Detail 22 Situs Islam Diblokir

Berhubung ini bahasan yang agak sensitif, ada beberapa poin yang harus ditekankan disini:

1. Saya tidak membahas mekanisme pemblokiran yang lumayan ‘mengejutkan’. Tetapi, saya menuliskan cara melaporkan suatu website ke Trust Positif di bagian bawah.
2. Saya tidak mengetahui persis parameter apa yang digunakan untuk mengukur bahwa suatu situs itu penggerak dan/atau simpatisan radikalisme meskipun BNPT menyebutkan empat jenis parameter.
3. Saya tidak membahas mengenai legal atau tidaknya Peraturan MenKomInfo No 19 / 2014 tentang Internet Positif atau bagaimana sepak terjangnya sejak jaman Vimeo, dkk.

22 Situs Islam Diblokir

Menurut surat yang banyak beredar di dunia maya, awalnya ada 19 situs , tetapi kemudian meningkat menjadi 22 Situs Islam yang diblokir oleh pemerintah. Dalih yang digunakan adalah bahwa ke 22 situs tersebut merupakan situs penggerak paham radikalisme dan/atau sebagai simpatisan radikalisme. Tentu saja, tidak sedikit dari masyarakat Indonesia yang mempertanyakan surat edaran yang lumayan mengagetkan ini.

Berdasarkan BNPT, ada empat kategori yang dapat disebut radikalisme:

1. Radikalisme bisa ditimbulkan dari ingin melakukan perubahan dengan cepat menggunakan kekerasan mengatasnamakan agama.
2. Mengkafirkan orang lain.
3. Mendukung, menyebarkan dan mengajak bergabung dengan Islamic State.
4. Memaknai Jihad secara terbatas.

Berikut ini daftar situs yang diblokir oleh KemKomInfo dan BNPT:

1.   arrahmah.com
2.   voa-islam.com
3.   ghur4ba.blogspot.com
4.   panjimas.com
5.   thoriquna.com
6.   dakwatuna.com
7.   kafilahmujahid.com
8.   an-najah.net
9.   muslimdaily.net
10. hidayatullah.com
11. salam-online.com
12. aqlislamiccenter.com
13. kiblat.net
14. dakwahmedia.com
15. muqawamah.com
16. lasdipo.com
17. gemaislam.com
18. eramuslim.com
19. daulahislam.com
20. shoutussalam.com
21. azzammedia.com
22. indonesiasupportislamicstate.blogspot.com (Kebanyakan orang salah meng-kopas situs ini)

Siapakah dibalik ke 22 Situs Islam yang diblokir tersebut?

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut melalui Who.Is dan juga mendatangi situs-situs tersebut, kami menemukan hal yang lumayan mengejutkan mengenai ke-22 Situs tersebut:
– Jika dilihat dari proses registrasi, who.is menyebutkan bahwa 14 dari 22 (63%) situs tersebut mempunyai status private. Dalam artian, kita tidak bisa melihat nama pemilik situs tersebut dan tidak bisa mengontak mereka. Hal ini sebenarnya merupakan praktek yang lumayan lumrah di dunia maya untuk menghindari serangan spammer. Tetapi biasanya dijalankan oleh individu dan bukan media informasi.
12 dari 22 (54%) situs tersebut tidak menuliskan nama redaksi dan/atau penanggung jawab di websitenya.
7 dari 22 (32%) situs tersebut tidak menuliskan alamat kontak (baik itu berupa email dan/atau telepon) di websitenya.
– Hanya 3 dari 22 (13%) situs tersebut yang memiliki data lengkap penanggung jawab, pemilik situs, dan alamat kontak. Ketiga situs yang dimaksud adalah Panjimas, Muqawamah, dan Salam-online.

Anda juga dapat mengunduh pdf dari laporan tersebut disini. Sebagai informasi tambahan, MenKomInfo sebelumnya juga telah memblokir 300 Situs yang dianggap radikal.

Cara Pengaduan melalui Trust Positif

Sebenarnya mudah sekali untuk mengadukan sebuah website di situs trust positif tersebut. Setelah anda menuju ke website Trust Positif, anda cukup menuliskan alamat e-mail, nama pelapor, alamat URL dan kategori pelanggarannya.

Kategori pelanggaran dibagi menjadi sembilan: Pornografi, Radikalisme/Terorisme, SARA/Kebencian, Kekerasan/Violence, Kekerasan/Pornografi Anak, Penipuan Dagang/Investasi, Perjudian, Keamanan Internet (Malware, Virus Phising), dan Pelanggaran Hak Cipta.

 

22 Situs Islam Diblokir

2 Replies to “Detail 22 Situs Islam Diblokir”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *