Tepung Ikan. Yang berakibat pada kemungkinan kelaparan pada Dunia Ketiga.

Di lain pihak, Negara2 Distributor, pada tahun 2012 memiliki 400-an juta ton daging sapi. Yang artinya dari tujuh miliar penduduk dunia, mendapatkan 70-an kg per kepala, atau keperluan untuk hampir setahun (semua angka dalam hitungan kasar). Jumlah yang menurun dari tahun 1974, dimana Negara2 tersebut memiliki 130 juta ton daging sapi, atau 500-an kg untuk setiap manusia, atau keperluan untuk lima tahun.

Kita dapat melipatgandakan contoh2. Satu Kilogram Kedelai yang merupakan “Makanan Manusia Miskin”, memberikan protein kepada seorang anak manusia sebanyak tiga kilogram daging sapi, atau sepuluh liter Susu, atau 60 butir telur. Tetapi dari seluruh hasil Kedelai Dunia hanya 3% dipergunakan untuk makanan manusia. Selebihnya digunakan untuk memberi makan hewan ternak dan membuat benang sintetik.

Sekarang marilah kita melihat teknik teknologi barat dalam pertanian dan pengaruhnya kepada Dunia Ketiga. Jumlah pupuk yang dihasilkan oleh sebuah pabrik di Bangladesh, yang berharga 140 juta dollar, dan menggunakan Petrol yang sangat banyak serta menggunakan 1.000 tenaga kerja. Jumlah pupuk tersebut dapat dihasilkan oleh 26.000 desa, dengan alat2 yang menggunakan bahan methane. Dengan cara tersebut, bukan hanya menghasilkan pupuk, tetapi bahan bakar dan penerangan tanpa petrol. Disamping itu juga akan memberikan pekerjaan kepada lebih dari 100.000 jiwa, dan biaya yang dikeluarkan bukan 140 juta dollar tetapi hanya separuhnya. Ini hanya contoh pembandingan teknologi dengan angka kasar. Siapa yang paling beruntung ?

Prioritas lain dari pertanian adalah irigasi. Kita ambil contoh sistem irigasi pertanian amerika, yang menggunakan 905 liter bensin untuk setiap satu hektar tanah (baik untuk perabukan tanah, pemberantasan hama, dan pengairan). Inikah yang akan kita tiru ? meskipun sudah, namun tidak merata. Bandingkan dengan inovasi yang lain, yaitu memperbaiki saluran air bawah tanah dan membuat “Aquaduct”(yang tentu saja tidak umum bagi sistem pertanian kita, dimana jika sawah2 Mojokerto kekeringan air, padahal pasokan air masih melimpah di Malang). Dan sekali lagi, tanpa petrol.

Susu, Kopi dan Teh, adalah problem yang lain dalam industri pertanian. Petani harusnya dapat mengepak kopi dan/atau teh dan/atau susu di tempat untuk diekspor. Tetapi yang terjadi adalah, mereka menyerahkan hasilnya kepada perusahaan multinasional seperti Nestle, sementara Kopi dan Teh yang bagus dimonopoli oleh sebuah “kartel” perusahaan negara untuk dijual ke Negara Maju, sementara yang jelek dijual kepada manusia miskin.

 

Bahan pangan Bamboeroentjing.com

 

*Tulisan ini Meracau dan Out of Date (pertama kutulis pada 2003, yang diadopsi dari tulisan Rudolf Strahm – “Mengapa Mereka Itu Terlalu Miskin ?”), Serta tidak membahas kelimpungan dan kebijakan tentang Kedelai dan Pertanian pada sebuah Negara yang katanya Subur dan Makmur*

Slip Biru, Modifikasi Kendaraan, Bekibolang, dll yang salah Kaprah

Saya pernah membaca sebuah topik menarik di suatu forum yang cukup terkenal di Indonesia. Topik tersebut membagi tips untuk menghindari tilang. Wow… melihat judulnya saja saya sudah geleng-geleng, bukannya menghindari tilang ya cukup dengan tidak melanggar aturan ya?. Tidak mau berburuk sangka, saya coba lanjutkan membaca isi thread tersebut. Ternyata banyak sekali tips yang disarankan untuk menggertak polisi saat ditilang, mulai dari menggertak menanyakan aturan, mengaku ngaku sebagai mahasiswa fakultas hukum/pengacara (jadi ingat kasus “anak kapolri” 😛 ), berdebat tanpa ujung mengenai definisi “siang hari” (untuk yang tidak menyalakan lampu motor siang hari), sampai ngotot minta slip Biru. Dalam hati saya geli juga membacanya, saya tidak mungkir bahwa dalam kenyataannya hal hal ini mungkin memang efektif untuk menggertak oknum polisi yang memang tidak berniat menilang melainkan hanya ingin mencari “uang damai”. Tapi kalau seandainya, kebetulan polisi yang dihadapi justru polisi yang lurus (seperti bapak ini misalnya) dan mengerti aturan, hehe bisa berabe akibatnya, bisa bisa jadi seperti kasus si “anak kapolri” yang menerobos jalur Trans J 😛 . Pernyataan saya bukan tanpa alasan, tapi sebelum kita lanjutkan, ada baiknya coba diunduh dulu UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Peraturan Pemerintah No 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan. Sudah? Nah dari aturan segitu banyak, tidak ada salahnya coba anda simak beberapa catatan saya ini, siapa tahu berguna saat anda beruntung bertemu polisi yang lurus 😀 .

1. Slip Biru
Tidak hanya di forum, di media sosial pun banyak yang menshare secara berantai untuk ngotot minta slip biru saat ditilang. Jargon yang dibawa biasanya adalah dua kemungkinan, yang pertama adalah uang masuk negara dan yang kedua adalah kemungkinan oknum polisi yang mencari uang damai urung menilang. Saya tidak mau komentar untuk yang kedua, tapi ada hal yang harus diluruskan untuk masalah pertama.

Baik slip Biru maupun slip Merah, uang denda yang anda bayar sama sama masuk ke negara. Hanya bedanya (ini dengan asumsi kalau slip biru memang masih ada dan berlaku) kalau slip merah anda harus ikut sidang, kalau slip biru anda bisa membayar melalui bank (kalau tidak salah BRI). Enak biru dong, kan gak perlu ikut sidang? Nanti dulu, coba anda lihat pasal 267 yang menyatakan bahwa denda yang harus anda bayar apabila tidak ikut sidang adalah denda maksimal. Kemudian lihat jumlah denda maksimal yang harus anda bayar di beberapa pasal setelahnya (mulai pasal 273) tentang “Ketentuan Pidana”. Kesimpulannya adalah anda menyetor dana maksimal di awal dan tetap harus meluangkan waktu untuk nantinya mengambil uang kembalian dari denda tilang anda setelah sidang.

Silahkan anda putuskan sendiri, kalau saya mending minta slip merah, karena denda yang didapat belum tentu maksimal dan saya cukup datang ke sidang yang prosesnya juga tidak lama (belum ditambah sejumlah “hiburan” di dalamnya). Tapi kalau anda tidak keberatan menyetor sejumlah cukup banyak di awal, ya tidak masalah sih minta slip biru, siapa tahu juga polisinya urung menilang anda.

2. Belok Kiri Boleh Langsung
Alias Bekibolang, selama ini kita sudah terbiasa dengan belok kiri tanpa memperhatikan lampu lalu lintas kecuali ada tulisan yang menyatakan “belok kiri mengikuti lampu”. Dengan berlakunya UU 22 Tahun 2009 ini, yang terjadi adalah sebaliknya. Kalau tidak ada petunjuk “belok kiri boleh langsung”, berarti by default belok kiri harus mengikuti lampu. Tidak percaya? Silahkan baca pasal 112 (terutama ayat 3) . Jadi kalau ada orang alay yang mengklakson tiada henti saat anda berhenti di jalur kiri yang tidak ada petunjuk bekibolang, eluslah dada anda sambil mendoakan dia dapat pencerahan, atau kalau anda bernyali, beritahu saja beliau kalau zaman sudah berubah :p .

3. Kelengkapan Kendaraan
Nah ini yang menarik, tidak jarang kita jumpai kendaraaan yang melakukan modifikasi pada sejumlah kelengkapannya seperti lampu, knalpot, klakson, dll. Andalan mereka saat ditilang adalah selalu berdebat kusir mengenai parameter, misalnya batasan keributan untuk knalpot, batasan terang untuk lampu, dan pembicaraan konyol lainnya. Seperti sudah saya tekankan di awal, mungkin taktik seperti itu bisa membuat anda lolos dari jerat tilang kalau polisi yang menghentikan anda memang oknum yang tidak bermaksud menilang melainkan mencari “uang damai”. Tapi kalau polisi yang menghentikan anda memang berniat menilang, anda berdoa saja denda anda tidak diperberat karena ngeyel tanpa tahu aturan :P. Silahkan buka Peraturan Pemerintah No 55 Tahun 2012, disana sudah tercantum dengan jelas spesifikasi teknis untuk hampir seluruh bagian kendaraan termasuk lampu, knalpot, dan klakson. Sudut sorot lampu, daya terang, decibel maksimal knalpot dan klakson, dan kelengkapan lainnya. Dan sebagai orang yang berpendidikan, anda pasti tahu bahwa parameter-parameter tersebut bisa diukur.

Sebetulnya masih banyak catatan atau hikmah yang bisa diambil, tapi yang umum dan sering terjadi ya tiga diatas. Semoga kita bisa lebih bijak dalam berkendara sehingga bisa lolos dari tilang tanpa perlu melakukan tipuan tipuan murahan apalagi sampai mengaku anak Kapolri :P. Dan sekali lagi saya tegaskan bahwa yang saya catat diatas mungkin memang jarang terjadi, tapi anda kan tidak pernah tahu kapan anda akan bertemu dengan polisi yang “lurus”. Saya masih yakin kalau ada dan bahkan masih banyak Polisi di Indonesia yang lurus, hanya mungkin jarang diekspos saja oleh media 😀

Politisi Australia

Tony Abbott dan Kevin Rudd

Tony Abbott dan Kevin Rudd

 

Jika anda kebetulan sedang berada di Australia sekitar bulan Agustus dan September 2013. Anda pasti akan melihat / mendengar / terbayang kedua orang diatas ini sedang beradu argumen di ‘medan perang’ menyongsong pemilihan umum di negara ini. (Komentar berlebihan) tidak ada semenitpun terlewatkan tanpa mendengarkan kedua orang ini beradu argumen, media radio, televisi, dan bahkan internet pun tidak luput menjadi medan peperangan. Sampai berita ini ditulis, survey membuktikan bahwa keduanya bukan merupakan calon yang ideal (lebih banyak yang tidak puas dengan gaya kepemimpinan keduanya). Tetapi jika harus memilih, sementara ini partai koalisi lebih unggul.

Masalah terbesar Kevin Rudd memang terletak pada ketidakstabilan di partainya. Bayangkan dalam tiga tahun terakhir, beliau berhasil digulingkan dan menggulingkan Julia Gillard dari jabatan ketua partai dan/atau perdana menteri. Meskipun dia lumayan terkenal, masyarakat juga lumayan was-was dan berpikir ‘jangan-jangan nanti dia digulingkan lagi’. Sementara itu partainya Tony Abbott memang dari dulu lebih mementingkan dunia bisnis dimana mereka bisa menciptakan banyak lapangan kerja baru. Memang masalah yang sulit jika membandingkan keduanya, karena disatu sisi orang butuh bekerja, dan disisi lain kebutuhan primer juga harus dipenuhi. Kedua partai ini hanya menawarkan salah satu sisi.

Sebenarnya ada juga partai-partai ga jelas, seperti tercantum di wikipedia ini, contohnya: Australian Sex Party, Help End Marijuana Prohibition Party, bahkan The Wikileaks Party juga ada. Mayoritas dana partai-partai tersebut berasal dari donatur masyarakat dan atau pemilik usaha!

Kevin Rudd mungkin satu-satunya Perdana Menteri di dunia ini yang sangat aktif di dunia maya tak kurang dari 9000 tweets sudah dikicaukan dari account pribadinya @KRuddMP. Kalau kita bandingkan dengan twitter presiden tetangga @SBYudhoyono yang cuma 872 (itupun yang megang accountnya staff khusus presiden). Yah, mungkin yang setara dengan Kevin Rudd adalah POTUS @BarackObama.

Beginilah sekilas mengenai kinerja Politisi Australia.