Cara memilih Caleg di Pemilu – Pemilihan Umum Indonesia 2014

Pemilu 2014 Mencoblos Lagi

Ada artikel menarik bertajuk ‘an incomplete idiot’s guide to voting this April‘ di Jakarta Post, yang menurut saya memegang peranan penting dalam mendidik generasi muda kita akan pentingnya pemilihan umum. Didalam artikel ini, saya mungkin akan men-translate ke dalam bahasa Indonesia secara verbatim di beberapa bagian.

Kebanyakan dari kita mungkin akan berpikir: Ngefek ga sih suara kita di pemilu kali ini (atau secara umum)? Toh cuma satu suara dari sekitar 100 juta-an pemilih. Tapi bagaimana kalau suara anda ini pengaruhnya besar sekali? siapakah yang akan anda pilih?

Mungkin yang sudah tahu akan memilih partai atau caleg mana (terutama para simpatisan), boleh berhenti membaca sekarang. Buat yang lain, anda harus memahami terlebih dahulu bahwa suara kita dapat memberikan perubahan jika anda tahu apa yang anda harapkan dengan memberikan suara anda ini.

Saran yang menurut saya sangat bagus dari penulis artikel ini (Endy Bayuni) tentang pemilu:

– Jika anda tidak senang dengan cara penguasa mengontrol partai-partai politik yang besar, maka anda harus melawannya dengan memilih kandidat / caleg yang paling mewakili aspirasi anda

– Jangan memilih partai politik, karena hasil akhirnya akan sama saja. Beberapa caleg mungkin masih mempunyai niat yang tulus dan dapat memperjuangkan hak anda dengan melawan para penguasa di dalam parlemen.

Permasalahan utama dari memilih dengan cara ini adalah banyaknya jumlah caleg dan partai politik di pemilu kali ini. Internet membuat riset anda menjadi sangat mudah dan jangan hanya mengandalkan ‘media mainstream’ karena mereka tentu saja memiliki agenda politik sendiri. Website KPU mungkin dapat menjadi tempat untuk memulai riset anda ini karena mereka mempunyai daftar caleg di daerah anda. Jangan lupa untuk menggunakan Google untuk riset lebih lanjut.

Cara Memilih Caleg yang tepat – dengan riset melalui internet

1. Pastikan bahwa anda terdaftar sebagai pemilih. Di website KPU, klik ‘Daftar Pemilih Tetap (DPT)‘ seperti terlihat di gambar di bawah ini. Di dalamnya, masukkan NIK (Nomor Induk Kependudukan yang terdapat di KTP) anda. Jika nama anda terdaftar, anda akan dapat melihat Daerah Pemilihan (Dapil) anda.

2. Cari tahu berapa banyak kursi yang tersedia di Daerah Pemilihan (Dapil) anda. Di halaman utama website, Pilih ‘Daerah Pemilihan Pemilu 2014‘ dan ‘Peta Dapil Anggota DPR‘. Jika anda klik nama provinsi tempat domisili anda, akan terdapat peta Daerah Pemilihan. Sebagai Contoh, Jawa Timur mempunyai 11 Dapil  dan Surabaya masuk di Dapil Jatim I dengan 10 kursi.

3. Cari tahu daftar caleg di dapil anda. Kembali ke halaman utama website, pilih ‘DCT DPR PEMILU 2014‘ dan dapil anda. Untuk Dapil Jatim I, ada 12 partai politik dan 118 nama caleg. Mungkin anda mengenali beberapa dari nama-nama tersebut karena mereka public figure atau politikus ternama.

DPT

Seperti pak Endy, saya juga tidak pernah memilih partai yang sama diantara dua pemilu. Cara tercepat dalam mengeliminasi daftar kandidat ini adalah mencoret partai yang tidak akan anda pilih. Mungkin anda bisa melihat wikipedia untuk mengetahui profil lengkap partai politik Pemilu 2014 ini. Pak Endy menyarankan untuk melihat Ketua Umum, Ideologi, dan track record dari partai-partai tersebut.

Idealnya, proses eliminasi ini akan menghasilkan dua atau tiga partai pilihan anda dan sekitar 20-30 nama caleg. Janganlah memilih berdasarkan foto yang tertera atau nomer urutan partai. Caleg dengan nomer urut teratas biasanya merupakan orang yang dekat dengan ketua umum atau (mungkin) membayar uang iuran yang sangat besar. Sekedar saran dari pak Endy: Pilihlah caleg urutan bawah, karena mereka biasanya lebih muda dan mungkin lebih cocok dengan generasi anda. Untuk kesetaraan gender, disarankan juga untuk memilih wakil rakyat yang perempuan.

Cara yang sama dapat anda tempuh untuk memilih anggota DPD. Di halaman utama website KPU, terdapat pilihan ‘DCT DPD Pemilu 2014’. Link untuk Jatim sayangnya tidak tepat dan mengarah ke Jawa Tengah. Link yang benar ada di halaman ini.

Memilih Anggota DPRD

Untuk DPRD Surabaya, website yang anda tuju adalah KPUSurabaya.go.id. Peta Dapil Surabaya dapat dilihat dari link ini dan daftar Calon Tetap untuk DPRD di kota Surabaya, dapat dilihat dari link ini.

Jadi, bagaimana cara memilih caleg yang tepat?

Setelah anda mempunyai sekitar 10 caleg yang berkemungkinan besar untuk anda pilih, anda bisa menggunakan Google untuk mengenal mereka lebih jauh. Mereka mungkin mempunyai akun Twitter atau facebook. Anda bisa mengamati karakter mereka dari pilihan tata bahasa dan posting-posting mereka.

Anda bisa melakukan ini hingga tanggal 9 April nanti dimana suara anda akan menentukan masa depan bangsa kita.

Komisi Pemilihan Umum
(Sumber gambar dari KPU.go.id)

Aksi Solidaritas dan Tafakur Nasional

Dukungan moral dan formal Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) terhadap ‘anggota IDI yang dilakukan dengan cara-cara yang tidak manusiawi’ terus bergulir. Bamboeroentjing.com telah membahas hal ini secara makro dalam artikel yang bertajuk ‘Profesi dan Empati‘.

PB IDI berencana menggelar aksi solidaritas nasional yang akan dilaksanakan pada hari Rabu, 27 November 2013. Selain penanganan kasus gawat darurat dan pelayanan pasien tidak mampu, dokter di Indonesia diharapkan dapat mendukung aksi ini, dengan sebagai berikut:

  • Berdiam diri (atau bisa disebut sebagai tafakur) di kediaman masing-masing, tetapi tidak lupa untuk mondoakan kesehatan dan keselamatan rakyat Indonesia, kesembuhan pasien, dan keamanan dokter Indonesia dalam menjalankan tugasnya.
  • Menyampaikan pendapat atau dukungan ini di depan publik dengan tetap menjunjung tinggi etika profesi, tetap di dalam koridor hukum dan menjaga ketertiban.

 

Scan dokumen dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dapat di lihat di link berikut: Serukan Aksi Solidaritas Nasional. Isi dari scan tersebut adalah sebagai berikut:

 

AKSI SOLIDARITAS DAN TAFAKUR NASIONAL

Pada tanggal 25 November 2013, bertempat di Kantor PB lDl Jakarta, telah dilaksanakan rapat koordinasi antara Musyawarah Pimpinan Pusat PB lDl (MPP) dengan seluruh Ketua/penruakilan Perhimpunan Pusat. Rapat diawali dengan pengarahan Ketua umum PB IDI dengan pimpinan rapat adalah Ketua MPPK.
Rapat menyepakati butir-butir keputusan sebagai berikut :
1. Mengingatkan seluruh dokter Indonesia agar tetap menjaga citra dan nilai luhur profesi dokter berdasarkan Sumpah Dokter yaitu mengutamakan keselamatan pasien.
2. Menyampaikan protes keras kepada Kejaksaan Agung RI dan Kepolisian RI dengan tembusan kepada semua pemangku kepentingan sekaitan dengan penangkapan anggota IDI yang dilakukan dengan cara-cara yang tidak manusiawi. Dokter yang ditangkap diperlakukan layaknya seorang penjahat berat
3. Melaksanakan aksi solidaritas nasional dalam bentuk;

  • Bertafakur dan berdiam diri di kediaman masing-masing dan mendoakan kesehatan dan kesejahteraan seluruh rakyat, kesembuhan pasien serta keamanan dokter Indonesia dalam menjalankan tugasnya.
  • Menyampaikan pendapat/dukungan di depan publik dengan tetap menjunjung tinggi etika profesi serta menjaga ketertiban dan tidak anarkis. Dalam aksi tersebut tetap menggunakan pita hitam di lengan kanan dan pin IDI yang bertuliskan “Tolak Kriminalisasi Dokter”

Aksi ini dilaksanakan selama satu hari pada hari Rabu, 27 November 2013, di seluruh tanah air ; dengan tetap memberikan pelayanan kepada pasien tidak mampu dan kasus gawat darurat.
4. Membentuk Tim Khusus untuk pendampingan dan dukungan dalam persiapan dan proses sidang Peninjauan Kembali (PK).
5. Hal-hal lain yang bersifal tehnis terkait dengan Agenda Aksi Solidaritas ini akan kami susulkan kemudian.

Jakarta, 25 November 2013

Ketua Umum, Dr. Zaenal Abidin, MH

Sekretaris Jenderal, Dr. Daeng M Faqih,MH

Tolak Kriminalisasi DokterGambar diatas diambil dari IDI Online