Ga tau ya – emang tradisinya begitu tuh

Kenapa ya? Sudah Tradisi

Sedikit renungan siang tentang ’emang sudah tradisi’ bahasa Jawanya: Yo Wes ngono kuwi…

Ada satu grup ilmuwan yang bereksperimen dengan lima ekor monyet:

1. Kelima monyet tersebut ditempatkan di sebuah kandang. Di tengah kandang tersebut ada sebuah tangga. Di atas tangga tersebut, terdapat beberapa buah pisang.

2. Setiap ada money yang naik tangga tersebut, para ilmuwan menyiram monyet lain dengan air dingin.

3. Setelah beberapa saat, setiap ada monyet yang hendak naik, monyet yang lain menghajar monyet tersebut.

4. Setelah beberapa waktu, tidak ada lagi monyet yang berani naik ke atas tangga tersebut, meskipun hadiah diatas tangga sangat menggiurkan.

5. Para ilmuwan tersebut kemudian menukar satu monyet dengan yang baru. Tentu saja, monyet yang baru ini langsung berinisiatif naik ke atas tangga. Apa yang terjadi? yang lain langsung menghajarnya.

Setelah beberapa kali di hajar, monyet baru ini sadar bahwa dia tidak seharusnya naik ke atas tangga, meskipun dia tidak tahu alasannya.

6. Para ilmuwan kemudian menukar satu lagi monyet dengan yang baru, dan hal yang sama terjadi. Bahkan monyet yang tidak tahu menahu tersebut ikut menghajar monyet yang baru. Hal ini berulang hingga semua monyet sudah ditukar dengan yang baru.

7. Pada akhirnya, di kandang tersebut terdapat lima ekor monyet yang tidak pernah disiram air dingin, tetapi tetap menghajar setiap monyet yang hendak mencoba naik tangga.

 

Jika kita bisa bertanya kepada mereka: Kenapa anda memukuli monyet-monyet itu?

Mungkin mereka akan menjawab: ‘Ga tau ya – emang tradisinya begitu tuh’

Ga tau ya - emang tradisinya begitu tuh

Sumber: Stephenson, G. R. (1967). Cultural acquisition of a specific learned response among rhesus monkeys. In: Starek, D., Schneider, R., and Kuhn, H. J. (eds.), Progress in Primatology, Stuttgart: Fischer, pp. 279-288.

 

Menyegarkan Kembali Pemahaman Internet Kita

Pitik dan Apaz

Saya tidak akan bicara hal teknis seperti sejarah internet, apa itu internet, atau bagaimana cara terhubung ke internet. Saya hanya ingin menyegarkan kembali pemahaman islam internet kita. Internet, atau lebih dikenal sebagai dunia maya, adalah dunia lain yang bisa kita masuki (istilah kerennya diselancari) tanpa mengenal batas usia, wilayah, kelamin, agama, golongan dll. Karena itu ada baiknya kalau kita bisa memperhatikan hal hal berikut.

1. Anonimitas
Ya, di dunia maya kita bisa menyembunyikan identitas, bahkan membuat identitas baru. Laki laki mengaku perempuan, anak-anak berlagak tua, berselancar dari warnet mengaku dari rumah dengan koneksi dedicated 20mbps, dan lain lain. Memang tidak ada yang melarang, khususnya di Indonesia sampai saat ini, anonimitas adalah “daya keren” tersendiri dengan jargon “tidak penting siapa orangnya, yang penting apa yang ditulis/dikatakannya”, makin orang tidak tahu siapa kita, rasanya makin keren dan makin nyaman. Betapa banyak tokoh anonim yang menjadi selebriti di dunia maya, sebagian dari mereka tidak sepenuhnya anonim, mereka menggunakan nama samaran yang memang sudah diketahui orang banyak, seperti Mark Twain si penulis Tom Sawyer yang identitas aslinya juga diketahui banyak orang.

Dunia maya memang berbeda dengan dunia nyata, jadi selama anda bisa menjaga untuk tidak menyinggung pihak pihak lain, silahkan beranonim ria. Tapi bila anda beranonim ria hanya untuk memprovokasi, cabulisme, mengkritik membabi buta, memaksakan doktrin tertentu, melampiaskan stres di dunia nyata dengan memaki maki sembarangan, atau bahkan sengaja menyulut flame war, maka anda hanyalah seorang pengecut. Perlu anda ingat bahwa sepandai pandai tupai melompat, sepandai pandai anda bersembunyi, suatu saat identitas anda akan ketahuan.

2. Bahasa
Khususnya bila anda bergabung dalam suatu ruang publik atau forum di dunia maya. Hormati dan gunakanlah bahasa yang telah disepakati atau bahasa induk dari wadah/forum/komunitas tersebut. Jangan membuat asumsi dari tulisan orang lain berdasarkan bahasa setempat anda, dan sebaliknya jangan umbar bahasa setempat anda sembarangan karena orang lain mungkin tidak mengerti, salah salah malah bisa salah paham.

Saya punya contoh, pernah suatu ketika ada teman saya yang bukan orang surabaya, tiba tiba dia menggunakan sebuah kosakata yang dalam bahasa surabaya artinya bisa menyulut perkelahian, padahal di daerahnya artinya berbeda. Untungnya dia mengucapkan kata kata itu dalam forum antar teman saja, bayangkan bila ada orang lain yang tidak kenal dan tidak tahu kalau dia bukan anak Surabaya. Oleh karena itu, bila anda bergabung dalam forum berbahasa Indonesia, gunakan bahasa Indonesia, sebaliknya dalam mencerna atau mengartikan tulisan orang lain seyogyanya pula kita gunakan bahasa Indonesia. Begitupun dalam forum berbahasa Inggris, Jawa, Bali, Madura, Perancis, dan lain lain, gunakan bahasa yang sesuai.

3. Tulisan
Sebagian besar komunikasi di dunia maya menggunakan tulisan. Walaupun saat ini video chat dan voice chat sudah mulai menapaki tangga popularitas, namun tulisan sejauh ini masih menjadi sarana utama (ini kesimpulan sependek pengamatan, bukan hasil survey apalagi quick count :p ).

Tulisan bisa menguraikan yang tak terkatakan, pun dia bisa mengatakan yang tidak ingin dikatakan. Karena dalam tulisan kita tidak bisa menyertakan mimik maupun intonasi, maka tata bahasa menjadi penting. Hal yang sering dianggap remeh adalah penggunaan Huruf Besar, tanda seru, dan warna merah. Mungkin mereka yang hobi menggunakan tiga hal tersebut maksudnya hanya ingin diperhatikan, tapi bagi sebagian besar orang, penggunaan huruf besar, tanda seru, dan warna merah bisa diartikan sebagai teriakan, bentakan, bahkan ancaman.

Selain itu gaya tulisan juga perlu diperhatikan, jangan menulis di ruang publik dengan gaya yang hanya bisa dipahami orang tertentu. Hal ini bisa menyinggung perasaan mereka yang tidak mengerti. Yang dimaksud gaya bukanlah makna tersirat, melainkan makna tersurat. Misalnya, tidak banyak orang yang tahu kalau “ber217an”, “katax”, dan “bol3hl4h” itu artinya “berdua satu tujuan”, “katanya”, dan “bolehlah”.

4. Topik
Last but not least, topik atau tema atau arti makna dari tulisan anda harus diperhatikan. Jangan menulis topik yang hanya bisa memicu pertikaian tanpa maksud apapun, khususnya SARA, di ruang publik atau komunitas yang tidak sesuai dengan topik anda, saya kira tidak perlu diberi contoh. Kemudian akan muncul pertanyaan, kalau begitu tidak boleh mengkritik dong? Ya tentunya harus dibedakan topik yang hanya bisa memicu pertikaian dengan sebuah kritik.

Sebuah kritik, sepahit apapun, tetap tidak boleh mengandung unsur fitnah, tuduhan terang terangan (kecuali ada bukti), apalagi sekedar maki makian tanpa arah. Anda bisa gunakan cara yang lebih cerdas, dengan sindiran, kiasan, atau mungkin foto yang bisa mewakili maksud anda. Ingat, sekarang sudah ada UU ITE, anda tentunya tidak mau masuk penjara hanya gara gara tulisan pelampiasan stres kan?

Kalau anda menulis di komunitas anda sendiri, ya terserah, itu urusan anda, sama seperti ketika anda mengatakan bahwa agama anda itu agama yang paling benar ketika ceramah di rumah ibadah anda (yang tidak pake loudspeaker), bukan waktu talk show di radio :p. Justru ketika tulisan anda di komunitas yang terbatas kemudian dibaca oleh orang yang tidak berwenang dan kemudian disalahgunakan, anda bisa menuntut balik orang tersebut karena pelanggaran privasi.

Sebenarnya masih ada banyak sih hal lain yang perlu diperhatikan, tapi saya kira sementara secara umum cukup sampai sini saja dulu pemahaman internet kita. Semoga kita bisa lebih bijak dalam berinternet.

Hiduplah Otonomi Raya

Suatu siang di Cowards School of Wizardry (CSW), Geimonton, si Kepala sekolah merangkap Pemilik merangkap pemimpin besar revolusi pemegang saham tunggal sekolah memanggil Vaijo, wali kelas asrama Dongolon.

“Hei Vaijo, kamu tahu kenapa saya panggil ke sini?”
“tidak tahu Pak”
“nih”, sambil melempar koper ke atas meja.
Vaijo membukanya, ternyata berisi uang yang cukup banyak. “Apa ini Pak?”, tanyanya.
“Kamu bagikan uang itu ke para siswa asrama Dongolon yang rumahnya di sekitar rawa-rawa”, tukas Geimonton sambil melempar daftar nama siswa yang rumahnya di dekat rawa-rawa.
“terus saya harus bilang uang apa ini ke mereka?”, tanya Vaijo semakin bingung. “bilang saja itu uang bantuan tunai hasil saya mencabut subsidi SPP kemarin”, kata Geimonton, “eh tapi sebetulnya saya masih ada sisa banyak loh”, lanjutnya berbisik sambil tersenyum penuh arti.
“Siap pak, akan saya laksanakan”, tukas Vaijo sambil ngeloyor pergi.
Continue reading “Hiduplah Otonomi Raya”

Politisi Australia

Tony Abbott dan Kevin Rudd

Tony Abbott dan Kevin Rudd

 

Jika anda kebetulan sedang berada di Australia sekitar bulan Agustus dan September 2013. Anda pasti akan melihat / mendengar / terbayang kedua orang diatas ini sedang beradu argumen di ‘medan perang’ menyongsong pemilihan umum di negara ini. (Komentar berlebihan) tidak ada semenitpun terlewatkan tanpa mendengarkan kedua orang ini beradu argumen, media radio, televisi, dan bahkan internet pun tidak luput menjadi medan peperangan. Sampai berita ini ditulis, survey membuktikan bahwa keduanya bukan merupakan calon yang ideal (lebih banyak yang tidak puas dengan gaya kepemimpinan keduanya). Tetapi jika harus memilih, sementara ini partai koalisi lebih unggul.

Masalah terbesar Kevin Rudd memang terletak pada ketidakstabilan di partainya. Bayangkan dalam tiga tahun terakhir, beliau berhasil digulingkan dan menggulingkan Julia Gillard dari jabatan ketua partai dan/atau perdana menteri. Meskipun dia lumayan terkenal, masyarakat juga lumayan was-was dan berpikir ‘jangan-jangan nanti dia digulingkan lagi’. Sementara itu partainya Tony Abbott memang dari dulu lebih mementingkan dunia bisnis dimana mereka bisa menciptakan banyak lapangan kerja baru. Memang masalah yang sulit jika membandingkan keduanya, karena disatu sisi orang butuh bekerja, dan disisi lain kebutuhan primer juga harus dipenuhi. Kedua partai ini hanya menawarkan salah satu sisi.

Sebenarnya ada juga partai-partai ga jelas, seperti tercantum di wikipedia ini, contohnya: Australian Sex Party, Help End Marijuana Prohibition Party, bahkan The Wikileaks Party juga ada. Mayoritas dana partai-partai tersebut berasal dari donatur masyarakat dan atau pemilik usaha!

Kevin Rudd mungkin satu-satunya Perdana Menteri di dunia ini yang sangat aktif di dunia maya tak kurang dari 9000 tweets sudah dikicaukan dari account pribadinya @KRuddMP. Kalau kita bandingkan dengan twitter presiden tetangga @SBYudhoyono yang cuma 872 (itupun yang megang accountnya staff khusus presiden). Yah, mungkin yang setara dengan Kevin Rudd adalah POTUS @BarackObama.

Beginilah sekilas mengenai kinerja Politisi Australia.