Cara Menurunkan Berat Badan Tanpa Olahraga

Cara Menurunkan Berat Badan Tanpa Olahraga

Latar Belakang – Cara Menurunkan Berat Badan Tanpa Olahraga

Di akhir bulan Januari 2017… Saya baru saja kembali dari liburan 1 bulan di Indonesia, dimana saya mencoba berbagai macam makanan fantastis yang tidak dapat saya temukan di Sydney. Padahal, sebelum berangkat liburan sudah ada pesta-pesta akhir tahun di Sydney.

Sewaktu saya menjalankan rutinitas timbang badan di pagi hari, timbangan saya menunjukkan angka 99,6 kg. Angka itu adalah yang tertinggi selama ini. Sejak saat itu, saya bertekad untuk tidak akan menyentuh berat tiga digit dalam hidup saya.

Saya mulai mencari apa yang dapat saya lakukan dengan nyaman untuk mengurangi berat badan saya … dengan satu syarat: ga pake olahraga. Saya sengaja memilih untuk tidak berolahraga karena hal-hal berikut:

  • Secara pribadi, saya pikir untuk mengubah dua kebiasaan utama (makan lebih sedikit dan berolahraga lebih banyak) adalah sesuatu yang tidak akan bisa saya raih secara sustainable dalam jangka panjang.
  • Sejak saya meninggalkan olah raga Thai Boxing dan pindah ke daerah lain, saya belum menemukan gym lain yang cocok. Maka dari itu, saya tidak akan bisa berolahraga secara rutin.

Jika Anda telah mencoba menurunkan berat badan, Anda akan tahu bahwa ada 1.000.000 cara untuk menurunkan berat badan dengan beragam hasil. Namun selalu ada satu tema yang mendasar: Niat (atau bahasa kerennya Force of Will). Ini yang juga ingin saya tekankan: Keberhasilan Anda dalam mencapai tujuan tergantung pada seberapa banyak Anda berkomitmen terhadapnya.

Stage 1 – Cara Menurunkan Berat Badan Tanpa Olahraga

Setengah 2 Setengah

Stage 1 adalah ketika saya melakukan diet ini tanpa alat bantu (lebih lengkapnya baca di stage 2 dibawah ini), saya cuma pakai timbangan badan sederhana di rumah. Yang saya lakukan pada stage ini adalah dengan makan seperti biasa tetapi porsinya dibagi menjadi dua. Saya menyebutnya setengah 2 setengah karena setengah porsi pertama saya makan di jam makan siang atau malam seperti biasa, tetapi setengah porsi lainnya saya akan makan dua jam setelah itu. Jadi dalam 1 hari, saya akan makan empat kali, tapi porsinya cuma setengah dari yang biasa saya makan.

Tujuan dari cara ini adalah anda akan meninggalkan porsi makan malam yang terakhir karena Anda tidak terlalu lapar dan/atau sudah terlalu malam untuk menghabiskan porsi tersebut.

Saya tidak benar-benar mengukur berapa lama saya melakukan ini, tetapi setelah hampir satu tahun, saya berhasil turun ke 86. Setelah itu, berat badan saya naik turun di sekitaran angka 86 – 90.

Stage 2 – Cara Menurunkan Berat Badan Tanpa Olahraga

Pada bulan Juni 2018, saya baru tahu kalau dua teman baik saya: @emmanuelses dan @missrasjid telah mengalami transformasi yang sangat menakjubkan. Mereka berhasil menurunkan berat badan antara 20 – 40 kg.

Sesuai saran mereka, di stage 2 ini saya menggunakan aplikasi sederhana yang disebut MyFitnessPal. Aplikasi ini merekam semua asupan makanan saya dalam kalori. Aplikasi ini juga membantu mengatur target penurunan berat badan. Dalam hal ini, saya ingin turun dari 86,4 ke 80.

Setelah memasukkan data-data kita, aplikasi ini menyebutkan jika saya ingin menghilangkan 0,5 kg per minggu, saya harus makan 400 kalori lebih sedikit dari Total Pengeluaran Energi Harian (TDEE). Saya rasa 1740 adalah tujuan yang cukup moderat bagi saya.

Cara memasukkan data makanan di aplikasi ini lumayan simple, anda tinggal mencari makanan anda di dalam aplikasi ini, dan akan keluar secara otomatis jumlah kalori makanan tersebut. Karena banyak user yang sudah memakai aplikasi ini, mungkin daftar makanannya akan beragam dengan berbagai macam jumlah kalori.

Dua saran yang bisa saya berikan kepada diri saya pribadi adalah:

  • Jika ragu akan jumlah kalori suatu masakan, selalu gunakan jumlah kalori tertinggi dari daftar makanan di aplikasi tersebut.
  • Minum air putih yang banyak. Buat saya, paling ngga 1,8 liter per hari. Saya punya botol 1,8 liter di kantor untuk kebutuhan saya di hari kerja. Saya juga memiliki botol 500 ml untuk akhir pekan (jadi ga perlu bawa botol air raksasa kemana-mana).

2 minggu terakhir dari stage 2 dan meskipun saya telah makan kurang dari TDEE yang direkomendasikan, berat badan saya tidak bisa turun dari kisaran 82 – 83.

Saya kemudian mengubah target saya. Saya menetapkan target baru di MyFitnessPal menjadi 75 kg dengan penurunan berat badan 0,5 kg per minggu. Untuk mengakomodasi target baru ini, TDEE saya dikurangi menjadi 1640 oleh aplikasi tersebut.

Lumayan juga bisa turun dari 86,4 ke 82 dalam waktu 2 bulan.

Saya kemudian meneruskan cara ini dengan rata-rata TDEE 1640, berat badan saya pada tanggal 5 December 2018 mencapai angka 76,5.

Bonus Stage

Jika anda ingin lebih cepat menurunkan berat badan, memang olah raga menjadi salah satu alat terbaik. Tetapi, anda harus dapat melakukannya secara rutin.

Buat Anda yang menyukai statistik dan grafik, berikut adalah beberapa grafik cepat yang menunjukkan korelasi antara TDEE (asupan kalori) dan kenaikan / penurunan berat badan saya.

Daily Intake difference vs Weight Difference
Daily measurement of Weight vs TDEE

Kesimpulan

Menurunkan berat badan dari 99,6 ke 76,5 tidak terlalu sulit jika Anda dikelilingi oleh orang yang mendukung dan alat yang tepat. Saya juga perlu menekankan satu tema yang mendasar: Niat atau Force of Will. Apa pun yang Anda lakukan, Anda harus berkomitmen penuh.

Artikel ini ditulis pertama kali di blog saya berbahasa Inggris: ardipradana.com.

Pembuatan Paspor Anak di Australia

Pembuatan Paspor Anak di Australia

Pembuatan paspor anak di Australia, terutama balita, bisa jadi hal yang lumayan membingungkan jika anda tidak mendapatkan informasi yang lengkap.

Di sini, saya akan menuliskan langkah-langkah yang saya tempuh untuk pembuatan paspor anak di Australia. Karena saya berdomisili di New South Wales, saya akan menulis tentang caranya untuk pembuatan di KJRI Sydney.

Berikut langkah-langkah yang saya tempuh dalam pengurusan pembuatan paspor anak di Australia:

1. Search di mbah Google dengan kata kunci berikut: perpanjangan paspor Indonesia di Sydney

Hasil search menyebutkan dua situs yang lumayan valid:

KJRI Sydney

Tergantung tempat tinggal anda, paspor hanya bisa diurus di Sydney atau Melbourne.

2. Di halaman situs KJRI Sydney tersebut sudah bisa dibaca lengkap cara pengurusan pembuatan paspor biasa anak – Silahkan dibaca sendiri dengan seksama.

Hal penting yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut:

  • Jangan langsung datang ke KJRI! Semua orang harus booking appointment secara online – lihat nomor 3 dibawah
  • Formulir permohonan paspor harus diisi dengan lengkap beserta persyaratan-persyaratannya yang lumayan banyak
  • Biaya permohonan A$ 47
  • Prosesnya memakan waktu 4 hari kerja.
  • Jam pelayanan… ini yang penting!! … Pengajuan hanya bisa dilakukan dari jam 9.00am – 12.15pm dan pengambilan hanya bisa dilakukan dari jam 2.15pm – 3.30pm

Pembuatan Paspor Anak di Australia

3. Melakukan registrasi secara online melalui alamat berikut: www.kjrisydney.com/simkimregistration

Hal pertama yang harus anda lakukan adalah booking appointment untuk datang ke KJRI melalui situs yang tersebut diatas. Jangan lupa untuk booking juga waktu pengambilan paspor nya, karena anda harus datang kembali ke KJRI. Di booking online ini tidak disebutkan jamnya jadi anda bisa datang sewaktu-waktu… tetapi harus diantara waktu yang dialokasikan untuk pendaftaran atau pengambilan.

4. Mengisi formulir pembuatan paspor biasa anak dan melampirkan dokumen pelengkap

Ada 2 halaman formulir yang perlu diisi yang kebanyakan hanya data-data standar formulir. Dokumen pelengkap yang diperlukan adalah:

  • Paspor asli RI yang lama
  • Fotokopi akte kelahiran / ijazah / surat nikah berbahasa Indonesia. Jika berbahasa asing, harus diterjemahkan/legalisasi ke dalam Bahasa Indonesia. KJRI Sydney bisa mengurusnya sewaktu anda mengurus paspor (jadi ga perlu bolak balik ke KJRI). Ada biaya untuk menerjemahkan dokumen ini.
  • Fotokopi bukti ijin tinggal / visa / VEVO online
  • Fotokopi bukti alamat domisili (SIM / bank statement / rekening listrik / air / telepon / gas)

5-syarat

Di gambar diatas disebutkan pas foto. Tetapi untuk yang terkini, foto harus dilakukan sendiri, termasuk jika pemohon adalah balita. Jadi untuk paspor balita, mohon sediakan waktu yang lebih karena memfoto balita agak lebih susah.

5. Jika anda berada di wilayah NSW, anda harus datang sendiri untuk menyerahkan berkas ke KJRI Sydney di 236 – 238 Maroubra Road, Maroubra 2035.

Pengajuan hanya bisa dilakukan dari jam 9.00am – 12.15 pm.

6. Tunggu 4 hari, atau tanggal booking yang telah anda tentukan. Kemudian datang lagi ke KJRI Sydney antara jam 2.15pm – 3.30 pm untuk mengambil paspor baru anda.

Perpanjangan Paspor Indonesia

Pembuatan paspor anak di Australia

Kesimpulan: Dibandingkan dengan 2 tahun yang lalu, proses pembuatan paspor anak di Australia mungkin agak sedikit lebih teratur dengan diberlakukannya sistem booking appointment. Jadi yang datang ke KJRI ga akan membludak.

Tetapi jam pengajuan dan pengambilan masih lumayan memberatkan.

Ketika Jam Kerja Pelayan Masyarakat Dipertanyakan

Ketika Jam Kerja Pelayan Masyarakat Dipertanyakan

“Sabtu tidak mau melayani. Padahal, ada warga yang bisanya mengurus (administrasi dsb.,red) hari Sabtu. Mereka (warga), kalau mengurus pas hari biasa, gaji mereka bisa dipotong. Tolong teman-teman memikirkan dan merenungkan itu,” Risma, Walikota Surabaya

Membaca link berita ini benar benar membuat kagum. Masih ada kepala daerah yang mau repot-repot menasehati para pegawainya dengan sudut pandang yang bukan dari menara gading melainkan benar-benar memikirkan dari sudut pandang masyarakat.

Ketika Jam Kerja Pelayan Masyarakat Dipertanyakan

Saya yakin, sebagian besar dari kita yang memang pekerja kantoran umumnya menempuh 5 hari kerja, bahkan mungkin ada yang 6 atau 7 hari kerja. Tentunya waktu luang yang dimiliki untuk mengurus apapun layanan publik mulai sekedar surat keterangan pencari kerja sampai izin usaha hanya pada saat libur alias sabtu dan minggu. Lantas apa yang harus dilakukan jika pada saat libur justru pelayanan tutup? akhirny kita harus izin, dengan resiko seperti yang sudah dikatakan Ibu Walikota yang saya nukil di atas.

Solusi masalah ini sebetulnya banyak. yang pertama tentu saja menambah pegawai untuk membuka loket pelayanan selama 7 hari atau bahkan 24 jam. Bagaimana kalau ternyata untuk opsi tersebut tidak bisa dilakukan karena terkendala anggaran atau sumber daya manusia? kalau hanya menambah 2 atau 4 jam kerja saja mungkin bisa diatasi dengan lembur, tapi kalau sampai menambah jam kerja lebih dari 5 jam setiap harinya, bisa-bisa justru para pegawainya yang akan berbondong-bondong masuk rumah sakit. Oleh karena itu mungkin beberapa alternatif usulan ini bisa dipertimbangkan.

1. Geser jam operasional

Selama ini jam kerja yang jamak digunakan untuk pelayanan adalah jam 7 pagi sampai jam 4 sore, dengan istirahat siang. mungkin akan lebih baik kalau jam operasional ini digeser menjadi mulai jam 1 siang sampai jam 10 malam. Dengan begini mereka yang bekerja bisa mengurus layanan yang dibutuhkan selepas jam kerja tanpa perlu menambah jumlah petugas.

2. Geser hari operasional

Ini mirip dengan nomor satu, tapi yang digeser harinya. Kalau selama ini operasional pelayanan adalah senin sampai jumat ditambah setengah hari pada hari sabtu (kalau ada), digeser saja menjadi rabu sampai minggu ditambah senin setengah hari (kalau ada). dengan demikian tidak ada lagi alasan tidak sempat mengurus pelayanan/perizinan karena bekerja. Namun titik lemah cara ini adalah pada para pegawainya, kalau hari libur mereka justru pada hari selasa dan senin, jadwalnya tidak akan cocok dengan jadwal libur sekolah anak dan istri (kalau punya).

3. Gunakan Teknologi Informasi

Di banyak daerah cara ini sudah digunakan. Dengan menggunakan teknologi informasi, pengurusan layanan maupun perizinan bisa dilakukan kapan saja dan dari mana saja. Namun kelemahan sistem ini adalah pada back officenya, percuma saja kalau orang bisa mendaftar layanan pada jam 11 malam kalau di sisi back office tidak ada petugas yang memprosesnya.

Mungkin otak terbatas saya baru bisa terpikir 3 cara itu sih yang paling masuk akal. Kalau cara itu dilakukan, ditambah peningkatan kualitas petugas yang melayani supaya bisa lebih ramah dan humanis, saya yakin calo dan biro jasa bisa berkurang jumlahnya.

Ketika Jam Kerja Pelayan Masyarakat Dipertanyakan

Pemerintah mata duitan? Coba cek dulu aturan pajak yang bener!

Pemerintah mata duitan

Akhir-akhir ini di dunia maya sedang diributkan mengenai seseorang yang membeli tas dan kemudian dikenakan pajak puluhan juta rupiah oleh petugas bea dan cukai.

Sebenarnya ini pemerintah mata duitan atau kita yang tidak mengerti aturan pajak?

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6/PMK.010/2017, pemerintah mengatur 10.826 jenis barang dengan tarif bea masuk yang beragam mulai 0% sampai lebih dari 30 persen.

Sebenarnya semua sudah tertuang di Peraturan Menteri Keuangan Nomor 188/PMK.04/2010. Bagi anda yang ingin tahu peraturan lengkapnya kayak gimana, silahkan download PMK 188 di link ini.

Tapi ga mungkin kan kita baca itu semua! Untuk lebih gampangnya, kami bikin list yang lebih mudah dimengerti berikut ini:

Apa saja yang TIDAK kena pajak?

  1. Barang yang dibawa ke luar negeri dan kemudian dimasukkan kembali ke dalam negeri (Pasal 7 ayat 1). Pasal ini buat yang berpergian keluar negeri
  2. Barang pribadi yang akan digunakan selama berada di Indonesia dan akan dibawa kembali pada saat meninggalkan daerah (Pasal 7 ayat 2). Pasal ini buat yang mudik atau liburan ke Indonesia
  3. Barang pribadi sampai dengan batas nilai tertentu (US$250 per penumpang atau US$1,000 per keluarga) (Pasal 7 ayat 3) Untuk awak pesawat nilai tersebut hanya US$50. (Pasal 10 ayat 1)
  4. Diluar point ketiga, barang berikut ini juga bebas bea masuk dan cukai untuk SETIAP penumpang dewasa:
    • 200 batang sigaret
    • 25 batang cerutu
    • 100 gram tembakau
    • 1 liter alcohol (Pasal 9 ayat 1)
  5. Untuk awak pesawat bebas bea masuk dan cukai dibatasi hanya sebanyak:
    • 40 batang sigaret, 10 batang cerutu, 40 gram tembakau. 350ml alcohol (Pasal 11 ayat 1)

Apa saja yang kena pajak?

  1. Barang pribadi dengan nilai diatas US$250 per orang atau US$1,000 per keluarga. (Pasal 8 ayat 1)
  2. Uang melebihi Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah)
  3. Barang dagangan, barang impor, barang kiriman
    • Barang dagangan adalah barang yang menurut jenis, sifat dan jumlahnya tidak wajar untuk keperluan pribadi, diimpor untuk diperjualbelikan, barang contoh, barang baku atau bahan penolong industry dan/atau barang yang digunakan untuk tujuan selain pemakaian pribadi
    • Barang kiriman adalah barang impor yang dikirim oleh pengirim terentu di luar negeri kepada penerima tertentu di dalam negeri

Apa saja yang dilarang masuk?

  1. Barang bebas bea masuk dan cukai diatas jumlah yang diperbolehkan (contoh: alkohol lebih dari 1 liter)
  2. Barang larangan dan barang yang dibatasi untuk impor

Beberapa masukan:

  • Kalau memang anda kena pajak, jangan lupa untuk minta bukti pembayaran kepada pejabat bea dan cukai.
  • Saat keberangkatan, kita bisa meminta pejabat bea dan cukai untuk mengidentifikasi barang pribadi untuk mempermudah identifikasi barang saat masuk kembali ke daerah.

Pemerintah mata duitan

Kurangi Debat, Perbanyak Diskusi

Kurangi diskusi, perbanyak debat

“Ketahuilah dan yakinlah bahwa perdebatan yang diadakan dengan tujuan mencari kemenangan, menundukkan lawan, melahirkan kelebihan dan kemuliaan diri, membesarkan mulut di muka orang banyak, ingin kemegahan dan kebebasan serta ingin menarik perhatian orang, adalah sumber segala budi yang tercela pada Allah dan terpuji pada Iblis Musuh Allah”, -Ihya Ulumuddin-

Berdasarkan pengalaman, berdebat, terutama yang tidak didukung iklim yang kondusif, akan menyisakan luka di hati. Berdebat itu memang sekali-sekali perlu, terutama ketika hendak mencegah sebuah keburukan massal atau hendak menggolkan kebaikan massal. Namun seringkali, orang lebih suka terpancing melakukan debat yang sia-sia dan menorehkan luka di hati. Kita jauh lebih perlu memperbanyak diskusi daripada debat, dua terminologi ini saya gunakan untuk memisahkan pemahaman saja, bukan untuk berdebat soal definisi dalam kamus. 😀

Lantas apa bedanya berdebat dengan berdiskusi?


1. Tujuan
Dalam sebuah perdebatan, biasanya kita mencari kemenangan, sedangkan dalam diskusi, tujuannya adalah saling memperkaya cakrawala masing-masing.

2. Mendengarkan lawan bicara
Dalam sebuah perdebatan, karena ingin menang, kita dapat terpancing mendengarkan lawan bicara untuk mencari kelemahan dalam argumentasinya, bahkan kalau perlu kesalahan sepele seperti tata bahasa akan dieksploitasi untuk menyerang. Dalam diskusi, kita mendengarkan lawan bicara untuk memahami dan menyerap substansi argumennya untuk kemudian ditanggapi atau diterima.

3. Data
Dalam sebuah perdebatan, data seolah-olah sudah menjadi kewajiban, tanpa data anda bukanlah apa-apa dan diremehkan. Bahkan ketika anda sudah membawa data segede gaban, pihak lawan juga akan tetap mengorek-ngorek keshahihan data anda (padahal bagi orang yang menggeluti dunia per-data-an, tentunya tahu serba-serbi bagaimana sebuah data dihasilkan dan disimpulkan 😛 ). Dalam diskusi, data akan menjadi sebuah tambahan yang memperkaya argumentasi, namun semua pihak bisa berasumsi dan bersimulasi tanpa perlu takut diserang. Misalnya dalam sebuah diskusi tentang perancangan software, ketika ada yang mengatakan, “bagaimana seandainya ada user yang begini?” alih-alih diserang dengan, “Emangnya mana datanya? ada berapa banyak user yang seperti itu?” akan lebih baik kalau pertanyaan tersebut direspon dan dibahas bersama untuk antisipasi ke depan.

4. Adab
Dalam berdebat, rawan bagi adab untuk dilupakan, suara meninggi, memotong pembicaraan pihak lain, bahkan menekan secara mental melalui pendukung (kalau ada penonton) yang ujung-ujungnya bukan membuat lawan bicara mengeluarkan argumentasi terbaiknya melainkan justru menekan supaya performanya jelek. Dalam diskusi, biasanya dilakukan dengan lebih santai, bicara tetap tegas namun bukan keras, sambil duduk bersama dengan suasana yang baik sehingga argumentasi argumentasi yang dihasilkan juga berbobot.

5. Keterbukaan
Besar kemungkinan, karena dalam berdebat kita ingin memenangkan argumen dan tampil memukau, kita menghindari mengatakan sebuah kebenaran yang beresiko kehilangan simpati publik, dan sebaliknya mengusung sebuah argumen yang meskipun kita sendiri sudah tahu kesalahannya, namun tetap kita gunakan karena ingin memenangkan simpati publik, apalagi di media sosial yang penontonnya begitu banyak dari berbagai kalangan. Sebaliknya dalam berdiskusi, kita tidak perlu khawatir dengan suara mayoritas, kita akan lebih fokus berargumentasi dengan kebenaran yang kita yakini terlepas suara ramai di luaran.

6. End Game
Jika berjalan dengan iklim yang buruk, perdebatan seringkali meninggalkan rasa sakit hati, sementara dalam sebuah diskusi, sebuah kesepakatan untuk tidak sepakat adalah hal yang wajar dan tidak perlu ada sakit hati.

Seperti ditulis di awal, berdebat bukan tidak ada gunanya, sekali-sekali kalau memang dirasa mendesak memang kita terpaksa harus berdebat :D. Dan kalaupun terpaksa, akan lebih baik kalau debat itu dibawa ke arah diskusi sehingga meskipun pada akhirnya ada yang harus kalah, luka yang ditimbulkan menjadi sekecil mungkin.

Entah kenapa, sebagian orang memang lebih suka berdebat daripada berdiskusi. Ketika mereka melempar bola dengan mengeluarkan atau men-share suatu pernyataan atau artikel, mereka menghindari diskusi. Ketika diajak berdiskusi ada saja alasannya yang tidak ada waktu lah, malas menanggapi karena percuma lah, dan sejuta alasan lain. Namun anehnya, ketika ada tanggapan yang bernada menyerang (menyerang dirinya atau lawannya), menanggapinya cepat sekali. Kalau emosi masih belum stabil (sebagian dari kita akan mengalami fase-fase begini) mungkin bisa dimaklumi, namun bagi mereka yang secara usia seharusnya sudah bisa dianggap dewasa, semestinya hal-hal seperti ini bisa dihindari :D.

N.B. ini tulisan refleksi, penulis sendiri pernah hobi berdebat dan melakukan kesalahan-kesalahan di atas, sekarang sudah berusaha mengurangi meski masih sering terpancing 😀

“Diskusi itu adu gagasan, sedangkan debat itu adu keganasan”, -seorang teman yang sudah 20 tahun lebih melalui hidupnya dengan berdebat-

Kurangi diskusi, perbanyak debat