Apa Itu Kanker Serviks

Apa itu kanker?

Seperti halnya makhluk hidup, sel sebagai bagian dari makhluk hidup juga memiliki fungsi reproduksi. Sel, bereproduksi dengan cara membelah diri, melalui suatu proses yang dikenal dengan proses mitosis. Dimana sel yang dihasillkan sama persis dengan sel induknya. Normalnya, setelah melalui suatu proses mitosis maka sel akan beristirahat terlebih dahulu untuk melakukan fungsinya sebelum mengalami fase reproduksi lagi. Sel juga dapat mengalami penuaan kemudian mati dan digantikan dengan sel yang baru.

Tetapi karena ada gangguan pada proses pembelahan sel, sehingga sel terus menerus mengalami pembelahan tanpa istirahat sama sekali. Sehingga, sel-sel hasil pembelahan ini bergerombol membesar dan mendesak sel atau jaringan disekitarnya, sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada sel atau jaringan tersebut. Nah, sel-sel yang pembelahannya berlebih-lebihan ini lah yang disebut dengan sel kanker. Sedangkan gerombolan sel-sel berlebihan yang membentuk massa tersebut, yang normalnya tidak terdapat di dalam tubuh kita, disebut dengan tumor. Gangguan pada proses pembelahan sel ini dapat disebabkan oleh berbagai sebab, antara lain virus, bakteri, zat-zat yang bersifat karsinogen, dan sinar UV.

Sel-sel ini juga tidak mengalami penuaan dan kematian. Akibatnya sel-sel ini terus menumpuk sehingga mengganggu sel-sel lain yang ada disekitarnya. Jika dibiarkan terus menerus maka gangguan tidak sekedar pada sel tetangga, tetapi juga dapat mengganggu jaringan dan organ di tempat yang jauh. Penyakit yang timbul akibat gangguan yang disebabkan oleh sel-sel kanker inilah yang disebut dengan penyakit kanker.

Apa itu serviks?

Serviks adalah bagian dari sistem reproduksi wanita. Serviks terletak di dalam pelvis, merupakan bagian ujung bawah Rahim yang menyempit dan menghubungkan Rahim dengan vagina. Oleh karena itu, serviks disebut juga sebagai leher Rahim.

Pada saat menstruasi , darah akan mengalir dari rahim ke vagina melalui serviks. Selain itu, serviks juga menghasilkan lendir (mukus). Pada saat terjadi hubungan seksual, lendir ini berfungsi untuk membantu sperma bergerak dari vagina melalui serviks menuju rahim. Selama kehamilan, serviks akan tertutup rapat untuk menjaga supaya janin tetap berada di dalam rahim. Serviks baru akan terbuka saat janin akan dilahirkan, supaya janin dapat keluar dari rahim melalui serviks menuju vagina dan dunia luar.

Apa itu Kanker Serviks?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa karena berbagai sebab, dapat terjadi gangguan pembelahan sel, sehingga sel terus menerus mengalami pembelahan, tidak menua, dan tidak mati, sehingga terjadi penumpukan sel-sel. Demikian juga pada daerah serviks, dapat terjadi penumpukan sel-sel yang diawali dari sel-sel yang ada di permukaan serviks. Penumpukan sel-sel ini dapat jinak (bukan penyakit kanker) atau ganas (penyakit kanker). Penumpukan sel-sel yang tidak diinginkan oleh tubuh ini apabila jinak dapat berbentuk polip, kista, atau semacam kutil di daerah genetalia. Sedangkan apabila ganas, maka kemudian akan menjadi penyakit kanker. Perbedaan klasifikasi jinak dan ganas ini terletak pada tingkat agresifitas dari tumpukan sel-sel yang membelah berlebihan ini. Disebut jinak apabila sel-sel yang tumbuh berlebihan ini bersifak local/setempat di daerah dimana dia berasal dan tidak menginvasi jaringan disekitarnya, dan kehadirannya seringkali tidak mengancam nyawa. Sedangkan disebut ganas apabila sel-sel tersebut mampu menginvasi jaringan dan organ disekitarnya atau bahkan dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh kita, dan dapat menyebabkan ancaman terhadap nywa apabila tidak segera diketahui keberadaannya.

Jadi jelas ya, bahwa kanker serviks itu adalah sel-sel (yang seringkali) permukaan serviks yang mengalami pertumbuhan ugal-ugalan, membentuk segerombolan sel yang tidak diinginkan, dimana gerombolan sel-sel ini mampu menginvasi jaringan disekitarnya, dan dapat menyebar ke bagian lain tubuh kita melalui pembuluh getah bening dan pembuluh darah. Pada umumnya, penyebaran sel kanker dari kanker serviks ini dapat mencapat paru-paru, hati (liver), atau tulang. Proses penyebaran sel-sel kanker ini disebut dengan metastasis.

Kenapa sih sel-sel kanker yang menyebar ini bisa berbahaya? Karena sel-sel kanker yang menyebar ke mana-mana ini kemudian dapat menempel pada jaringan lain dan kemudian tumbuh di jaringan tersebut lalu membentuk gerombolan baru yang dapat menyebabkan gangguan atau kerusakan pada jaringan tersebut.

Apa saja fakor resiko yang dapat menjadi penyebab kanker serviks?

Sampai saat ini, melalui berbagai penelitian dan pengumpulan data, ada beberapa faktor resiko yang dapat menyebabkan terjadinya kanker serviks.

  1. Human papillomavirus (HPV)

HPV adalah jenis DNA virus yang berasal dari keluarga Papillomavirus yang memiliki kemampuan untuk menginfeksi manusia. HPV memiliki sekitar 170 strain atau tipe (Ghittoni dkk, 2015) yang dinamai dengan angka (Bzhalava dkk, 2013; Chaturvedi dkk, 2010). Tidak semua HPV karsinogenik. Sampai saat ini beberapa tipe yang diketahui karsinogenik adalah type 16, 18, 31, 33, 35, 39, 45, 51, 52, 56, 58, 59, 68, 73, dan 82 (Muñoz dkk, 2003). Pada manusia terutama tipe 16 dan 18 adalah penyebab 75% kejadian kanker serviks, dan tipe 31 dan 45 adalah penybab 10% kejadian kanker serviks di seluruh dunia (Dillman dkk, 2009).

Berdasarkan data dari Center for Disease Control and prevention (CDC), setiap tahun terdapat 33.000 kasus kanker baru di area dimana HPV sering ditemukan. Dan 26.800 atau sekitar 81,2% dari kanker tersebut disebabkan oleh HPV. Sedangkan berdasarkan Robbins Basic Pathology edisi 8 dan Holland-Frei cancer medicine. Edisi 8, 90% kasus kanker serviks disebabkan oleh HPV.

Bagaimana kita bisa terinfeksi HPV? Infeksi HPV bisa didapatkan melalui hubungan seksual baik melalui vagina, anal, maupun oral dengan orang yang memiliki virus tersebut. Tetapi pada umumnya lebih sering melaui hubungan seksual melalui vagina maupun anal. Karena tidak setiap infeksi HPV menimbulkan gejala, maka sulit diketahui apakah seseorang memiliki HPV atau tidak. Oleh karena itu orang yang berhubungan seksual secara aktif dapat terkena infeksi HPV ini.

  1. Merokok

Perokok aktif maupun perokok pasif beresiko tinggi terkena berbagai jenis kanker karena banyaknya kandungan zat zat karsinogenik yang terdapat pada rokok dan asap rokok, termasuk terkena kanker serviks.

  1. Kontrasepsi oral

Penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan resiko terjadinya kanker serviks. Wanita yang menggunakan kontrasepsi oral selama 5-9 tahun beresiko 3x lipat terkena kanker invasive, dan yang menggunakannya lebih dari 10 tahun beresiko 4x lipat dibandingkan dengan yang tidak menggunakan kontrasepsi oral atau yang menggunakan kontrasepsi oral kurang dari 5 tahun (Bethesda, MD: National Cancer Institute, 2015)

  1. Kehamilan berulangkali

Kehamilan berulangkali juga dikaitkan dengan peningkatan resiko terjadinya kanker serviks. Pada wanita-wanita yang terinfeksi HPV, mereka yang hamil penuh (selama Sembilan bulan sampai melahirkan)1-2x beresiko 2-3x lipat lebih tinggi terkena kaner serviks, dan yang hamil penuh 7 kali atau lebih 4x lipat beresiko lebih besar terkena kanker serviks dibandingkan dengan yang tidak pernah hamil.

  1. Berganti-ganti pasangan seksual

Berganti-ganti pasangan dapat meningkatkan resiko kanker serviks dikaitkan dengan penularan HPV. Semakin banyak pasangan seksual maka resiko terjadinya penularan HPV meningkat, sehingga meningkatkan resiko terjadinya kanker serviks.

  1. Immunocompromised

Yang dimaksud dengan immunocompromised adalah kondisi dimana seorang individu mengalami penurunan fungsi sistem imun atau daya tahan tubuh, yang dapat diakibatkan oleh karena infeksi HIV atau penyakit metabolik seperti Diabetes Mellitus (kencing manis), misalnya. Karena seperti yang kita ketahui, bahwa eradikasi atau eliminasi virus dari dalam tubuh kita membutuhkan sistem imun yang kuat. Ketidakmampuan tubuh kita memberantas tuntas HPV yang masuk ke dalam tubuh kita akibat lemahnya daya tahan tubuh, akan menyebabkan terjadinya infeksi kronis HPV dan meningkatkan resiko terjadinya kanker serviks.

Bagaimana gejala-gejala kanker serviks?

Ada beberapa gejala yang dapat muncul pada wanita, dan sering dikaitkan dengan kanker serviks. Oleh karena itu apabila muncul gejala-gejala berikut, alangkah baiknya jika segera memeriksakan diri ke dokter, sehingga dapat diketahui apakah gejala tersebut terkait dengan kanker serviks atau dengan gangguan lainnya. Gejala-gejala tersebut antara lain :

  • Perdarahan vagina yang tidak normal. Disebut tidak normal karena perdarahan terjdi di luar dari masa menstruasi, setelah menopause, atau setelah berhubungan seksual.
  • Muncul nyeri selama berhubungan seksual.
  • Keputihan yang tidak normal. Keputihan biasa terjadi pada saat sebelum ataupun sesudah menstruasi, berwarna putih atau bening dan tidak berbau busuk. Jika keputihan kemudian menjadi berbau busuk, berwarna kuning keruh atau kehijauan atau kemerah-merahan, berbuih, dll, maka itu disebut dengan keputihan yang tidak normal.
  • Ada perubahan siklus menstruasi yang tidak diketahui penyebabnya.
  • Ada penurunan berat badan meskipun porsi asupan tetap. Hal ini terjadi karena proses pembelahan sel membutuhkan banyak energi, dan pada penyakit kanker terjadi aktivitas pembelahan sel yang tidak terkendali, sehingga membutuhkan leih banyak lagi energi. Hal ini menyebabkan terjdinya pembongkaran deposit gula/lemak dalam tubuh kita untuk memenuhi kebutuhan energi tersebut. Gejala ini juga berlaku pada penyakit kanker lainnya.
  • Anemia atau kekurangan sel darah merah akibat perdarahan yang terjadi terus menerus.
  • Nyeri terus menerus pada daerah pangul, kaki, atau pinggang yang tidak diketahui penyebabnya
  • Jika kanker sudah meluas, dapat terjadi pembuntuan ginjal dan ureter (atau saluran kencing bagian atas) sehingga terjadi gangguan buang air kecil. Seberapa berat gangguan yang muncul tergantung pada seberapa besar pembuntuan atau kerusakan ginjal atau ureter yang terjadi.
  • Ketika kanker semakin progresif dan meluas dapat terjadi kebocoran saluran kencing dan saluran buang air besar ke dalam vagina, sehingga air kencing maupun feses ke dalam vagina.

Bagaimana cara mencegah timbulnya kanker serviks?

Beberapa hal berikut dapat membantu mencegah kita dari terkena kanker serviks, yaitu:

  1. Menghindari faktor resiko

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, terdapat beberapa faktor resiko terjadinya kanker serviks, sehingga untuk menurunkan resiko terkena kanker serviks maka faktor resiko tersebut sebaiknya dihindari. Yaitu dengan tidak merokok, tidak berganti-ganti pasangan hubungan seksual, menggunakan kondom saat berhubungan seksual, menjaga kesehatan dengan berolahraga dan asupan yang cukup gizi, mengatur kehamilan, dan tidak menggunakan kontrasepsi oral jangka panjang.

  1. Melakukan skrining berkala

Lakukan tes pap atau pap smear secara berkala untuk mendeteksi dini adanya tanda-tanda abnormalitas pada serviks. Mengenai jadwal pap smear tergantung pada usia dan resiko terjadinya kanker serviks. Lebih baik jadwal ini dikonsultasikan dengan dokter anda.

  1. Vaksin HPV

Salah satu cara mencegah terjadinya infeksi HPV adalah dengan vaksinasi. Ada dua macam vaksin HPV yaitu Gardasil dan Cervarix yang secara klinis mampu menurunkan resiko kanker serviks (93%) dan perineum (62%) (Medeiros dkk, 2009). Efektivitas kedua vaksin tersebut antara 92%-100% untuk melawan HPV 16 dan 18 selama 8 tahun (Bethesda, 2015).

Karena vaksin ini sifatnya mencegah dan melawan infeksi HPV, maka vaksin ini akan efektif jika diberikan sebelum terjadi infeksi HPV, yaitu pada wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual, yang berusia 9-26 tahun.

Kenapa demikian? Karena wanita yang sudah pernah melalukan hubungan seksual meskipun hanya dengan satu orang saja, telah beresiko terinfeksi HPV meskipun belum taua tidak menunjukkan gejala. Jika seseorang telah terinfeksi HPV maka pemberian vaksin HPV akan kurang bermanfaat atau bahkan tidak ada gunanya sama sekali.

  1. Nutrisi

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Myung dkk pada tahun 2011, beberapa jenis nutrisi seperti vitamin A, B12, C, E, dan beta-karoten dikaitkan dengan penurunan resiko kejadian kanker serviks.

Apa kanker serviks bisa disembuhkan?

Secara umum, seperti halnya dengan penyakit kanker lainnya, kesembuhan total sulit dijanjikan. Terutama karena pada umumnya individu dengan penyakit kanker baru memeriksakan diri dan terdeteksi menderita kanker setelah kanker sudah pada tahap lanjut. Akan tetapi, jika kanker dapat dideteksi sejak dini atau masih pada tahap awal, maka kanker tersebut dapat “diobati” dan dicegah supaya tidak menjadi semakin ganas atau dihentikan pertumbuhannya. Berikut ini beberapa terapi yang saat ini masih dijadikan modalitas utama terapi kanker serviks. Mengenai terapi yang mana yang akan digunakan, tergantung pada stadium atau tahap kanker itu sendiri.

  1. Operasi

Bisa dilakukan histerektomi, yaitu mengambil seluruh bagian rahim termasuk serviks dan sebagian vagina, dan menghilangkan kelenjar getah bening di daerah pelvis dengan atau tanpa menghilangkan ovarium dan saluran telur (tuba falopii)

  1. Kemoterapi
  2. Radioterapi

Biasanya pada kanker stadium lanjut, modalitas terapi yang digunakan tidak hanya satu jenis saja (operasi/kemoterapi/radioterapi saja),tetapi bisa kombinasi antara operasi-kemoterapi, operasi-radioterapi, tergantung pada kondisi klinis dan hasil dari pemeriksaan penunjang yang dilakukan.

Apa itu Kanker Serviks?

Daftar Pustaka

Bethesda MD.PDQ® Cervical Cancer Prevention. National Institutes of Health, National Cancer Institute. July 2015.

Bzhalava D, Guan P, Franceschi S, Dillner J, Clifford  G. A systematic review of the prevalence of mucosal and cutaneous human papillomavirus types. Virology. 2013.  445 (1–2): 224–31. doi:10.1016/j.virol.2013.07.015PMID 23928291.

Center for Disease Control and prevention . Cervical Cancer Screening Guidelines for Average-Risk Women (PDF). www.cdc.gov

Center for Disease Control and prevention. www.cdc.gov/cancer/cervical

Center for Disease Control and prevention. www.cdc.gov/hpv/whatishpv.html

Cervical Cancer Treatment (PDQ®). NCI. 2014-03-14.

Chaturvedi A, Maura LG. Human Papillomavirus and Head and Neck Cancer. In Andrew F Olshan. Epidemiology, Pathogenesis, and Prevention of Head and Neck Cancer 1st ed. New York: Springer. March 4, 2010. ISBN 978-1-4419-1471-2.

Defining Cancer. National Cancer Institute. 10 June 2014.

Dillman, edited by Robert K. Oldham, Robert O. Principles of cancer biotherapy 5th ed. Dordrecht: Springer. p. 149. ISBN 9789048122899.

Ghittoni R, Accardi R, Chiocca S,Tommasino, M. Role of human papillomaviruses in carcinogenesis. Ecancermedicalscience. 2015. 9 (526),doi:10.3332/ecancer.2015.526PMC 4431404PMID 25987895

Kufe and Donald. Holland-Frei cancer medicine 8th ed. New York: McGraw-Hill Medical. 2009.p. 1299. ISBN 9781607950141.

Kumar V, Abbas AK, Fausto N, Mitchell RN. Robbins Basic Pathology 8th. Saunders Elsevier. 2007.pp. 718–721. ISBN 978-1-4160-2973-1.

Medeiros LR, Rosa DD, da Rosa MI, Bozzetti MC, Zanini RR. Efficacy of Human Papillomavirus Vaccines. International Journal of Gynecological Cancer.2009. 19 (7):1166–76.doi:10.1111/IGC.0b013e3181a3d100PMID 19823051.

Muñoz N, Bosch FX, De Sanjosé S, Herrero R, Castellsagué X, Shah  KV, Snijders PJ, Meijer CJ. International Agency for Research on Cancer Multicenter Cervical Cancer Study Group. Epidemiologic classification of human papillomavirus types associated with cervical cancer. The New England Journal of Medicine. 2003. 348 (6): 518–27, doi:10.1056/NEJMoa021641PMID 12571259.

Myung SK, Ju W, Kim SC, Kim H. Vitamin or antioxidant intake (or serum level) and risk of cervical neoplasm: A meta-analysis. 2011. BJOG 118 (11):1285–91. doi:10.1111/j.1471-0528.2011.03032.xPMID 21749626.

National Cancer Institute. Human Papillomavirus (HPV) Vaccines: Q & A”. Fact Sheets: Risk Factors and Possible Causes. National Cancer Institute (NCI) . 2009.

Stöppler MC. Cervical cancer facts on symptoms, stages, and treatment. http://www.medicinenet.com/cervical_cancer/article.htm#cervical_cancer_fact.

Tarney, CM; Han, J.Postcoital bleeding: a review on etiology, diagnosis, and management. Obstetrics and gynecology international . 2014: 192087. PMID 25045355.

World Cancer Report 2014. World Health Organization. 2014. pp. Chapter 5.12. ISBN 9283204298.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *